Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Terinspirasi



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Kitty, kenapa kau menjual semua buku Grey di eBay?" tanya Nick melihat anak keduanya terus menangis meratapi buku-bukunya yang hilang.


Grey jarang menangis jadi membuat Kate begitu senang melihat keadaan anaknya yang begitu.


"Coba lihat, Nick! Akhirnya anak kita jadi normal! Dia menangis," ucap Kate kegirangan.


"Kitty, dia wajar menangis karena buku-buku kesayangannya kau jual!" kesal Nick melihat istrinya yang tanpa rasa bersalah membuat anaknya menangis.


Grey menarik tangan Daddy-nya dengan pilu. "Dad, aku besok akan ulangan. Bagaimana ini?"


"Tenang Daddy akan belikan yang baru, okay!" bujuk Nick.


"Tidak! Jangan belikan buku baru, aku ingin Grey tidak jadi juara lagi tahun ini, Nick!" ucap Kate dengan menggebu.


"Kau itu bicara apa, Kitty? seharusnya kau itu bangga!"


Kate menggelengkan kepalanya. "Sekali saja, Nick! Aku ingin mereka berbuat nakal dan bisa membuatku marah! Aku ingin jadi ibu yang bisa memarahi anaknya!"


"Kau itu pasti terkontaminasi oleh drama Korea yang sering kau tonton, Kitty!"


"Tidak Nick, semua ibu di dunia ini seperti itu pada anak mereka! Hanya aku saja yang tidak pernah memarahi anak, kalian semua terlalu sempurna untukku!"


"Bahkan Bee sering menelpon dan mengeluh padaku tentang anak-anaknya. Kau tahu Bima baru dihukum karena menyontek, Naku mengebom lapangan bola sekolahnya dan Dewa pup di kelasnya saat pelajaran! Aku juga ingin Grey seperti mereka," tambah Kate.


Yang mana membuat Nick tersentak kaget mendengarnya. "Kitty jangan bandingkan bibitku dengan bibit Arse yang gila itu!"


Kate yang sudah hilang kesabaran menghadapi keluarga datarnya langsung menarik tangan suaminya di sebuah ruangan wardrobe yang Kate punya. Disitu ada berbagai tas, sepatu, perhiasan, dan baju bermerk berjumlah puluhan bahkan ratusan.


"Coba lihat, Nick! Aku selalu menggila belanja barang-barang mahal ini supaya kau marah padaku! Aku ingin kau memblokir kartu blackcard yang aku punya!"


Lalu Kate melihatkan koleksi tasnya yang warnanya sama hanya beda model saja.


"Coba lihat saat ngetrend tas warna tai ijo kuda! Aku membeli semua warna dengan model yang berbeda! Seharusnya kau marah padaku!"


Tanpa Kate duga justru Nick mendekat padanya dan meraup wajahnya. "Aku mencari uang untuk kalian tentu saja aku tidak marah! Kau boleh memakai semua uangku! Aku mencintaimu, Kitty!"


"Aku juga mencintaimu, Nick! Tapi apa kau tidak merasa keluarga kita terlalu hambar!" kesal Kate.


Nick memeluk istrinya itu. "Jadi, kau ingin aku selingkuh saja kah? Biar keluarga kita tidak hambar, hem!"


Kate membalas pelukan Nick dengan erat. "Tentu saja tidak! Kau ingin membuatku mati ya! Aku tidak bisa hidup tanpamu, Nick!"


"Maka sekarang bersyukurlah, kau mempunyai kehidupan yang orang lain belum tentu bisa dapatkan! Jadi, jangan berfikir keluarga kita hambar. Aku bahagia memilikimu dan kedua anak kita!"


Kate mengurai pelukannya dan mengadah menatap suaminya. "Maafkan aku! Aku juga bahagia memilikimu dan anak-anak kita!"


"So, Ayo kita belikan Grey buku lagi!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hari yang dijalani Kate masih tidak berubah, suaminya yang sibuk bekerja dengan anak-anak yang sibuk memperpintar diri mereka.


Saat ini mereka sedang berada di sebuah Kafe berdua. Chloe sudah tidak bekerja dengan Kate semenjak menikah dengan Scott lima tahun lalu. Tapi mereka sering bertemu untuk saling bertukar cerita bersama.


"Kenapa lagi?" tanya Chloe non formal.


"Suami dan anak-anakku begitu sibuk dengan dunia mereka, aku seperti tak kasat mata!"


"Hiburlah diri seperti dulu, menyanyi dengan gila itu salah satu charmingmu!" saran Chloe.


"Aku sedang tidak berselera!"


Lalu Chloe teringat sesuatu yang penting. "Apa kau sudah dengar kabar jika temanmu Bianca diculik?" tanya Chloe kemudian.


"Benarkah? Bee diculik?" Kate langsung menegakkan badannya.


Chloe mengangguk. "Dia diculik oleh Bos mafia dan dibawa ke California!"


"Lalu bagaimana Arse dan Pandawa?" tanya Kate cemas.


"Aku dengar mereka akan menyusul dan mencarinya di California!"


"Semoga mereka berhasil menyelamatkan, Bee!"


Sedetik kemudian Kate mendapat inspirasi agar keluarganya peduli padanya.


"Kira-kira kalau aku yang diculik suami dan anak-anakku akan menyelamatkanku tidak ya?"


Chloe sudah mulai was-was takut Kate akan memiliki rencana aneh. Dan benar saja Kate akan melakukan drama penculikan pada dirinya sendiri. Dan Chloe bertugas untuk menghubungi Nick.


"Halo, tuan!"


"Ada apa Chloe? tidak biasanya kau menghubungiku," jawab Nick.


"Kate diculik saat kami sedang minum kopi di Kafe," lapor Chloe dengan nada dibuat sepanik mungkin.


Dengan santainya Nick menjawab. "Istriku itu wonder woman bahkan dia punya jurus megalodon! Pasti penculiknya kewalahan menghadapinya!"


"Jadi, kau tidak peduli jika istrimu diculik, Nick!" teriak Kate yang mendengar jawaban suaminya.


"Kena kau, Kitty! Kau mau menipuku ya!"


Kate langsung terdiam merutuki kebodohannya yang keceplosan.


"Maafkan aku, Nick! Aku merasa kau tidak peduli lagi padaku!" ucap Kate kemudian.


Yang mana membuat Nick merasa gusar disana. "Kau perlu bukti apa Kitty jika aku peduli padamu? Apa dengan main 5 ronde cukup?"


Kate langsung kegirangan. "Aku akan membeli jamu kuat, Nick! Cepatlah pulang!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน