Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
Harapan Kate



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Haruskah kau pergi, Nick," ucap Kate sambil memasangkan dasi Nick seperti biasa.


"Hm, aku ada proyek di Western yang harus ku tinjau jadi baik-baiklah selama aku pergi. Aku titip Mich padamu," ucap Nick dengan menarik pinggang Kate dan memberi gadis itu satu kecupan di bibirnya.


Kate langsung memeluk Nick yang akan meninggalkannya beberapa hari ke Western.


"Bahkan saat kau belum pergi, aku sudah merindukanmu," lirih Kate.


Nick membalas pelukan Kate. "Aku pasti cepat kembali!"


Setelah itu mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan, dimana di meja makan sudah ada Mich dan Lusy.


"Morning, boy!" ucap Nick sembari mengecup pipi anaknya lalu pindah mengecup pipi mommy-nya. "Morning, Mom!"


Lusy enggan menanggapi, dia saat ini dalam mode ngambek.


Mereka semua sarapan bersama, hingga Nick berpamitan pergi bersama Scott yang sudah menunggunya.


Kate terus memandangi mobil Nick yang semakin menjauhi mansion lalu dia menghela nafasnya panjang karena harus menghadapi Lusy seorang diri dan tidak ada yang membelanya lagi.


"Mich, come on... " teriak Kate saat masuk ke dalam, dia memanggil bocah itu karena sudah siap mengantarnya sekolah.


"Mulai sekarang aku yang akan antar jemput Mich sekolah, aku tidak ingin cucuku diasuh oleh gadis tidak benar sepertimu," ketus Lusy sambil merampas kunci mobil yang ada ditangan Kate.


"Jangan harap bisa menggunakan fasilitas disini," tambah Lusy lagi. Lalu dia juga merampas tas Kate dan mengacak isinya saat dia menemukan black card milik Nick dia langsung mengambilnya.


"Jangan mimpi bisa menggunakan uang anakku!"


Setelah itu Lusy menjauhi Kate dan mengantar Mich sekolah seperti yang dia katakan sebelumnya.


Sementara Kate hanya diam mematung sambil memunguti barangnya yang berserakan karena ulah Lusy sebelumnya, dia memunguti satu-satu dan memasukkan kembali dalam tasnya.


"Ternyata mertua kejam tidak hanya ada di drama Korea saja," gerutu Kate kemudian.


Kate harus hemat mulai sekarang oleh karena itu dia lebih memilih menggunakan motor untuk bepergian, tentu saja motor yang dia pakai adalah punya salah satu pelayan di mansion Nick yang dia pinjam.


"Bywater Street," ucap Bos ditempat Kate bekerja.


Kate menerima beberapa kotak pizza yang siap dia antar ke alamat yang disebutkan sebelumnya.


"Ayeye Kapten!" balas Kate dengan senyum cerianya.


Kate mengendarai motor menyusuri jalanan kota London saat sampai di alamat dengan segera Kate mengetuk pintu.


"Pizza datang!" teriak Kate.


Saat malam tiba, Kate menjadi pelayan di salah satu mini bar, disana Kate sering mendapat tips dari pelanggan karena dia sangat ramah dan suka memberi tebak-tebakan lucu pada pengunjung.


"Hewan, hewan apa yang ada di tempat sampah?" tanya Kate.


"Hewan salah alamat!"


Kate menggeleng. "Jawabannya Gajah!"


"Kok Gajah?"


"Gajahlah kebersihan, hahaha..."


Dan seperti biasa Kate akan mendapat tips dari mereka.


Karena melakukan dua pekerjaan sekaligus, Kate pulang larut malam setiap harinya. Dan setiap pulang pasti dia akan mendapat makian dari Lusy tapi Kate selalu menebalkan kupingnya.


"Mama mertua kalau marah-marah terus cepat keriput, mau?"


Yah, Kate punya seribu satu cara untuk membuat Lusy sakit kepala.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Laura, yang benar saja. Kenapa baju yang aku pakai begitu kurang bahan begini. Aku seperti telanjang, ada yang lain tidak," protes Kate saat dia disuruh memakai baju yang mirip bikini.


"Memang begitu modelnya Kate, temanya kan summer!" sahut Laura sambil tersenyum puas dalam hati.


"Aku tidak mau! Tubuhku hanya boleh dilihat oleh Nick seorang," ucap Kate sambil membuka baju yang dia kenakan.


"Kalau kau mau memakai baju itu, aku akan membayarmu dua kali lipat," tawar Laura.


Kate terdiam sejenak sambil berfikir kalau dia terima pasti semakin cepat dia membeli cincin yang dia inginkan.


"Baiklah, janji dua kali lipat!" ucap Kate.


Laura tersenyum miring. "Dasar ja*lang!" umpat Laura dalam hati.


Kate mengatur degupan jantungnya saat akan berjalan di catwalk, dia berharap Nick tidak melihat semua ini.


Tanpa Kate sadari ternyata acara itu disiarkan di acara televisi nasional. Karena sebelumnya dia sibuk bekerja jadi melewatkan beberapa informasi dari acara fashion show itu. You know lah ya, Kate hidupnya itu lempeng aja.


Dengan senyum manisnya Kate berjalan lenggak lenggok di catwalk, beberapa kali dia berganti baju dan Laura selalu memilihkan pakaian yang minim untuk dipakai Kate.


"Akhirnya selesai juga," desah Kate. Dia tidak akan mau lagi menjadi model beginian.


Setelah itu dia menemui Laura untuk meminta bayaran.


"Tenang dulu Kate, baru juga selesai acara. Istirahatlah dulu!"


Kate menggeleng. "Aku ada pekerjaan lain dan ingin cepat pergi!"


Akhirnya Laura memberi amplop tebal untuk Kate.


"Thanks, untuk selanjutnya aku tidak mau lagi!" ucap Kate berlalu pergi.


Kate dengan memakai motornya menuju mini bar tempatnya bekerja. Tapi saat dia berhenti karena lampu merah menyala, layar besar yang ada dipusat kota menayangkan siaran fashion show Laura sebelumnya dan Kate menjadi fokus dari kamera disana.


"Oh my God!" pekik Kate.


Dia buru-buru meraih ponselnya untuk menghubungi Laura dan menepi di jalan sejenak.


"Laura, bisa tidak model yang lain jadi fokusnya? Aku kan model abal-abal kenapa aku terus yang disorot kamera," protes Kate.


"Kenapa Kate? kau begitu seksi seharusnya kau bangga!" sahut Laura.


"Tapi... "


TUT!


Sambungan telpon itu dimatikan sepihak oleh Laura.


"Oke Kate. Berfikirlah positive, pasti besok juga udah gak ada itu siaran!" gumam Kate kemudian.


Dan saat sampai di mini bar, semua mata memandang ke arah Kate karena siaran televisi disana lagi-lagi menampilkan acara fashion show itu.


"Wow! Kau seorang model, Kate!"


"Bos, ganti saja chanelnya!" protes Kate dengan meraih remote televisi yang akan mengganti chanel itu.


Tapi Kate dibuat heran karena beberapa chanel tetap menampilkan siaran itu.


"Acara itu di sponsori perusahaan besar pasti mereka membayar mahal beberapa stasiun televisi untuk promosikan acara itu," ucap Bos Kate.


Seketika Kate langsung teringat jika perusahaan Nick yang jadi sponsor acara itu.


"Aku berharap satelit di luar angkasa sana di serang alien agar saluran internet di bumi mati semua," gumam Kate.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน