Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Dua Benda



🌹🌹🌹


Nick menyatukan keningnya dengan istrinya. "Kau membuatku ketakutan, Kitty!"


"Maafkan aku," ucap Kate dengan memejamkan matanya kembali merasakan momen seperti dan menyimpannya dalam hatinya.


"Berjanjilah jangan menyembunyikan apapun lagi padaku!"


Kate terkekeh mendengarnya. "I promise, Nick!"


Dan Nick mencium kembali istrinya sampai Baby Grey menggeliat karena terhimpit oleh orangtuanya.


"Dia sangat tampan sama sepertimu, Nick. Aku memang jatuh cinta dengan orang yang tepat!" ucap Kate lagi.


Bersamaan dengan itu Lusy menyembul masuk dalam ruangan yang mana membuat Kate langsung menatap mama mertuanya itu.


"Mama mertua, aku bekerja keras membuat cucu yang tampan untukmu!"


Lusy mendekati Kate lalu menjewer telinganya. "Awas kau menantu nakal jika membuatku menangis lagi!"


"Akhhh... mama mertua!"


Karena tubuh Kate masih lemah dan belum bisa terlalu banyak bergerak, Nick membawa Baby Grey ke dalam box-nya lagi karena bayi itu sudah tertidur disamping mommy-nya.


"Aku ingin pulang, Nick," rengek Kate saat suaminya itu mendekatinya lagi.


"Tunggu keadaanmu pulih sepenuhnya, Kitty!"


"Apa perlu kita menambah Nanny lagi?" tanya Lusy pada anaknya.


Nick mengangguk. "Sebaiknya begitu, Mom. Dengan kondisi Kitty seperti sekarang pasti akan sulit untuk mengurus Grey seorang diri!"


"Baiklah, aku akan mencari Nanny terbaik," ucap Lusy antusias.


Hans yang mendengar menantunya sudah bangun juga tak kalah senang, dia membawa Mich bersamanya pergi ke rumah sakit.


"Grandpa, ayo kita beli mainan buat Adik Grey," ucap Mich saat dalam perjalanan.


"Adik Grey, belum bisa main. Apa kau menyayangi, Adik?" tanya Hans kemudian.


Mich mengangguk. "Aku menyayanginya Grandpa, akhirnya aku punya teman di mansion saat Mommy dan Daddy sibuk membuat club bisbol," ucap Mich dengan polosnya.


Hans berdehem dengan kuat mendengarnya. Dan saat sampai di rumah sakit Mich dengan bahagianya mendatangi box bayi adiknya.


"Hai, Grey! ini kakak datang lagi," ucapnya dengan menoel-noel pipinya.


Nick yang melihat itu langsung meraih Baby Grey dan membawa ke ranjang Kate kembali lalu menyuruh Mich untuk naik keatas ranjang pasien.


Mich bermain dengan adiknya yang membuatnya gemas.



Nick merangkul pundak Kate melihat kedua anak mereka dengan senyum bahagia. Hal sama juga dilakukan oleh Hans yang merangkul pundak Lusy ikut merasakan kebahagiaan anaknya.


"Besok kita kembali ke New York," ucap Hans yang diangguki oleh Lusy.


🌹🌹🌹


Seminggu setelah sadar dari komanya Kate sudah mulai bisa menggerakkan tubuhnya. Tapi dengan badan Kate yang masih besar dia tetap kesulitan berjalan apalagi bekas luka operasi caesar yang meninggalkan rasa nyeri.


Lusy dan Hans sudah kembali ke New York dan Nick sudah kembali ke kantor mengingat sudah berapa bulan Nick tidak pergi ke perusahaan pasti pekerjaannya menumpuk dan proyek yang dia kerjakan pasti terkendala.


Sekarang Kate hanya ditemani Chloe dan juga Nanny yang membantu mengasuh Baby Grey.


Setelah selesai dengan urusannya di toilet, tiba-tiba Kate merasakan nyeri dikedua p*yudaranya.


"Kenapa sakit," keluh Kate.


Chloe yang melihat itu langsung memeriksa keadaan majikannya.


"Sepertinya ASI-nya sudah keluar, Nyonya," ucap Chloe yang melihat kedua benda bulat itu membengkak.


"Terus aku harus bagaimana?" tanya Kate yang masih belum mengerti.


Chloe meminta bantuan Nanny Grey untuk membantu Kate mengatasi nyeri di dadanya. Nanny Grey mengompres kedua benda bulat itu dengan air hangat agar mengurangi rasa nyeri dan agar air susunya cepat keluar.


"Aku akan membeli pompa ASI," ucap Chloe bergegas pergi.


Sementara Kate terus menggerutu karena mama mertuanya meninggalkan dirinya disaat yang tidak tepat. Kate meraih ponselnya dan melakukan panggilan video pada Lusy.


"Mama mertua, coba lihat ini," ucap Kate mengarahkan kamera pada kedua p*yudaranya yang membengkak.


"Astaga! Kenapa besar seperti balon mau meletus begitu!"


"Terus bagaimana ini, mama mertua? Rasanya sangat sakit!"


"Terus saja kompres nanti kalau air susunya sudah keluar pasti tidak bengkak lagi sambil diremas-remas!" saran Lusy.


Dan Kate mulai meremasnya dan benar saja air susunya mulai keluar sedikit demi sedikit.


"Woah, Keren mama mertua! Aku seperti sapi perah!" ucap Kate takjub.


Lalu Kate mematikan panggilannya beralih memanggil Nick yang saat itu tengah melakukan rapat penting.


Karena ponsel bosnya terus berdering dan takut terjadi apa-apa dengan terpaksa Scott memberikan ponsel bosnya ditengah presentasi.


Nick memberi kode berhenti sejenak dan mengangkat panggilan dari istrinya.


"Halo Kitty, aku sedang rapat. Nanti aku hubungi lagi setelah rapat selesai, okay!" ucap Nick kemudian.


Kate terkekeh diujung telpon. "Cepat selesaikan Nick! Setelah itu datang ke rumah sakit segera!"


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Nick panik.


"Iya aku membutuhkan tanganmu!"


"Untuk apa?"


"Untuk meremas dua benda bulat yang selalu membuatmu enak!"


"Kitty..... "


🌹🌹🌹


Jangan bosen dulu ya genapin sampe 100 chapter🙈 Sampai Grey ketemu sama Silver😁