Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
Wanita Jahat



🌹🌹🌹


Di dalam ruangan Mich dirawat, Lusy terus mengelus wajah cucu kesayangannya. Sementara Nick mengintrogasi Laura yang saat ini mereka duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Apa kau yang membuat susu untuk Mich?" tanya Nick penuh selidik karena Nick curiga di susu itu lah obat tidur itu ditaruh karena setelah meminum susu itu Mich dengan cepat tertidur.


Laura menggeleng. "Salah satu pelayanmu yang membuatnya, kopimu juga Nick," ucap Laura jujur.


Yah, memang Laura yang menyuruh pelayan yang membuatnya tapi saat mengantarnya dia menaruh obat itu diam-diam dan jauh dari jangkauan cctv jadi Laura saat ini merasa aman karena pelayan itulah yang akan tertuduh.


"Aku akan menyelidiki ini dan kau jangan kembali ke New York sebelum aku menemukan pelakunya," ucap Nick penuh penekanan.


"Kau menuduhku, Nick?"


"Anggap saja begitu, semua bisa jadi tertuduh!"


"Kau keterlaluan Nick, aku hanya ingin memberikan perhatian seorang ibu tapi kau malah menuduhku!" kesal Laura.


Bersamaan dengan itu Kate kembali ke ruangan Mich dengan membawa 4 gelas kopi. Kate duduk disamping Nick dan memberikan satu gelas kopi pada pria itu.


"Minumlah," ucap Kate.


Laura semakin kesal melihat Kate yang tebal muka, dia pikir setelah Lusy menamparnya tadi Kate tidak akan kembali lagi tapi justru Kate kembali dengan membelikan mereka kopi.


"Thanks, Kitty," ucap Nick saat menerima gelas kopi itu.


Laura berdehem. "Apa Kate juga kau tuduh, Nick?" tanya Laura.


"Jaga bicaramu, Laura!" bentak Nick.


"Yah, siapa tahu kan dia menyuruh pelayan memasukkan obat itu dan sekarang dia bertindak seperti seorang penyelamat untuk mencari perhatianmu!"


BRAK!


Kate menggebrak meja, dia sudah tidak tahan. Dari tadi dia sudah menahan emosinya dan sekarang kesabarannya sudah habis.


Laura terkekeh. "Kau pikir aku percaya! Kau tidak diterima jadi menantu lalu kau mencelakai Mich dan bertindak seperti penyelamat untuk menarik perhatian Nick dan mom Lusy kan?" ucap Laura ingin memutar balikkan fakta.


"Drama macam apa itu? Aku tidak pernah punya pikiran seperti itu!" elak Kate.


"Hentikan! Jangan membuat situasi semakin rumit, Laura. Lebih baik kau pergi!" usir Nick.


Lusy yang mendengar perdebatan itu sedari tadi ikut menimpali.


"Laura, tetap disini. Yang seharusnya pergi itu adalah kau!" ucap Lusy dengan menunjuk Kate.


Kate pergi tanpa membalas perkataan mereka lagi, rasanya sudah cukup dia menerima penghinaan dan tuduhan mereka.


"Bawa kopimu ini! Kau pasti menaruh obat di dalamnya!" teriak Lusy dengan melempar kopi panas dan mengenai wajah Kate.


"Akhhhh... " teriak Kate kesakitan menerima lemparan kopi panas itu.


Lusy kaget, dia tidak menyangka akan mengenai wajah Kate, dia mencoba menggertak gadis itu saja.


"Apa yang Mom lakukan!" teriak Nick geram calon istrinya diperlakukan seperti itu.


"Nick, panas!" keluh Kate.


Nick segera menggendong Kate dan membawanya keluar untuk mencari petugas rumah sakit agar membantu menyelamatkan gadis itu.


Sementara di ruangan Lusy terduduk di tempatnya, dia tidak menyangka akan bertindak demikian. Dia terlalu tersulut emosi dan Kate menjadi pelampiasannya.


Tentu saja yang diuntungkan disini Laura, wanita itu mendekati Lusy berusaha menenangkan.


"Tenanglah, Mom. Setelah ini pasti gadis itu sadar diri siapa dirinya. Bukankah itu yang Mom mau? Jika Nick tidak bisa melepas gadis itu sekarang biar gadis itu yang melepas Nick!"


🌹🌹🌹