
🌹🌹🌹
Rumah sakit menjadi rumah kedua untuk Nick dan keluarganya. Nick menjadi Daddy yang siaga mengurus bayinya yang juga masih dalam proses pemantauan karena lahir di usia kandungan 7 bulan.
Nick sampai rela tidur hanya beberapa jam saja untuk menjaga anak dan istrinya. Dengan terpaksa Baby Grey harus meminum susu formula karena pasca operasi Kate belum juga bangun.
Tapi Nick tetap setia disamping Kate, setiap hari dia selalu mengelap tubuh istrinya yang semakin mengurus dari sebelumnya karena tidak ada asupan makanan lagi di tubuhnya.
"Aku merindukanmu, Kitty. Bayi kita membutuhkanmu! namanya Grey, apa kau menyukainya?"
"Wake up! Kitty..." Nick berkata dengan menitikkan airmatanya.
Tak lama terdengar suara tangis bayi dari dalam box bayi. Nick dengan sigap meraih bayi yang masih merah itu.
Nick mendekap bayinya dengan penuh kasih sayang, bayi itu tenang dipelukan Nick tapi mulutnya seolah tidak bisa diam mencari sumber makanannya. Tentu saja itu membuat hati Nick semakin hancur, Nick mendekatkan Baby Grey kepada Mommy-nya.
Baby Grey kini berbaring di samping Kate tapi saat itu juga bayi itu terus menangis membuat Kate ikut menitikkan airmatanya.
Kate mendengar semuanya, demi Tuhan dia berusaha membuka matanya tapi tidak bisa apalagi badannya seakan mati rasa.
"Zigotku, Grey!" batin Kate. "Nick, suamiku yang tampan, apa dia juga setampan dirimu? Aku ingin bisa melihatnya!"
Lusy yang baru datang mendengar cucunya menangis dengan cepat masuk ke ruangan Kate, kini Kate dirawat di ruangan VVIP di rumah sakit itu bukan di ICU lagi karena Kate sudah melewati masa kritisnya.
"Nick, kenapa Grey kau diamkan menangis?" tanya Lusy keheranan.
"Biar mommy-nya mendengar suara tangisan Grey dan cepat bangun, Mom," sahut Nick frustasi.
Lusy mendekati anaknya dan menepuk pundaknya. "Istrimu pasti akan bangun, keadaannya sudah semakin membaik bukan? Sekarang istirahatlah biar mommy menggantikan menjaga Grey dan istrimu!"
Nick menggeleng, dia meraih Baby Grey kembali kedekapannya. "Aku tidak akan tenang sebelum melihat Kitty bangun, aku takut dia seperti Elena. Kenapa wanita yang aku cintai selalu pergi meninggalkanku, Mom!"
"Nick, jangan membandingkannya dengan Elena!" kesal Lusy. Dia tidak suka jika anaknya kembali terpuruk seperti masa lalu.
"Aku tidak akan sanggup hidup lagi jika Kitty juga meninggalkanku!" ucap Nick lagi dengan mengecupi tangan mungil Baby Grey.
"Tuhan, selama ini aku jarang meminta apapun tapi untuk kali ini ijinkan aku bersama mereka lagi," batin Kate pilu.
Bersamaan dengan itu jari Kate mulai bergerak perlahan.
Lusy yang sebelumnya mendekati Kate tentu saja terkejut melihat jemari Kate mulai bergerak.
"Buntalan, menantuku!" teriak Lusy dengan memencet tombol emergency agar Dokter datang memeriksa keadaan Kate.
Saat Dokter tiba, Dokter itu segera memeriksa keadaan Kate dengan seksama.
Sementara Nick dan Lusy menunggu diluar dengan Nick yang setia masih menggendong Baby Grey yang tengah minum susu.
Setelah beberapa menit berlalu, Dokter keluar dari ruangan dengan seutas senyuman.
"Ini sebuah keajaiban, Nyonya sudah membuka matanya dan keadaannya sudah stabil," ucap Dokter.
Sontak Nick langsung masuk kedalam ruangan itu kembali dan melihat Kate yang menatapnya dengan berkaca-kaca.
"Nick," panggilnya lirih.
Nick mendekati istrinya dengan menaruh Baby Grey disampingnya.
Dan Kate menciumi Baby Grey yang tampan dengan senyuman bahagia. "Zigotku! Terimakasih sudah berjuang bersama," lirih Kate.
Lalu Kate menatap suaminya. "Nick, aku sudah memikirkannya!"
"Memikirkan apa, Kitty?"
"Pasti Zigot jadi saat kita melakukan gaya songkang-songkang!"
Nick langsung mencium bibir Kate dengan buas, dia sangat merindukan Kate yang seperti itu.
"Keluarkan semua bahasa planetmu, Kitty. Aku menyukainya!"
🌹🌹🌹