
🌹🌹🌹
Kate terjaga dari tidurnya karena merasa tenggorokannya kering, mungkin terlalu banyak mendesah karena permainan panasnya sebelum tidur.
Kate memunguti bajunya yang terjatuh di lantai dan memakainya kembali setelah itu dia keluar dari kamar menuju pantry di lantai kamar itu.
"Segarnya," ucapnya saat air sudah membasahi tenggorokannya.
Sebelum kembali ke kamarnya, Kate ingin melihat Mich di kamarnya karena anak itu tidur lebih awal dari jam tidurnya.
Saat melihat Mich, kening Kate mengernyit karena dahi Mich mengeluarkan banyak keringat padahal AC di kamar itu masih menyala.
Dengan cepat Kate memeriksa badan anak itu dan terkejut bukan main saat badan Mich yang panas dengan nafas tersengal. Tanpa menunggu lagi Kate langsung menggendong anak itu dan membawa ke kamarnya untuk membangunkan Nick.
"Nick, Nick..." teriak Kate.
Nick melenguh dan membuka matanya perlahan.
"Cepat bangun Nick! Kita harus bawa Mich ke rumah sakit!" teriak Kate lagi.
Sontak Nick langsung mendudukkan badannya.
"Kenapa, Kitty?" tanya Nick dengan memakai bajunya lagi.
"Badannya panas dan sesak. Ayo cepat!"
Nick melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Sementara Mich masih dalam gendongan Kate dengan nafas Mich yang semakin melemah.
Setelah sampai di rumah sakit, Mich segera ditangani di instalasi gawat darurat.
Dan setelah setengah jam ditangani seorang Dokter mendekati Nick dan Kate dengan wajah gusar.
"Kalian orangtuanya?"
"Iya Dok."
"Beruntung kalian membawanya tepat waktu, denyut nadinya sudah sangat lemah saat dibawa kemari. Anak itu mengalami overdosis obat tidur! Apa kalian memberinya obat tidur?" tanya Dokter penuh selidik.
Tentu saja Nick dan Kate terkejut bukan main mendengar itu.
"Apa? Overdosis?" Nick tidak percaya.
"Pasien harus dirawat inap untuk observasi lebih lanjut!"
"Berikan semua yang terbaik untuk anakku, Dok!"
Dan Mich menempati salah satu kamar VVIP di rumah sakit itu.
"Maafkan Daddy, Boy!" ucap Nick yang terus menggenggam tangan anaknya itu.
Kate yang melihat itu merasa bersyukur karena sempat melihat Mich di kamarnya tadi.
"Kira-kira siapa yang menaruh obat tidur pada Mich?" tanya Kate kemudian.
"Siapapun itu aku tidak akan memaafkannya dan harus di proses secara hukum!" ucap Nick geram.
Kate mendekati Nick dan memeluk pria itu dari belakang.
"Kita pasti bisa menemukan pelakunya tapi sebelum itu kita fokus pada kesehatan Mich dulu," ucap Kate mencoba menenangkan.
"Thanks, Kitty. Jika sesuatu terjadi pada Mich, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri!"
"Mungkin aku sudah memiliki insting sebagai ibu. Aku keren kan!"
Nick mulai terkekeh. "Ya, kau memang keren. Sekarang istirahatlah biar aku yang berjaga!"
"Mich anakku juga kan, aku ikut berjaga denganmu. Sekarang tidak ada kamu dan aku yang ada hanya kita!"
"Aku akan membeli kopi," tambah Kate.
Kate keluar dari ruangan itu untuk membeli kopi tapi langkahnya terhenti melihat Lusy dan Laura yang tergopoh di koridor rumah sakit. Mereka sebelumnya dibangunkan pelayan atas perintah Nick dan menyusul ke rumah sakit setelahnya.
"Mama mertua," tegur Kate.
Lusy yang melihat Kate mendekatinya dengan membabi buta melampiaskan kekesalannya pada gadis itu.
PLAK!
Satu tamparan mendarat dipipi Kate.
"Ini semua karena kau! Kau yang membawa kesialan di keluargaku! Kalau terjadi apa-apa pada cucuku, itu adalah salahmu!" teriak Lusy kemudian.
Setelah berkata seperti itu, Lusy berlalu meninggalkan Kate yang masih memegang pipinya yang terkena tamparan.
Laura tentu saja tersenyum kemenangan melihat itu semua. Sebelumnya dia merasa takut, dia tidak menyangka obat tidur yang dia berikan pada Mich akan membuat efek samping pada bocah itu. Tapi melihat bagaimana Lusy menampar Kate membuat rasa takut hilang seketika.
Sementara Kate masih terdiam di tempatnya.
"Seharusnya aku membawa Nick kawin lari saja!" gumam Kate mencoba menahan emosi.
🌹🌹🌹