Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Dugong



🌹🌹🌹


"Oh my God!" pekik Kate tidak percaya. Dia saat ini tengah menimbang berat badannya yang sudah mencapai 72kg di usia kandungan menginjak 2 bulan.


"Beratku sangat naik drastis," keluh Kate.


Ya, sudah sebulan semenjak kepergian Nick makin hari badan Kate tambah mengembang sampai Lusy menjulukinya buntalan.


"Aku harus tahan nafsu makanku, aku tidak ingin Nick berpaling melihatku yang sekarang," gumam Kate dalam hati.


Tapi baru turun ke bawah Kate mencium aroma pai apel yang sangat menggoda.


Ternyata mama mertuanya dan Mich sedang membuat pai apel itu.


"Tahan Kate jangan tergoda," Kate terus bergumam dalam hati saat melihat Mich menyuapkan pai apel itu di mulutnya.


Mich yang menyadari jika Kate terus memandangnya dengan muka pengennya itu jadi tidak tega.


"Mommy, mau?" tawar Mich.


"Satu suap saja tidak masalah," batin Kate.


Kate mengambil sendok ditangan Mich lalu menyuapkan pai apel itu ke mulutnya, mata Kate membulat merasa keenakan dengan rasa pai apel itu hingga menyuapkan ke mulutnya lagi dan lagi sampai pai apel itu habis tidak bersisa.


"Mom...," protes Mich.


Kate nyengir kuda. "Minta Grandma lagi ya!"


Bersamaan dengan itu Lusy mendekati keduanya dan terkejut jika pai apel Mich malah dimakan menantunya itu.


"Astaga, buntalan! itu pai anakmu, kenapa kau habiskan?"


Lalu Lusy mengambil pai yang khusus dibuat untuk Kate.


"Yang ini pai punyamu. Apelnya dari Jepang, tepungnya dari Swiss, menteganya dari Norwegia!" jelas Lusy.


Yang mana membuat Kate mengusap perutnya. "Zigot kau baby sultan!"


Kate mulai memakan pai sultannya itu dengan lahap melupakan niatnya untuk mengontrol diri dari nafsu makan.


"Bukankah hari ini ada jadwal kontrol kandungan?" tanya Lusy.


Kate mengangguk. "Ikut kelas hamil dulu setelah itu baru periksa kandungan, mama mertua!"


Mendengar itu mengingatkan Kate pada Bianca, sesama bumil dia ingin sharing masalah kehamilan. Terakhir mereka berhubungan saat hari pernikahannya dua bulan lalu.


Setelah selesai makan pai, Kate meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Bianca.


"Halo, Bee," ucap Kate.


Saat ini mereka melakukan panggilan video.


"Kate! Kau makan fermipan? kenapa begitu mengembang?" sahut Bianca kaget melihat perubahan drastis temannya itu.


"Ish, jangan membully-ku Bee! Aku juga bingung perubahan drastis ini!"


"Lebih baik cepat konsultasi ke Dokter. Kau mengalahkan aku yang hamil kembar lima Kate, bahkan badan kita kelihatan sama padahal kandunganku sudah berusia 7 bulan," ucap Bianca.


"Iya Bee, sebenarnya aku takut Nick jadi berpaling melihatku yang begini!" keluh Kate.


"Tidak mungkin, Kate! Kau begitu karena hamil anaknya justru dia akan semakin mencintaimu!"


"Benarkah? Aku lihat di drama Korea, suami-suami jadi berselingkuh karena melihat istrinya yang jelek," ucap Kate lagi.


"Kau terlalu banyak menonton drama Korea, Kate! Coba kau baca buku atau mendengarkan musik klasik agar rileks dan tidak berfikir negative," saran Bianca.


Kate hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Aku merindukanmu, Bee. Kapan bisa bertemu lagi?"


"Dalam kondisi kita hamil begini tidak memungkinkan untuk bertemu Kate apalagi jika mereka sudah lahir pasti akan sibuk mengurus mereka. Oh iya, anakku laki-laki semua Kate!" ucap Bianca girang.


Bersamaan dengan itu, Arse masuk kedalam kamar untuk memberikan bubur kacang hijau pesanan istrinya karena hari ini dia meliburkan diri dari kantornya.


"Bee sayang, sedang menelpon siapa?" tanya Arse.


"Aku sedang mengobrol bersama Kate," sahut Bianca.


Arse mendekati istrinya itu, otomatis dia bisa melihat wajah Kate di ponsel Bianca.


Saat melihat Kate, Arse terkejut bukan main sampai refleks melempar ponsel Bianca.


"Astaga! itu dugong, Bee!"


🌹🌹🌹