
gengs maaf aku baru update, soalnya nunggu like di atas 500 komen di atas 100.
Jadi bsok update lagi ya kalau like dan komen sudah di atas itu. sekarang aku update dua bab ya gengs.
Tatapan Nino lurus kedepan, lelaki itu sedang bernostalgia dengan kenangan lamanya, dia tersenyum saat mengingat 12 tahun lalu. Namun tak lama senyumnya meredup kalau mengingat kepahitan yang diterima 12 tahun ini.
12 tahun lalu.
“Nino kita akan pergi bulan madu ke mana?” Tanya Salsa. Saat ini, mereka sedang berada di sebuah taman. Keduanya baru saja selesai mengecek hotel tempat mereka akan melakukan resepsi.
Nino menggenggam tangan Salsa, kemudian dia mengecupnya. Jangan ditanyakan betapa bahagianya Nino ketika bisa menikah dengan wanita yang dia cintai, bahkan butuh perjuangan yang luar biasa besar untuk Nino mendapatkan Salsa, terlebih lagi dia menyukai Salsa ketika mereka zaman sekolah.
Bahkan, awalnya Salsa tidak pernah mau membalas sapaannya dan perasaanya. Tapi, karena perjuangan Nino yang luar biasa akhirnya Salsa luluh dan mereka sebentar lagi akan melangkah ke jenjang pernikahan.
Nino menoleh kemudian mencium kepala Salsa. “Memangnya kau ingin bulan madu kemana?" tanya Nino.
"Bolehkah aku memilih? Aku ingin berbulan madu di beberapa negara. Maksudku, aku memang sering pergi ke luar negeri, tapi kali ini aku hanya ingin berdua denganmu, ayo kita pergi dan kita nikmati masa indah kita berdua," jawab Salsa dengan antusias. Wajah Salsa begitu berbinar ketika menceritakan planning bulan madunya hingga Nino tertawa.
"Ayo, semoga saja aku kuat dan sehat untuk terus bekerja demi menafkahimu," jawab Nino.
Salsa menoleh. "Kau tidak perlu bekerja berlebihan, keluargaku sudah cukup kaya," jawab Salsa dengan polosnya.
Lagi-Lagi, Nino tertawa dengan kepolosan Salsa. "Tapi tetap saja aku harus memberi makan istriku."
Saat Nino akan berbicara lagi, tiba-tiba ponselnya berdering hingga Nino pun langsung merogoh saku kemudian mengambil ponselnya, lalu setelah itu Nino mengerutkan keningnya ketika melihat nama sang ayah terpampang di layar. Tidak biasanya ayahnya meneleponnya dan jika ayahnya sudah meneleponnya, pasti ada sesuatu hal yang penting.
"Sayang sebentar, aku akan mengangkat panggilan dari Daddy." Nino bangkit dari duduknya kemudian dia menelepon dengan area yang jauh dari Salsa.
"Iya Dad, ada apa?" tanya Nino ketika dia mengangkat panggilan dari ayahnya.
"Baik, aku akan pulang sekarang." Jantung Nino berdetak dua kali lebih cepat, dia merasa akan ada hal besar yang terjadi karena selama ini feeling Nino tidak pernah meleset.
"Nino, ada apa?" tanya Salsa ketika melihat Nino berdiri dengan wajah yang gusar hingga Nino tersadar. Lelaki tampan itu langsung berjalan ke arah Salsa.
"Sayang, kita batalkan saja untuk pemilihan bunga, aku harus pulang. Tidak apa-apa, 'kan?" tanya Nino.
"Kita, 'kan, sudah berjanji untuk memilih bunga," jawab Salsa dengan wajah cemberut.
"Nanti, oke? Setelah urusanku selesai, kita memilih bunga," bujuk Nino.
Pada akhirnya, mau tak mau Salsa pun mengiyakan ucapan Nino dan mereka pun langsung pulang. Setelah mengantar Salsa, Nino pun langsung mengemudikan mobilnya untuk pergi ke rumah miliknya dan setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil dikendarai oleh Nino sampai di rumah miliknya. Ada beberapa mobil parkir di rumah Nino membuat Nino benar-benar bingung karena tidak biasanya seperti ini. Lelaki itu pun dengan cepat masuk ke dalam, dia melihat ayahnya sedang tertunduk.
