
๐น๐น๐น
Hari demi hari Kate lalui dengan terus hidup sehat, setiap pagi dia yoga dan selalu memakan makanan bergizi. Dia rutin mengecek kandungan seminggu sekali dan teratur minum obatnya tapi dia masih menyembunyikan keadaan dirinya pada keluarga.
Sementara berat badan jangan ditanya, Kate saat ini sudah mencapai 85 kg di usia kandungan 3 bulan.
Kate sering merasa sesak dan juga pusing bahkan pandangannya menjadi rabun tapi dia menahan semuanya agar Zigot bisa lahir.
Saat ini dia tengah melakukan yoga di pinggir kolam renang dengan badan besarnya itu.
"Kenapa tidak ikut kelas hamil lagi?" tanya Lusy tiba-tiba.
Kate membuka mata yang saat itu tengah semedi untuk mendapatkan ketenangan jiwa.
"Mereka mengataiku jelek dan tidak pantas jadi istri Nick, mama mertua! Aku tidak mau tersulut emosi yang akhirnya menghajar mereka. Aku tidak mau nanti dilaporkan polisi dan masuk penjara kan gak lucu istri Sultan masuk penjara mana hamil lagi," jelas Kate panjang lebar.
"Benarkah?" tanya Lusy tidak percaya.
"Untuk itu aku lebih baik berdiam diri dirumah agar darah tinggiku stabil," ucap Kate yang mulai memejamkan matanya lagi.
Dan tak lama Hans mendekati istrinya. "Mom, ayo kita jemput Mich sekolah setelah itu kita jalan-jalan ke mall."
"Iya Dad, aku juga mau ke salon mau manicure pedicure!" sahut Lusy girang.
Yang mana membuat Kate langsung berdiri karena mau ikut dengan kedua mertuanya. Tapi karena terlalu cepat berdiri, dia kurang hati-hati dan terpeleset ke kolam renang.
BYUR!
"Buntalan!" teriak Lusy khawatir.
Tapi tak lama Kate menyembul dengan telentang.
"Hehehe... punya badan gendut jadi multifungsi bisa mengambang. Asyik!" ucap Kate kemudian.
๐น๐น๐น
Kate akhirnya ikut kedua mertuanya untuk menjemput Mich sekolah. Sesampai di sekolah Kate langsung turun dari mobil untuk menyambut anaknya karena sudah lama dia tidak melakukan itu.
Pada saat itu Mich sedang berjalan bersama Lila. Dan Lila terkejut melihat perubahan drastis Kate.
"Mommy-mu tumbuh dengan baik, Mich," ucap Lila.
"Aku pulang duluan, Lila! Byee.. tetap jaga kecantikanmu!" ucap Mich yang sambil berlari mendekati Kate.
Kate mengacungkan jempolnya melihat itu. Sekarang Mich jadi mudah bergaul dan bisa membuka diri pada temannya.
Keluarga kecil itu kini sudah sampai di mall dan mereka berpisah karena Hans dan Mich akan bermain di game center sementara Lusy akan ke salon.
"Nanti kita berkumpul di food court!" ucap Hans.
Lusy mengangguk lalu mendelik kearah Kate. "Kita harus ke salon. Bukankah Nick sebentar lagi kembali, kau harus mempercantik diri," ucap Lusy.
"Sebentar mama mertua, ada yang ingin aku lakukan nanti aku menyusul," ucap Kate yang berlalu meninggalnya Lusy.
Kate menuju sebuah store lingerie yang ada di mall itu. Dia ingin mencari lingerie big size, Kate sudah sangat merindukan suaminya. Dia akan minta jatah satu kali saja karena mengingat di Thailand pasti banyak wanita cantik. Selama ini dia selalu menghindar jika Nick melakukan panggilan video padanya jadi yang dia lakukan hanya chat atau telpon biasa.
"Maaf Nyonya, ukuran seperti yang Anda inginkan tidak ada," ucap pelayan toko.
Kate mendengus, dia sangat merindukan tubuhnya yang dulu.
Dan pemandangan itu tak luput dari perhatian pengunjung toko itu seolah mereka mencibir Kate. "Tidak tahu diri!"
"Oke Kate, ayo kita main cantik!" gumam Kate dalam hati.
Lalu Kate mengambil gepokan dolar dalam tasnya setelah itu dia buang disepanjang jalan keluar dari store lingerie itu sambil bernyanyi.
Harta dan Tahta
Jelek gak papa asal banyak duitnya
Yang penting apa
Harta dan tahta
Jelek gak papa asal banyak duitnya
"Kena mental gak tuh!" pekik Kate dalam hati seraya mengibaskan rambutnya.
๐น๐น๐น