
🌹🌹🌹
Sudah dua minggu ini Kate dibantu mama mertua Lusy mempersiapkan acara pernikahan. Dari gedung, catering, undangan dan remeh temeh lainnya sudah selesai. Menunggu hari H yaitu lusa yang mana membuat Kate begitu gugup.
"Aku lelah mama mertua, mau makan es krim disana," tunjuk Kate pada salah satu kedai es krim.
Saat ini mereka baru saja fitting baju pernikahan dan dalam perjalanan pulang ke mansion.
"Baru sepuluh menit lalu kita makan burger dan kau habis 3 porsi. Apa masih mampu menampung makanan perutmu itu?" tanya Lusy keheranan.
"Ayolah mama mertua, aku sangat ingin makan es krim itu," rengek Kate seperti anak TK.
Akhirnya mau tidak mau Lusy menuruti calon pengantin itu.
Lusy bergidik ngerti Kate bisa menghabiskan 2 gelas es krim besar.
"Mama mertua, apa aku boleh minta sesuatu," ucap Kate dengan memegang perutnya yang kekenyangan.
"Apa lagi?"
"Aku ingin mama mertua memegang kepala pria botak itu," ucap Kate dengan menunjuk salah satu table.
Lusy menoleh kesana dan terkejut bukan main melihat pria yang dimaksud Kate adalah pria berbadan besar, berotot dengan kepala botak mengkilat.
"Aku tidak mau!" tolak Lusy.
"Huaaaa... Huaaaa... " Kate mulai menangis histeris karena permintaannya tidak dituruti dan itu menjadikan pusat perhatian pengunjung.
"Mama mertuaku jahat pemirsa!" teriak Kate.
Yang mana membuat Lusy begitu malu karena semua pengunjung menatap padanya dengan berat hati Lusy akhirnya mendekati pria botak itu.
"Maaf apa saya boleh memegang kepalanya, menantu saya yang gila yang menyuruhnya," ucap Lusy meminta ijin.
Pria itu mengangguk.
"Mama mertua putar-putar terus!" teriak Kate memberi kode pada Lusy.
Kate tertawa puas Lusy memenuhi semua permintaannya, sebenarnya dia juga heran kenapa akhir-akhir ini nafsu makannya bertambah berkali-kali lipat dan menginginkan sesuatu yang aneh.
Saat sampai di mansion, Lusy buru-buru keluar dari mobil untuk mencari suaminya. Biasa Lusy akan mengadu tentang sikap Kate yang suka mengerjainya.
"Sudah tidak apa," ucap Hans sambil mengelus punggung istrinya yang menangis di pelukannya.
"Janji ya Dad setelah mereka menikah kita langsung pulang ke New York!"
"Iya-iya!"
Sementara Kate dengan wajah tanpa dosanya naik ke lift dan menuju kamarnya berada. Didalam kamar dia merebahkan dirinya diatas ranjang lalu menoleh kesamping dimana Nick biasanya berada. Kate menangis mengingat dua minggu ini harus berpisah dengan Nick karena Nick melakukan perjalanan bisnisnya lagi. Pria itu ingin menyelesaikan semua pekerjaannya agar bisa mengambil cuti panjang saat menikah nanti.
"Nick, aku merindukanmu," lirih Kate.
Tanpa Kate duga tiba-tiba lampu di kamarnya mati begitu saja. Lalu dari arah walk in closet muncul sosok Nick bersama Mich membawa kue dengan banyak lilin yang menyala.
"Happy Birthday to you... "
"Happy Birthday to you... "
"Happy Birthday... Happy Birthday... "
"Happy Birthday Mommy... "
Kate menutup mulutnya dengan kedua tangannya tidak percaya akan mendapat surprise seperti ini. Dia saja lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri karena setiap tahun selalu sama saja baginya tapi tahun ini berbeda karena dia sudah memiliki keluarga.
"Make a wish!"
"Happy birthday mommy," ucap Mich dengan memberi Kate sebuah kado.
"Boleh mommy membukanya?"
Mich mengangguk.
"Oh my... ini sangat cantik. Thanks handsome," ucap Kate saat membuka kado itu ternyata Mich menggambar dirinya. Kate lalu menghujani ciuman pada bocah itu.
"Boy, temui Grandpa dan Grandma dibawah, okay!" Nick berkata dengan mengusap rambut putranya itu.
Mich menurut bocah itu berlarian keluar dari kamar meninggalkan kedua orangtuanya.
"Kenapa tidak memberitahuku kalau pulang, aku merindukanmu setengah mati. Hiks... " Kate mulai menangis lagi.
"Kitty, kenapa kau sangat cengeng sekarang," ucap Nick dengan menghapus airmata dipipi calon istrinya itu.
Lalu Nick memeluk Kate dan mengelus punggungnya lembut. Saat Nick akan berbicara lagi dia mendengar dengkuran halus ternyata Kate tertidur.
"Ck, aku harus membiasakan diri dengan sikap labilnya ini," decak Nick dengan menyelimuti tubuh Kate yang tampak berisi sekarang.
Dan malam harinya
Di meja makan, tersaji berbagai macam makanan Korea. Karena hari ini ulang tahun Kate mereka ingin merayakannya dengan ala Kate yang mempunyai darah campuran Korea.
Kate menatap takjub apalagi ada sup rumput laut disana mengingatkan pada ibunya. Dulu saat kecil ibunya selalu membuatkan itu ketika dia ulang tahun.
"Jangan menangis lagi, Kitty," tegur Nick.
"Aku terharu, Nick!"
"Its okay. Nanti kita bersama ke Korea pergi ke makam orangtuamu bukannya hari peringatan kematian mereka sebentar lagi."
"Kenapa kau bisa tahu semuanya, Nick? Kau seperti cenayang!"
"Kau istriku jadi aku harus tahu semuanya!"
Lalu mereka berciuman dengan mesra tanpa peduli ada dua pasang mata melihatnya.
Lusy berdehem. "Ciumannya dilanjut nanti, kita makan dulu!"
Mereka jadi salah tingkah memang benar apa kata orang jika jatuh cinta rasanya dunia milik berdua.
Dan akhirnya mereka makan bersama ala Korea sampai Kate menginginkan sesuatu lagi.
"Aku ingin kita semua memakai baju hanbok!" ucap Kate tanpa dosa.
"Yah, kami akan menuruti karena hari ini hari ulang tahunmu!"
Tapi tanpa mereka duga ternyata Kate meminta baju hanbok wanita yang memakai Nick dan Hans sementara Lusy dan Kate memakai baju hanbok pria.
"Kitty, apa tidak salah?" protes Nick. Pria kekar nan berotot itu memakai baju hanbok wanita. Apa kata dunia?
"Tidak boleh protes!"
Akhirnya mereka menurut dan bermain ala-ala kerajaan Korea.
"Ampuni kami Yang Mulia.. jangan kebiri kami!"
Yang mana membuat para pelayan disana bergumam. "Orang kaya memang aneh!"
🌹🌹🌹