Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Wonder Woman



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Plok! Plok! Plok!


Teman-teman Nick memberi applause pada pria itu yang mana membuat Laura salah tingkah. Dia ingin meninggalkan tempat acara tapi ditahan oleh Nick.


"Mau kemana kau? Aku jauh-jauh dari London kesini hanya untukmu," ucap Nick kemudian.


Mendengar itu Laura tersenyum kemenangan, dia pikir Nick akan membuka hati untuknya.


"Benarkah?" tanya Laura tidak tahu malu.


Nick menyeringai. "Aku ingin menangkap penyihir jahat sepertimu!"


"Apa maksudmu, Nick?"


"Kau yang membuat keadaan istriku semakin memburuk Laura!"


"Jangan asal menuduh, Nick! Apa buktinya jika aku melakukannya?"


Nick mendekati Laura dengan tatapan nyalang. "Matamu membuktikan semuanya!"


"Kau ingin tahu Laura kenapa dari dulu aku tidak bisa menyukaimu? Karena setiap melihatmu aku tidak pernah melihat mata ketulusan!"


"Kate memang selalu menggodaku tapi diam-diam dia mempunyai hati yang tulus dan kau merasa terancam karena itu bahkan dalam keadaannya seperti sekarang kau kalah darinya Laura! Akui dari awal kau sudah kalah!"


"Aku tidak akan melepasmu kali ini," tambah Nick dengan ancaman.


Yang mana membuat Laura langsung berlari menjauhi Nick.


"Larilah selagi kau bisa!" teriak Nick.


Bersamaan dengan itu, Scott mendekati Bosnya dan memberi laporan.


"Saya sudah mendapatkan rekening koran Nona Laura, Bos!"


Memang Nick menggunakan koneksi yang dia punya untuk mendapatkan bukti kejahatan Laura. Nick meninggalkan acara dan didalam mobil, Nick terus mengamati transaksi apa saja yang dilakukan wanita itu.


Hingga mata Nick berhenti pada satu nama dimana ada bukti transferan dalam jumlah banyak di hari dan tanggal Laura meninggalkan London.


"Cari informasi mengenai Jonathan Pangbon, Scott!"


Keesokan harinya


Scott memberi laporan lagi pada Nick siapa itu John, ternyata John juga buronan polisi yang mana dia sering meretas sistem bank dan mencuri uang disana.


"Berapa Laura membayarnya! Kita naikkan lima kali lipat! Aku yakin dia saat ini kesulitan menyembunyikan diri!"


Lalu Nick menghubungi kenalannya yang seorang polisi untuk melacak keberadaan John.


"Saksi kunci dari semuanya," gumam Nick.


Sudah dua hari ini, Nick masih berada di New York dengan terus menunggu berita mengenai John berada.


Hingga ponsel Nick berdering, saat akan menerima panggilan Nick mengernyit karena itu adalah nomor tidak dikenal.


"Halo," jawab Nick.


"Sialan! Apa maumu, hah!"


Nick semakin keheranan tiba-tiba suara itu yang terdengar, sejurus kemudian Nick menyeringai pasti ini adalah John yang merasa terancam keadaannya.


"Jonathan Pangbon, right?" tanya Nick kemudian.


"Diam! Aku tidak ada hubungannya dengan keadaan istrimu yang sekarang jadi tarik semua polisi yang kau suruh untuk menangkapku," ucap John yang baru saja dikejar-kejar polisi dan mendapat luka tembak di kakinya.


John langsung terdiam sadar akan kebodohannya.


"Aku akan memberimu penawaran lima kali lipat dari penawaran Laura jika kau mau jadi saksi kunci dan aku akan menjamin jika masa hukumanmu akan diringankan!" ucap Nick.


"Tapi semua pilihan ada ditanganmu, kau mau menyerahkan diri atau ditangkap dan dipenjara seumur hidup," tambah Nick.


John mulai terpancing disana, apapun pilihannya dia akan tetap berakhir dipenjara tapi jika memilih penawaran Nick setidaknya hukumannya akan ringan.


"Baiklah, aku terima penawaranmu!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Laura terus mondar-mandir tidak jelas di mansionnya, dia terus mencoba menghubungi John tapi tidak bisa karena aksesnya diblokir.


"Sebenarnya dimana dia," gumam Laura.


Karena merasa terancam dengan perkataan Nick sebelumnya, Laura memutuskan akan pergi dari New York.


"Ck, ini karena si buruk rupa itu! Aku jadi seperti buronan!" decak Laura kesal.


Sejurus kemudian tertawa terbahak-bahak. "Tapi setidaknya dia akan mati!"


Dan tak lama dia langsung menangis. "Hiks! Kenapa semua orang tidak bisa mencintaiku! Kenapa justru gadis rendahan sepertinya banyak disukai orang!"


"Aku kaya, aku cantik, aku punya segalanya tapi..."


"Aku kosong!"


Laura terus merancau tidak jelas kadang dia menangis kadang dia tertawa. Dia sangat iri pada Kate yang tidak memiliki apa-apa tapi banyak yang menyukainya bahkan bisa memiliki Nick.


"Tapi tidak akan lama lagi semua akan berakhir, dia akan mati bersama bayinya dan aku yang membunuhnya. Hahaha... "


Laura tertawa kemenangan tanpa dia sadari, Nick mengawasi sejak tadi dengan geram.


Dengan bantuan John, cctv di mansion Laura berhasil diretas oleh karena itu setiap pergerakan wanita itu bisa diawasi.


"Itu sudah cukup menjadi bukti!" ucap Nick. Lalu dia mendelik kearah asistennya. "Hubungi kepolisian untuk menyeret wanita itu ke penjara, Scott! Beri hukuman setimpal dan jangan sampai dia lolos lagi kali ini!"


"Baik Bos."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Nick mendatangi ruangan dimana Laura saat ini berada. Wanita terus berontak dan tidak mau memberi keterangan setelah ditangkap polisi sebelumnya.


"Nick, Nick... tolong aku Nick! Mereka semua menuduhku! Bebaskan aku!"


Laura terus berteriak menanggil Nick saat tahu pria itu mendekatinya.


"Aku tidak menyakitimu karena kita berteman sebelumnya tapi setelah ini jangan sampai aku melihatmu lagi atau aku bisa mencincangmu hidup-hidup!" geram Nick.


Laura terkesiap kenapa Nick selalu saja menolaknya. "Aku mencintaimu Nick... I love you!"


Nick menggeleng. "Kau hanya terobsesi padaku, Laura! Jadi sekarang nikmati obsesimu itu seumur hidup! Kali ini akan aku pastikan kau tidak akan bisa menghirup udara kebebasan!"


Setelah berkata seperti itu, Nick meninggalkan Laura begitu saja tanpa menoleh ke belakang lagi.


"Hahaha... Aku tidak akan menyesal! Setidaknya aku sudah menyingkirkan dia!" teriak Laura.


Nick menghentikan langkahnya sejenak. "Istriku wanita terkuat di bumi, dia tidak akan menyerah dengan mudah! Dia wonder woman!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน