Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Basah



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Chloe, jangan memberitahu kondisiku pada siapapun," titah Kate.


"Tapi Nyonya saya harus melaporkan semuanya pada tuan Nick," sahut Chloe sambil fokus menyetir.


Saat ini mereka dalam perjalanan pulang ke mansion.


"Jangan, aku takut Nick memilih mengangkat Zigot dari perutku! Aku tidak mau. Aku ingin berjuang agar dia lahir ke dunia!"


Kate berjalan dengan langkah gontai saat kembali ke mansion. Lalu Kate meraih foto USG Zigotnya dan mengusapnya pelan.


"Mommy, mencintaimu," ucap Kate dengan mencium foto USG itu.


Lusy yang melihat itu segera menghampiri menantunya.


"Buntalan! Kenapa tidak masuk?" tegur Lusy.


Setelah itu dia meraih foto USG yang ada ditangan Kate dan melihatnya dengan seksama.


"Cucuku baik-baik saja kan?" tanya Lusy.


Kate tidak menjawab justru memeluk Lusy, disaat seperti ini dia butuh sandaran jika ibunya masih hidup pasti dia akan mencurahkan semua isi hatinya sekarang.


"Kenapa jadi manja begini?" tanya Lusy lagi keheranan.


"Lima menit saja mama mertua, jangan bergerak bisa?"


Lusy mengalah dia membelai punggung Kate dengan lembut.


"Ada apa?" tanya Lusy perhatian.


"Aku merindukan, Nick," jawab Kate lirih.


"Suamimu pasti segera pulang!"


"Aku sangat mencintainya, mama mertua," ucap Kate lagi.


"Yah, aku tahu. Aku bisa melihatnya! Ayo masuk ke dalam! Aku membuat puding mangga!"


Kate tersenyum tipis lalu melepas pelukannya dan berjalan masuk ke dalam mansion.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Malam harinya saat makan malam Kate memilih untuk memakan salad sayur walaupun rasa mual melandanya dia akan menahannya.


"Tidak apa mama mertua, aku ingin sehat," jawab Kate.


"Jangan terlalu memaksa diri jika tidak suka," tambah Hans.


"Aku bisa menghabiskan ini, papa mertua!" ucap Kate sambil terus menyuapkan sayur mayur itu dalam mulutnya.


Kate makan sampai matanya berkaca-kaca menahan mual yang bergejolak dikerongkongannya.


Saat selesai makan malam Kate masih duduk di meja makan sambil terus meminum air putih dalam jumlah banyak.


"Aku harus bisa pipis dalam jumlah urine yang banyak," gumam Kate.


Lalu Kate mengelus perutnya. "Kita harus berjuang bersama Zigotku!"


"Kau harus lahir ke dunia supaya bisa melihat Daddy-mu yang tampan!"


"Sebenarnya aku penasaran kau itu dari bibit unggul yang mana ya!"


"Mommy dan Daddy membuatmu di berbagai tempat dan gaya!"


Kate terus bermonolog dengan Zigotnya sampai dia merasa mengantuk. Tapi malam ini dia ingin tidur bersama dengan Mich.


Saat sampai di kamar Mich ternyata disana Lusy sedang membacakan bocah itu dongeng.


"Boleh aku bergabung?" tanya Kate memelas.


"Come here, Mom!" ucap Mich dengan menepuk sisi sampingnya yang kosong.


Kate ikut berbaring disana yang mana membuat tempat itu jadi sempit karena badan Kate yang besar.


"Ya ampun buntalan! Kau membuat Mich terjepit," gerutu Lusy.


Kate hanya bisa nyengir kuda dan memeluk Mich, Lusy mulai membacakan dongeng lagi sampai Kate merasa mengantuk dan tertidur.


Lusy menutup buku dongeng melihat menantu dan cucunya yang sudah tertidur lalu menyelimuti mereka berdua.


Lusy tersenyum tipis melihat keduanya sampai senyum itu memudar melihat selimut tiba-tiba basah.


Dengan cepat Lusy membuka selimut itu kembali dan mendapati baju Kate bagian bawah basah dan bau pesing.


"Buntalan! Kau mengompol!" teriak Lusy.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน