
๐น๐น๐น
"Aaaaaaa.... "
"PRANG! PRANG!"
Laura berteriak sambil menghancurkan barang-barang di apartemennya. Dia tidak terima dirinya ditolak oleh Nick begitu saja.
"Aku sudah menunggu lima tahun lamanya, aku selalu berdoa agar rumah tangganya dengan Elena hancur! Dan Tuhan mengabulkan permintaanku yang membuat Elena hilang selamanya. Tapi sekarang... "
"Gadis rendahan itu harus diberi pelajaran!"
Lalu Laura berteriak memanggil Chloe karena dia mempunyai rencana untuk mempermalukan Kate di depan umum.
"Iya Nona."
"Buat acara fashion show untuk butik dalam minggu ini!"
"Tapi, Nona... "
"Tidak ada kata tapi Chloe!"
"Baik, Nona. Saya akan persiapkan semuanya tapi bukankah kita perlu sponsor?"
Laura tersenyum miring. "Ya, dan perusahaan Nick yang harus menjadi sponsor. Aku akan meminta aunty Lusy untuk membujuknya!"
Lagi-lagi Laura meminta bantuan Lusy untuk membujuk Nick.
๐น๐น๐น
Di perusahaan Nick tampak termenung pasalnya Kate yang selalu menghindar darinya yang mana membuatnya merasa aneh. Setelah pergumulan panas mereka kemarin Kate langsung pindah ke kamar tamu dan setelah itu Nick belum melihat batang hidung Kate sampai sekarang.
Setiap malam Kate selalu tidur dibawah ketiaknya dan setiap pagi dia selalu mendengarkan celotehan dari mulut gadis itu jika membantunya memasang dasi. Dan kecupan-kecupan kecil yang selalu mereka lakukan tidak ada hari ini, Nick merasa kehilangan momen-momen itu.
Tadi pagi Kate terus mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar, akhirnya tugas mengantar sekolah Mich harus diserahkan pada supir pribadi.
"Sebenarnya gadis liar itu kenapa," gumam Nick dengan cemas.
Hingga lamunannya buyar saat Scott mengetuk pintu ruangannya dan menyembul masuk.
"Ini laporan yang harus di tanda tangani, Bos," ucap Scott dengan menyerahkan beberapa dokumen penting.
Nick menerimanya dan memeriksa dengan detail setiap laporan sebelum menandatanganinya.
"Apa agendaku hari ini, Scott?" tanya Nick kemudian.
"Tidak ada, Bos. Hari ini hanya menghadiri undangan makan siang klien dari Wembley untuk membicarakan proyek kerja sama."
"Baik Bos."
Saat Scott sudah berada diambang pintu untuk keluar, Nick bersuara lagi.
"Scott, buang rasa kagummu pada Kate sekarang juga, itu perintah!" ucap Nick dengan penuh ancaman.
Scott menelan ludahnya serak mendengar nada ancaman dari bosnya itu.
"I-iya Bos."
Setelah Nick menemui kliennya, dia segera pulang untuk mengecek keadaan Kate. Sebelum itu dia mampir ke toko bunga untuk membelikan Kate buket bunga.
"Pasti gadis liar itu belum pernah mendapat bunga seperti ini," gumam Nick melihat buket bunga ditangannya.
Dia juga mampir ke toko kue untuk membelikan camilan Kate dan juga Mich.
"Anggap hari ini cheat day dan boleh makan sepuasnya," gumam Nick lagi sambil membayangkan hari ini akan quality time bersama Kate dan Mich di mansion.
Sesampai di mansion, Nick segera mencari Kate di kamarnya tapi tidak ada. Lalu dia menanyakan keberadaan Kate pada pelayan dan alangkah terkejutnya saat mendengar penuturan dari pelayan jika Kate masih belum juga keluar dari kamar tamu. Sebenarnya apa yang terjadi, Nick dibuat tambah cemas.
"Kate... Kate... open the door! Are you okay!" Nick berteriak dengan menggedor pintu kamar tamu dimana Kate berada.
"Kate... cepat buka!" teriak Nick semakin geram karena pintu tidak kunjung dibuka dan tidak ada sahutan dari Kate di dalam sana.
"Kate... aku akan dobrak pintunya!"
Sedetik kemudian pintu terbuka perlahan dengan menampilkan sosok Kate yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Yang mana membuat Nick semakin keheranan. "Kau kenapa?" tanya Nick mulai mendekat tapi Kate memundurkan badannya.
"Jangan dekati aku, Nick!" ucap Kate kemudian.
"Ada apa ini?"
"Kau yang ada apa, Nick! Dekat denganmu membuatku terkena penyakit asma... "
Lalu Kate membuka matanya perlahan untuk melirik Nick.
"Astaga... Kenapa kau semakin tampan, Nick!"
Kate memegang dadanya. "Aduh sekarang jantungku yang bermasalah... "
"Tolong! Aku terkena komplikasi duda tampan... "
๐น๐น๐น