Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
Tiga Sisi



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Apa kau yakin ingin jadi salah satu model Laura?" tanya Nick. Saat ini Kate sedang sibuk memasang dasi untuknya.


"Tidak masalah, aku juga merasa bersalah padanya masalah upil itu. Pasti dia trauma dan jadi jorok karena tidak membersihkan upil di hidungnya," sahut Kate.


Nick terkekeh dan memberi kecupan di bibir Kate yang mana membuat Kate langsung memegang dadanya karena kaget dan malu disaat bersamaan.


"Benar kata Scott, kau begitu menggemaskan apalagi dengan wajahmu yang merona itu," goda Nick.


Kate semakin tertunduk dan Nick semakin suka menggoda Kate jika gadis liarnya dalam mode malu-malu kucing.


"Kita sudah lama tidak melakukannya, Kitty!" bisik Nick di telinga Kate.


"Kitty?"


"Hm, itu nama baru untukmu! Karena kau seperti kucing liar jadi namamu Kitty!"


Kate mengulum senyumnya. "Aku menyukainya, bukankah itu artinya panggilan sayang!"


"Jadi, kita akan melakukannya malam ini?" tanya Kate malu-malu, dia sudah sangat merindukan tongkat bisbol yang bisa membuatnya mendesah nikmat.


"Kita lihat bagaimana caramu menggodaku malam ini," ucap Nick dengan mengerlingkan matanya dan menjauh dari Kate.


Yang mana membuat Kate memegang dadanya. "Tenanglah jantung... tenang... aku akan dapat enak malam ini, jadi ikutlah berkontribusi di dalamnya. Tenang ya... cup cup cup!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Setelah Nick berangkat kerja sekarang giliran Kate untuk mengantar Mich sekolah, sesampai di sekolah seperti biasa Mich akan mencium pipinya dahulu sebelum turun dari mobil.


"Bye, mommy!"


Kate melambaikan tangannya setelah itu memberikan kiss bye pada anak itu.


Setelah itu Kate mendatangi butik Laura, dia ingin menebus serangan upilnya waktu itu. Dia ingin berubah menjadi gadis pemaaf supaya Nick kagum padanya apalagi jika dia jadi model pasti Nick akan menyukainya, itu yang ada dipikiran Kate tanpa dia sadari jika Laura tengah menyusun rencana untuknya.


"Hai," panggil Kate canggung saat sudah sampai.


Laura yang tengah sibuk langsung menoleh dan tersenyum palsu pada Kate lalu memeluknya.


"Maafkan aku ya, Kate. Aku janji tidak akan menghinamu lagi, derajat semua orang sama bukan," ucapnya.


Kate hanya tersenyum kikuk, entah kenapa dia melihat perkataan Laura tidak tulus.


Lalu Laura mengenalkan Kate pada super model yang akan berjalan di catwalk nanti bersamanya.


Yang mana membuat Kate jadi minder, model-model itu begitu cantik dan seksi. Pikiran masa bodoh yang dipunyai Kate menjadi menipis setelah jatuh cinta. Ada perasaan takut jika Nick berpaling darinya. Ternyata benar kata Arse dulu jika jatuh cinta akan membuat penyakit takut kehilangan.


"Come on Kate! Kau sangat cantik.... " Kate berteriak dalam hati untuk memberi semangat.


Laura memberi briefing untuk para model yang akan memakai rancangan busananya nanti.


Semua mendengarkan dengan seksama karena acara itu tinggal beberapa hari lagi jadi persiapan haruslah matang.


Setelah dua jam berlalu Laura ingin membawa semua crew-nya untuk makan siang bersama di restaurant mewah.


Tapi Kate menolak karena dia harus menjemput Mich sekolah. Saat Kate sudah keluar dari butiknya, Laura berkata pada para crew yang ada disana.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Kate menggandeng tangan Mich saat baru keluar dari mobil dan mereka berjalan memasuki mansion. Tapi langkah mereka terhenti saat ada seorang pelayan yang lari tergopoh ke arah mereka.


"Kenapa?" tanya Kate heran.


"Nyonya Lusy datang dan sekarang membakar bajumu, Kate!"


"Apa?"


Mich yang mendengar itu segera berlari mendatangi neneknya. "Grandma... "


Kate juga mengekori Mich dari belakang. Mereka menuju taman belakang yang mana disana Lusy sedang membabi buta membakar puluhan lingerie seksi milik Kate.


Lusy memang datang tanpa memberitahu Nick sebelumnya karena dia sudah tidak bisa menahan diri lagi mengingat Kate yang tinggal bersama dengan anaknya.


"Grandma, what are you doing?" tanya Mich heran karena melihat kobaran api.


"Cucuku tersayang, tenang ya! Grandma akan mengusir hama di mansion ini!"


"Hama?"


Dan tak lama Kate datang dan berteriak histeris. "Tidak... lingerieku... "


"Apa yang mama mertua lakukan? Aku membelinya dengan uang tabunganku!" protes Kate.


"Apa aku tidak salah dengar? mama mertua? kau gila ya?"


Kate tidak peduli lagi, dia buru-buru mengambil air di danau buatan Nick dan segera menyiram kobaran api yang melahap puluhan lingerie-nya.


Setelah api itu padam dengan segera Kate memilah-milah lingerie-nya dan semuanya sudah tidak bisa diselamatkan yang mana membuatnya tertunduk frustasi.


"Mommy, are you okay?" tanya Mich khawatir.


Lusy yang mendengar itu semakin gusar bisa-bisanya cucunya memanggil mommy pada Kate. Lalu dia memanggil pengasuh agar membawa Mich menjauh.


"Bawa Mich masuk ke dalam!"


"Baik Nyonya."


Setelah itu Lusy mendekati Kate yang masih tertunduk lesu melihat puluhan lingerie-nya hangus.


"Cepat keluar dari mansion ini pumpung aku masih berbaik hati padamu!" teriaknya.


Kate langsung mengadah menatap Lusy dengan posisi bersimpuh.


"Maafkan aku mama mertua, aku tidak bisa menjauh dari putramu yang tampan!"


Lusy yang mendengar itu langsung memegang dadanya.


"Terimakasih sudah melahirkan pria tampan itu, mama mertua! Aku sangat menyukainya.... "


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน