
๐น๐น๐น
Lusy yang kesal pada Kate akhirnya memutuskan untuk menemui Laura di butiknya. Lusy tidak habis fikir ada makhluk seperti Kate di dunia ini.
Saat sampai di butik, Lusy disambut Laura dengan gembira akhirnya Laura punya sekutu.
"Aunty, kenapa tidak bilang jika ada di London," sapa Laura dengan menautkan pipinya.
Laura membawa Lusy ke ruangannya untuk minum teh bersama.
"Aku sedang sibuk mengurus hama di mansion Nick sampai lupa segalanya," sahut Lusy dengan wajah masam.
"Hama? pasti gadis rendahan itu kan," gumam Laura dalam hati.
Laura ingin menampilkan sikap lemah lembut di depan Lusy jadi dia tidak ingin terlalu menunjukkan kebenciannya pada Kate.
"Gadis itu membuat kepalaku pusing, dia dengan terang-terangan menggoda Nick di depanku. Apa tidak gila itu namanya!" keluh Lusy.
"Latar belakang seseorang memang sangat mempengaruhi kan, Aunty," ucap Laura mengompori.
Lusy menggeleng. "Aku dari dulu tidak pernah memandang hal seperti itu, aku selalu mendukung dengan siapa Nick melabuhkan hatinya. Tapi Kate? sejak pesta ulang tahun Mich waktu itu, aku tidak berani menemui teman-temanku karena malu!"
"Tapi Nick akan menikahinya, Aunty. Bahkan Nick menolakku dan lebih membela gadis itu," ucap Laura dengan tertunduk.
"Nick benar-benar terhipnotis oleh gadis itu. Jangan menyerah Laura, aku akan mendukungmu! Lebih baik makan siang hari ini kau datang ke kantor Nick dan membawakan makan siang agar hubungan kalian semakin dekat," saran Lusy.
"Tapi Nick pasti akan menolakku lagi," tambah Laura.
"Bukankah Nick jadi sponsor acara fashion show-mu jadikan itu alasan untuk menemuinya!"
Laura langsung tersenyum kemenangan dan memeluk Lusy.
"Thanks sudah mendukungku, Aunty," ucapnya.
"Panggil aku mommy sekarang, Laura!"
"Benarkah?"
Lusy mengangguk.
"Thanks Mom."
๐น๐น๐น
Sementara disisi lain, setelah mengantar Mich sekolah. Kate mendatangi Kia lagi karena ingin melakukan curhat dengan temannya itu.
"Ck, kau datang kesini pasti akan melakukan sesi curhatmu lagi kan," decak Kia kesal.
"Come on Kia, aku sudah merasakan jatuh cinta! Masalahnya aku tidak bisa bilang I love you padanya. Apa semua orang jatuh cinta memang begitu?" tanya Kate dengan polosnya.
Kate menjatuhkan dirinya diatas matras karena mereka berada di tempat gym.
"Belum juga aku bisa bilang I love you tapi masalah baru datang lagi. Mama mertuaku datang dari New York dan menentang hubungan kami. Kau tahu caranya meluluhkan hati mertua tidak?"
Kia juga ikut membaringkan tubuhnya disamping temannya itu.
"Bukankah kau sudah belajar menjadi calon istri yang baik dan benar selama ini? Bahkan kau sering menolak ajakan kami ke klab. Kau banyak berubah Kate," ucap Kia.
"Ya, itu semua berkat Nick. Pria tampan itu begitu sabar menghadapiku. Ah, aku jadi merindukannya," desah Kate lagi.
"Aku yakin calon mertuamu pasti akan menerimamu, Kate. Mereka hanya perlu waktu," Kia mencoba memberi semangat.
Bersamaan dengan itu ponsel Kate berdering dan nama Nick yang tertera disana. Dengan cepat Kate menerima panggilan itu.
"Hallo pria tampanku," jawab Kate.
"Kitty, mau makan siang bersama?" tanya Nick.
"Tapi aku harus menjemput Mich sekolah!"
"Biar Scott yang menjemput Mich, sekarang datanglah ke kantorku!"
Kate tersenyum girang dan berpamitan pada Kia karena ingin cepat menemui duda tampannya.
Sesampai di kantor Nick, Kate berlarian kecil saat masuk gedung itu.
Tapi dia merasa heran saat masuk para karyawan tengah berbisik dan menertawakannya.
"Apa ada yang salah dengan penampilanku?" gumam Kate.
Hingga salah satu karyawan menegurnya. "Hai, miss upil."
Ternyata video rekaman cctv Kate dan Laura waktu itu sudah menyebar dan menjadi buah bibir di kantor Nick.
Ada yang mendukung Kate ada juga yang memandang Kate rendah karena tidak cocok disandingkan dengan Nick yang tampan dan sempurna.
"Ah, bodoh amat! Yang penting tongkat bisbol Nick sudah jadi milikku!" gumam Kate lagi.
Mengingat itu wajah Kate jadi memanas.
"Apa kita akan main jaran goyang ronde kedua?"
"Kyaaaaa.... "
๐น๐น๐น
Serius nanya! Bikin ronde kedua nggak ini?๐