Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Rencana Jahat



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bianca yang sudah melahirkan seminggu ini ingin menghubungi Mich karena ingin memperlihatkan anak-anaknya kembar lima yang disebut Pandawa oleh keluarganya. Hari itu hari minggu pasti Nick sedang libur dan di Indonesia sudah siang hari berarti di London masih pagi.


"Apa kabar, Nick?" sapa Bianca.


"Baik Bee. Kau sudah melahirkan, Bee?" tanya Nick disana.


"Iya mereka saat ini sedang minum susu, dimana Mich?"


"Sedang berenang bersama Kate, sebentar aku temui mereka berdua." Nick berkata sambil berjalan menuju kolam renang.


"Kate tidak apa-apa kan, Nick? aku takut dia ada masalah kehamilan mengingat badannya yang naik drastis. Tolong jaga dia, dia tidak punya siapa-siapa Nick. Aku titip Kate padamu," ucap Bianca panjang lebar.


"Of Course Bee, kau tahu Kate baru saja merobohkan ranjang," sahut Nick dengan terkekeh.


Bianca tertawa disana dan bersamaan Nick yang sampai di kolam renang. Nick mengalihkan panggilan jadi video.


"Hai, Mom. Where is baby's?" sapa Mich.


Bianca mengarahkan kamera pada kelima anaknya yang sedang minum susu dengan para Nanny Pandawa.


"Look Mich, mereka ada lima dan berwajah sama!" ucap Bianca.


"Amazing! Adik nanti pasti juga seperti itu kan," tanya Mich takjub.


"Yah, jaga adik dengan baik ya!"


Dan pemandangan itu tentu saja dilihat oleh Kate sontak Kate memegang perutnya. "Kau pasti bisa lahir ke dunia juga seperti mereka," batin Kate.


Kate kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum itu dia menimbang kembali berat badannya.


"95kg! Kenapa naik lagi," gerutu Kate.


Lalu Kate meraih ponselnya untuk menghubungi Dokter kandungannya karena dia sudah hidup sehat dan rutin minum obatnya tapi kenapa seolah berat badannya tetap naik drastis dan juga kakinya semakin membengkak yang mana membuatnya kesulitan berjalan.


"Nyonya sebaiknya bicara pada tuan Hoult untuk masalah ini. Ini bisa menyebabkan kerusakan organ, seperti edema paru, gagal ginjal, dan gagal hati," jelas Dokter.


"Tidak apa-apa tubuhku rusak dan organku rusak yang penting Zigotku bisa dilahirkan Dok, suamiku sangat mencintai anaknya," ucap Kate.


Dokter menghela nafasnya disana. "Bertahanlah sampai bulan ke-7 Nyonya! Kita harus mengangkat bayi di usia 7 bulan atau keadaan Nyonya semakin parah dan terjadi komplikasi yang akan membahayakan ibu dan janinnya!"


"Aku pasti bisa Dok, aku wonder woman!"


"Baiklah saya akan resepkan vitamin dan juga minggu depan saat kontrol kandungan saya akan menyuntikkan obat MgSO4 untuk mencegah komplikasi seperti kejang dan lainnya," ucap Dokter.


"Terimakasih Dok. Chloe yang akan mengambil vitaminnya!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sesuai permintaan Kate saat ini Chloe mengambil resep vitamin Kate yang baru ke rumah sakit.


John dan Laura mengintai Chloe yang mana John saat ini tengah meretas data untuk mendapat informasi obat yang akan diambil oleh Chloe.


"Sepertinya vitamin dan obat antihipertensi," ucap John saat berhasil mencuri data rumah sakit.


Laura tersenyum miring. "Biar aku temui pengkhianat itu!" ucap Laura keluar dari mobil.


Dan Laura masuk ke dalam rumah sakit untuk mendatangi Chloe dan berpura-pura jika mereka bertemu secara kebetulan.


Saat itu Chloe sudah berhasil mendapat vitamin Kate dan Chloe segera pergi ke mansion majikannya.


Tapi saat sudah sampai dipintu keluar, dia berpapasan dengan mantan majikannya.


"Hai Chloe, apa kabar?" tanya Laura ramah.


Chloe tersenyum kikuk. "Ba-baik Nona."


"Jangan memanggilku begitu, aku bukan majikanmu lagi panggil nama saja."


"I-iya Laura."


"Kebetulan sekali kita bertemu, aku akan kembali ke New York besok. Apa kau juga ingin kembali?" tanya Laura.


"Aku menetap disini, Laura!"


"Benarkah? kau bekerja dengan Nick sekarang ya!"


Chloe mengangguk. "Aku permisi duluan!"


Saat Chloe akan menjauh langkahnya ditahan oleh Laura.


"Ayo kita minum kopi bersama sebagai tanda perpisahan!" ajak Laura.


"Aku buru-buru, Laura!" tolak Chloe tapi Laura tetap memaksanya hingga akhirnya mereka pergi ke Starbuck terdekat.


"2 coffe latte, please!" ucap Laura memesan kopi dan saat pesanan kopinya jadi, Laura segera membawa dua kopi itu pada Chloe yang menunggunya di salah satu meja.


Laura tersenyum sinis dan sengaja pura-pura tersandung yang akhirnya membuat kopi yang dibawanya tumpah ke baju Chloe.


"Maaf Chloe," ucap Laura.


"Tidak apa-apa!" Chloe menjauh ke toilet untuk membersihkan diri yang meninggalkan tasnya disana.


Kesempatan itu dibuat oleh Laura untuk memulai rencana jahatnya.


Laura mengambil tas Chloe dan mencari obat Kate setelah itu dia tukar isinya dengan obat yang sudah dia bawa sebelumnya.


"Hahaha... Kali ini kau yang kalah!" Laura tertawa jahat dalam hati.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน