Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
Menjelma



🌹🌹🌹


"Bagaimana rasanya berkencan? Apa kau menikmatinya?" tanya Nick dalam perjalanan pulang.


Sebelumnya mereka menghabiskan waktu di pacuan kuda dan makan disana.


"Ini diluar ekspektasiku," gumam Kate.


Nick mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Aku pikir kencan itu seperti kita berjalan ke mall atau nonton, belanja bersama," sahut Kate.


"Oh, jadi kau mau seperti itu. Baiklah, kita akan mampir ke mall dan berbelanja!"


Nick berbelok arah menuju mall terdekat, sesampai disana mereka berjalan menuju toko make up brand ternama.


"Belanjalah!" ucap Nick, setelah itu dia duduk menunggu Kate.


Yang mana membuat Kate mengulum senyumnya, dia merasa begitu bahagia hari ini. Saat sedang memilih lipstik, Kate mencuri pandang melihat Nick melalui kaca yang ada disana.


Dan senyumnya luntur saat ada wanita yang mendekati Nick.


"Ck, nenek sihir itu kenapa ada disini," decak Kate tidak suka.


Biasanya dia biasa saja saat Nick berdekatan dengan wanita, apalagi dia sudah biasa melihat Nick dipandangi wanita dengan tatapan lapar. Tapi aneh kali ini berbeda dada Kate begitu panas seperti mau terbakar.


"Penyakit apa lagi ini," gumam Kate.


Laura berbelanja di mall bersama Chloe, tapi tak sengaja matanya melihat sosok yang sangat dirindukannya. Nick tengah duduk di sebuah toko make up sambil memainkan ponselnya. Karena penasaran Laura mendekati Nick, dan benar saja itu Nick pria yang sangat ingin dimilikinya.


"Nick, apa yang kau lakukan disini?" tegur Laura.


Nick yang mendengar namanya dipanggil sontak menoleh ke sumber suara, ternyata Laura sudah berdiri dengan anggun di depannya.


"Laura... "


"Kau pasti kagum melihatku yang semakin cantik kan."


Lalu Laura duduk disamping Nick dan bergelayut manja di lengannya.


"Kau mau kan Nick menjadi sponsor di acara fashion show butikku?" tanya Laura memelas.


Sebelumnya karena Nick enggan menerima panggilan dari Lusy lagi, Lusy menghubungi Scott dan menyuruh Nick agar bisa menjadi sponsor di acara Laura.


Nick menghela nafasnya panjang dia tidak ingin hubungannya dengan Lusy tambah buruk.


"Baiklah, aku akan menjadi sponsornya," ucap Nick kemudian.


Laura tersenyum girang mendengarnya.


Nick mengernyit. "Kate? kau mau menjadikan dia modelmu?"


"Iya, anggap sebagai permintaan maafku padanya yang sudah menghinanya. Aku tahu aku salah," ucap Laura dengan senyuman palsunya.


"Lebih baik kau tanya sendiri pada orangnya!"


"Dia ada disini?"


Dan tak lama Kate mendekati keduanya dengan sorot mata tajam.


Kate membuka lipstik merah darah yang ada ditangannya lalu memakai di bibirnya setelah itu sengaja Kate menyeka bibirnya ke samping yang mana membuat lipstik itu belepotan yang menjadikannya seperti vampire yang baru saja menghisap darah manusia.


Laura yang melihat itu menelan ludahnya serak, ingatan tentang upil itu terngiang kembali di otaknya dan sekarang apa yang akan dibuat gadis itu.


"Jangan dekati duda tampanku!" teriak Kate dengan lantang.


Yang mana membuat Nick langsung berdiri mendekati Kate karena semua mata tertuju padanya.


"Ayo kita pulang!" ajak Nick dengan menggandeng tangan Kate.


"Nick, dadaku terasa panas melihatmu bersama nenek sihir itu," rengek Kate.


"Itu namanya cemburu, bodoh!"


"Jadi begini rasanya cemburu, sangat tidak menyenangkan Nick. Aku tidak menyukainya," ucap Kate dengan berkaca-kaca.


"Astaga, aku juga cengeng. Seingatku terakhir mengeluarkan airmata saat orangtuaku meninggal dan pecah perawan denganmu. Dan apa ini sekarang?"


"Penyakit jatuh cinta memang aneh!"


Nick semakin terkekeh mendengar penuturan Kate, lalu dia menyeka bibir Kate yang belepotan lipstik dengan sapu tangannya.


Laura yang melihat bagaimana Nick begitu perhatian dengan Kate menjadi semakin geram. Dia mendekati keduanya dengan senyuman palsunya.


"Hai Kate!" sapanya.


Mendengar itu mata Kate langsung membulat buru-buru dia menggandeng tangan Nick dan berlari menjauhi Laura.


"Nenek sihir sedang menjelma!"


"Kabur... "


Laura menghentakkan kakinya melihat keduanya menjauhinya.


"Awas kau gadis rendahan!" batin Laura menjerit.


🌹🌹🌹