
🌹🌹🌹
Nick terus mondar-mandir didepan ruangan Kate ditangani. Dan tak lama seorang Dokter keluar dan langsung diserbu pertanyaan oleh Nick.
"Tenang ya, Tuan. Keadaan pasien baik-baik saja hanya ada sedikit lecet di wajah dan tangannya tapi tidak usah khawatir karena sudah diberi obat beberapa hari pasti sudah normal kembali," jelas Dokter.
Nick bernafas lega karena keadaan Kate baik-baik saja tapi hati gadis itu pasti yang saat ini tengah terluka.
Kate duduk menyender di ranjang dengan matanya lurus memandang diluar jendela bahkan saat Nick masuk dan memanggilnya dia tidak menoleh sedikitpun entah apa yang ada dipikirannya saat ini.
"Jangan dekati aku!" ucap Kate saat merasa Nick mendekatinya.
"Kitty, maafkan aku! Jangan begini!"
"Kau tidak salah, Nick. Jadi sekarang diamlah dan dengarkan aku!" ucap Kate tegas tanpa menoleh ke arah Nick karena dia takut goyah melihat ketampanan pria itu.
Nick menurut dan duduk di tepi ranjang bersiap mendengarkan perkataan Kate selanjutnya.
"Kau tahu, Nick. Aku menguasai 3 jenis beladiri, Judo, Taekwondo dan Muay Thai. Kalau aku yang dulu pasti aku akan menghajar orang yang menindasku tapi sekarang aku tidak bisa melakukan itu. Apa kau tahu karena apa? Karena aku memikirkan perasaanmu, apakah aku akan membuatmu malu? itu yang aku pikirkan!"
"Jadi mulai sekarang, jangan peduli padaku. Jangan khawatir padaku lagi! Aku... tidak suka dicintai. Karena itu membuatku lemah!"
"Kitty, kau itu bicara apa?" tanya Nick heran.
"Aku sudah berusaha menjadi baik, tapi lihat apa yang terjadi padaku! Mengapa berbuat baik tapi kita tidak mendapat hal yang baik kembali?"
"Jadi mari kita akhiri sekarang, Nick!"
"Apa maksudmu Kitty?" Nick semakin dibuat heran.
"Maafkan aku sekaligus terimakasih. Kerenamu, aku jadi tahu bagaimana rasanya dicintai dan karenamu juga aku tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang. Jangan terlalu baik padaku, takutnya nanti aku goyah lagi!"
"Aku sungguh bersyukur, menyadari bahwa kau adalah cinta pertamaku!"
Nick memaku di tempatnya tidak percaya Kate memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
"Kitty, kau tidak bisa seperti ini padaku," protes Nick.
"Atas nama Mommy-ku aku minta maaf tapi jangan akhiri hubungan kita seperti ini! Setelah menyatakan cinta dan melamarku bisa-bisanya kau memutuskan hubungan kita. Kita akan segera menikah, apa kau lupa? Bukankah kau sudah berjanji tidak meninggalkan Mich?"
Kate tidak bersuara lagi karena menggigit bibir bawahnya dengan kuat agar isak tangisnya tidak terdengar oleh pria itu.
"Kitty, katakan! Apa yang harus kulakukan untuk bisa merubah keputusanmu itu. Aku bisa gila tanpamu!"
Dan pemandangan mereka itu tak luput dari perhatian sepasang mata yang mengintip mereka sedari tadi.
Laura tertawa puas telah berhasil memisahkan Nick dan Kate.
"Kalau aku tidak bisa memiliki Nick maka gadis itu juga tidak bisa! Hahaha... " Laura tertawa jahat dihatinya.
Lalu dengan cepat dia menghubungi asistennya supaya mempersiapkan kepulangannya ke New York.
"Chloe, cepat kemasi semuanya! Kita akan kembali ke New York besok!"
"Kenapa mendadak, Nona."
"Tidak usah banyak bertanya!" ketus Laura.
Setelah menutup panggilan itu, Laura kembali menemui Lusy karena ingin berpamitan.
"Benarkah kau mau kembali?" tanya Lusy.
"Urusanku disini semua sudah selesai, Mom. Aku sudah menyerah mendapatkan hati Nick jadi aku akan kembali," sahut Laura.
🌹🌹🌹