"Dad, ada apa?" tanya Nino, dia mendudukkan diri di sebelah sang ayah. Raut wajah ibunya juga tampak seperti orang yang tertekan hingga Nino langsung menggenggam tangan ayahnya dan Bastian langsung mengangkat kepalanya.
"Nino, maafkan Daddy." Nada suara Bastian terdengar bergetar membuat Nino semakin bingung.
"Daddy tolong tenang dan katakan semua yang terjadi," pintanya.
Pada akhirnya, Bastian pun mengatakan semuanya bahwa dia difitnah berkhianat pada perusahaan Tommy yang juga terkoneksi dengan perusahaan milik Gabriel. Nino tampak terkejut dengan apa yang dia dengar dari ayahnya.
"Kau pasti bercanda, 'kan? Ulang tahunku masih lama, tolong jangan membuat panik," ucapnya. Bagaimana Nino tidak panik, semua orang tahu apa yang akan terjadi jika berurusan dengan keluarga Tommy, apalagi jika mereka berkhianat dan sekarang ayahnya malah dituduh mengkhianati perusahaan Tommy padahal sebenarnya Bastian tidak pernah bermain curang.
Tanpa Bastian dan Nino sadari, ini adalah ulah ayah Kevin. Rupanya perusahaan ayah Kevin dan ayah Nino perusahan yang saling bersaing, tapi mereka sama-sama berada di lingkungan perusahaan Tommy dan ketika mendengar Salsa akan menikah dengan Nino, tentu saja itu adalah suatu kerugian untuk perusahaan ayah ayah Kevin. hingga pada akhirnya dia menyabotase semuanya dan kini perusahaan milik ayah Nino dinyatakan telah mengkhianati perusahaan Tommy. Tentu saja itu karena itu semua ulah ayah Kevin.
Sekarang, kebingungan melanda keluarga Nino. Bagaimana tidak, karena Bastian tahu siapapun yang mengkhianati keluarga Tommy ataupun keluarga Gabriel tidak akan mendapatkan hukuman yang ringan, pasti semuanya akan mendapatkan hukuman yang benar-benar berat, tidak pernah pandang bulu dan tidak pernah memberi ampu. Sekarang, Nino pun ikut bingung, dia menjelaskan pun sepertinya percuma sebab semua bukti sudah tidak bisa dicari tahu, apalagi ayah Kevin benar-benar teliti dalam menjalankan rencananya.
Beberapa hari kemudian.
Tubuh Nino rasanya sudah tidak bertenaga. Rasanya, dia ingin menangis kencang-kencangnya dan rasanya dia juga tidak sanggup untuk melihat Salsa.
Saat ini dia sedang berada di kafe dan sedang menunggu Salsa. Selama beberapa hari ini, pikiran Nino diserang dengan pikiran yang luar biasa hebat. Bagaimana cara untuk keluar dari situasi sulit?
Kemarin, ayahnya mengatakan hal yang di luar dugaan dan menyuruhnya untuk membatalkan pernikahan dengan Salsa, lalu mengajak Nino untuk kabur ke luar negeri. Rupanya, Bastian mendapatkan tawaran dari ayah Kevin, dia memberi kesepakatan, menyuruh keluarga Bastian pergi termasuk Nino, maka semuanya akan aman, tentu saja Kevin melakukan ini agar pernikahan Salsa batal dan agar Kevin menjadi pengganti Nino.
Memang awalnya, Kevin pun tidak tahu tentang rencana ayahnya, yang dia tahu dia hanya harus mematuhi sang ayah. Sekarang, Nino berencana untuk membatalkan pernikahannya dengan Salsa, dia akan berpura-pura sudah menghamili wanita lain agar Salsa membencinya dan agar salsa bisa secepatnya menemukan pengganti dirinya.
Dia harus melakukan ini, sebab jika dia tidak melakukan ini, bisa saja nyawa kedua orang tuanya yang akan menjadi taruhan, terlebih lagi jika dia terus di sini dan tidak bisa menjelaskan serta membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah, mungkin ayahnya akan dihukum oleh keluarga Tommy.
.