
🌹🌹🌹
Kate kembali ke kamarnya dengan membawa kertas yang disobek Lusy sebelumnya. Dia mencoba menyatukan kertas itu kembali dengan menggunakan selotip.
Dan tak lama Nick menyembul masuk ke dalam kamar.
"Kitty," panggil Nick.
Tapi Kate menulikan telinganya, suasana hatinya sedang kacau saat ini.
Yang mana membuat Nick mendengus, setelah Lusy pingsan tadi dia membantu membawa mommy-nya itu masuk ke kamarnya dan dia sudah duga pasti Lusy seperti itu setelah adu argumen dengan Kate.
Nick mendekati Kate tapi gadis itu langsung menjauhinya.
"Kenapa Kitty?" tanya Nick heran karena Kate selalu tidak bisa menolak pesona ketampanannya.
"Kau bau Laura! Aku tidak suka!"
Nick menghendus badannya sendiri. "Masih bau parfumku, Kitty!"
"Yang bisa mencium hanya aku! Cepatlah mandi, Nick! Baunya sungguh menyengat!"
"Kitty, ini hampir tengah malam!" protes Nick.
Kate menatap tajam calon suaminya itu yang mana membuat Nick mau tidak mau menuruti permintaan Kate.
Di dalam kamar mandi, Kate menuang 10 botol sabun cair pada bathup dan menyuruh Nick berendam disana.
"Kitty, ini berlebihan!" protes Nick lagi.
Dan akhirnya Nick tetap menurut dan berendam di rendaman air itu yang justru membuat badannya terasa lengket.
"Dengar ya tuan Nicholas Hoult yang tampan, kau itu hanya punya Kate de Charles jadi jika berani dekat dengan wanita lain harus menerima hukuman, paham?"
Nick mengangguk pasrah rasanya percuma melawan Kate dalam mode cemburu.
Kate terus menggosok badan Nick sambil sesekali memelintir puncak dada Nick.
"Itu milikku!"
Lalu Kate menggosok yang dibawah sana dan meremasnya dengan keras.
"Itu juga milikku!"
"Oh Kitty! Kau membangunkannya!" pekik Nick.
Mendengar itu Kate langsung membuka bajunya dan menyisakan pakaian dalamnya saja lalu menggigit bibir bawahnya dengan sensual.
Nick menelan salivanya kasar melihat Kate yang begitu menggoda. Dia bangkit berdiri dari bathup siap untuk menerkam Kate tapi Kate memberi kode untuk tetap diam disana.
"Hukumanmu!" teriak Kate meninggalkan kamar mandi itu.
Sambil menunggu Nick keluar dari kamar mandi Kate naik ke atas ranjang dan kembali berusaha menyatukan sobekan kertas sebelumnya.
Tak terasa airmata Kate menetes, sekuat-sekuatnya Kate, dia juga tetap manusia biasa yang bisa merasakan sakit, dia kembali teringat orangtuanya dan berandai-andai sendiri.
"Andaikan orangtuaku masih ada pasti aku tidak akan mengalami penghinaan ini," gumam Kate.
Nick yang keluar dari kamar mandi yang melihat Kate seperti itu langsung ikut naik ke atas ranjangnya.
"Kitty, don't cry!" ucap Nick dengan mengusap airmata yang jatuh.
"Aku jadi cengeng setelah jatuh cinta, Nick! Aku sungguh payah!"
"Pasti karena mommy-ku kan?"
"Aku membuat mama mertua pingsan lagi, Nick. Pasti setelah ini, dia semakin tidak menyukaiku," lirih Kate.
Nick meraih dagu Kate dan memberikan ciuman lembut pada gadis itu.
"Semua akan baik-baik saja, aku akan selalu ada disampingmu!"
Mendengar itu hati Kate menghangat lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Nick.
"I love you, Nick," ucapnya.
"I love you too, Kitty!"
"Oh astaga! Aku bisa bilang I love you tanpa bercinta Nick!" ucap Kate histeris.
"Bagaimana kalau kita merayakannya, Nick?"
"Um, baiklah! Aku akan mengambil sampanye!" ucap Nick lalu beranjak turun dari ranjang.
Tapi tangannya langsung ditarik oleh Kate dengan keras sampai Nick dalam posisi telentang.
"Bukan begitu cara merayakannya, Nick," ucap Kate sambil menarik handuk yang melilit di pinggang pria itu.
"Kita harus merayakannya dengan bermain 4 ronde!"
Yang mana membuat Nick mendesah. "Sebenarnya punya calon istri mesum itu suatu keberuntungan atau kesialan!"
"Bantu jawab!"
🌹🌹🌹