
๐น๐น๐น
Laura begitu kesal pasalnya dia yang ingin makan siang berdua dengan Nick sekarang malah di tinggal sendirian. Dia tidak menyangka jika Kate ada disini, rencana makan siang berdua jadi gagal.
"Sebenarnya apa yang mereka lakukan? Kenapa belum kembali," gerutu Laura.
Karena penasaran Laura menghampiri keduanya di toilet. Toilet itu ada di dalam ruangan Nick, tepatnya di dalam satu kamar yang ada disana tempat dimana Nick gunakan untuk beristirahat.
Tapi saat masih di depan pintu samar-samar Laura mendengar suara erotis. Dan Laura tahu betul suara khas itu suara sedang melakukan apa.
"Akhhhh.... Nick...."
"Oh! Faster please...."
Laura mengepalkan kedua tangannya, bisa-bisanya dia diabaikan mereka berdua.
"Gadis rendahan, awas kau!" pekik Laura dalam hati.
Kesal merasa diabaikan akhirnya Laura pergi meninggalkan ruangan Nick itu dengan emosi.
"Seharusnya aku tidak membeli lobster!" teriak Laura setelahnya.
Sementara di dalam sana, Nick terus menghentakkan miliknya dalam posisi berdiri dengan satu kaki Kate yang dia tekuk.
Posisi baru ini membuat Kate menggila, dia terus mengerang nikmat dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Nick.
Di sela kenikmatan yang dia rasakan, Kate terus memandangi wajah Nick.
"Nick, kenapa saat bercinta kau kelihatan tampan seribu kali lipat.... Akhhhh...."
"Oh Kitty! jangan membuatku kehilangan konsentrasi," ucap Nick dengan membungkam bibir Kate dengan ciuman agar gadis itu tidak mengeluarkan kalimat sarkasnya lagi.
Nick semakin cepat menghentakkan pinggulnya karena akan mencapai puncaknya tanpa melepas ciumannya.
"Hmmmmpphhh" pekik Kate dalam ciuman saat menerima cairan panas itu.
Mereka menyatukan kening mereka dengan nafas terengah-engah.
"Sebaiknya kita cepat keluar, Laura pasti menunggu," ucap Nick sambil mencabut miliknya.
"Akhhh.... " desah Kate saat sesuatu yang besar itu dicabut.
Mereka segera merapikan diri mereka dan cepat keluar tapi mereka tidak mendapati Laura lagi disana.
Yang mana membuat Kate menepuk bahu Nick. "Berfikirlah positive Nick, mungkin Laura terkena diare makanya cepat pergi!"
๐น๐น๐น
Di kamar Kate sedang belajar berjalan sebagai model, dia memakai highheels dan menaruh buku diatas kepalanya.
Dia berjalan perlahan dan berusaha agar buku itu tidak jatuh. Tapi karena belum terbiasa buku itu jatuh beberapa kali.
"Ish, ternyata susah," gerutu Kate.
Lalu Kate mendudukkan dirinya ditepi ranjang, dia meraih ponselnya dan melihat berapa sisa tabungannya melalui internet banking.
Kate mendesah. "Tabunganku tidak cukup, aku harus mencari pekerjaan lain. Aku pasti bisa membelinya!"
Kate berencana akan membeli sepasang cincin pernikahan, karena dia berencana akan melamar Nick dan mengungkapkan cintanya. Dia ingin membelinya dengan hasil keringatnya sendiri untuk itu dia butuh uang yang banyak.
Kate berfikir jika Nick tidak akan menikahinya sebelum mendapat restu dari orangtuanya sementara Kate sudah tidak mengkonsumsi pil kontrasepsi lagi tanpa sepengetahuan Nick, dia takut hamil. Untuk itu dia harus berinisiatif duluan untuk melamar Nick.
"Aku pasti bisa!" gumam Kate.
Selama ini dia tidak pernah memikirkan hidupnya kedepannya tapi setelah jatuh cinta semuanya berubah, tujuan hidupnya kini adalah memiliki sebuah keluarga bahagia bersama Nick.
"Dimana pria tampanku itu? pasti ada di kamar Mich," gumam Kate lagi.
Kate keluar kamar dan ingin menyusul Nick ke kamar Mich, dia yakin dua pria itu bersama saat ini sedang membaca dongeng.
Tapi langkahnya terhenti saat melihat Lusy mengacak pinggangnya dan berdiri di depan pintu kamar Mich.
"Mama mertua, sedang apa?" tanya Kate heran.
"Dengar ya! Selama ada aku disini jangan harap kau bisa tidur bersama putraku!" ucap Lusy memberi peringatan.
Tapi diluar dugaan Kate malah cengengesan tidak jelas yang mana membuat Lusy tambah kesal karena ancamannya tidak didengar oleh gadis itu.
"Mama mertua kan lebih berpengalaman seharusnya lebih tahu jika hal itu bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu malam hari bukan?"
Lusy berdehem kuat. "Jaga bicaramu, aku ini mommy-nya Nick!"
"Ya, maka dari itu aku akan memberitahu kabar gembira pada mama mertua!" ucap Kate antusias.
"Kabar gembira?"
Kate tersenyum malu-malu. "Sebenarnya hari ini aku sudah mendapat jatah dua ronde oleh anakmu yang tampan itu mama mertua."
Lusy memegang kepalanya yang mulai pusing mendegar kalimat yang dilontarkan Kate.
"Siapa saja tolong beri aku Paramex!" teriak Lusy.
๐น๐น๐น