Oh My Salsa

Oh My Salsa
Bab 51



Nino menjalankan mobilnya dengan kecepatan kencang, Ini sudah 2 jam dia mencari Salsa tapi Salsa tidak ditemukan di manapun. Rasa khawatir menggelayuti Nino, 2 jam lalu Nino berencana menjemput Salsa. Namun pelayan mengatakan bahwa Salsa sudah pergi


Nino yang tidak tenang langsung mengutak-atik CCTV yang ada di ponselnya, yang terhubung ke cafe dan ternyata dia melihat Salsa datang lalu keluar lagi ketika dia mengobrol dengan wanita lain dan ketika mengetahui itu, Nino langsung bergegas mencari calon istrinya.


Dia mengerti betul perasaan macam apa yang dirasakan oleh Salsa, beberapa kali Nino menelpon Salsa. Namun ponsel Salsa tidak bisa dihubungi, dia juga berusaha melacak dan meminta tolong pada Tommy untuk melacak keberadaan mobil Salsa. Namun sayangnya mobil Salsa juga tidak terdeteksi, karena Salsa mematikan GPS di dalam mobilnya dan sekarang, Nino merasa kelabakan sendiri. Susah payah dia mendapatkan Salsa dan dia tidak mau Salsa kembali menghindar ataupun berubah pikiran.


Beberapa saat kemudian


Nino menghentikan mobilnya di sisi, dia mengistirahatkan tubuhnya sejenak karena dia merasa lelah. Nino menyandarkan tubuhnya ke belakang, lelaki tampan itu berusaha menerka-nerka di mana keberadaan calon istrinya.


Tapi, karena tidak tahu gambaran Salsa ada di mana, Nino pun kembali melanjutkan pencariannya, kali ini dia berencana untuk pergi ke taman tempat dulu mereka sering menghabiskan waktu bersama.


Sedangkan di sisi lain.


Salsa bergerak ke sana kemari, mengikuti alunan lagu yang sedang berbunyi. Setelah keluar dari Cafe Nino, awalnya Salsa ingin menyendiri. Namun setelah dipikir, dia terlalu lama memendam luka hingga pada akhirnya dia mengajak teman-temannya untuk pergi ke club dan menikmati musik terlebih lagi setelah menjadi ibu atau tepatnya setelah menikah Salsa tidak pernah pergi lagi ke tempat seperti ini dan sekarang Salsa hanya ingin melampiaskan semua perasaan yang berkacamuk. Bahkan, dia juga mendadak mencicipi alkohol.


Padahal selama hidup, Salsa hanya pernah beberapa kali mencicipi minuman tersebut dan pada Sekarang, ketika meminum minuman seperti itu lagi, Salsa lepas kontrol, dia seperti mendapatkan energinya kembali berteriak dengan kencang di tengah musik yang bergema.


Hingga beberapa saat kemudian Salsa merasa kepalanya berputar-putar, karena dia terlalu banyak bergerak. Hingga wanita itu langsung berjalan sempoyongan ke arah sofa.


Salsa mendudukan dirinya di sofa, dan ketika dia duduk ada seseorang yang juga duduk di sebelah Salsa. “Hallo, Nona manis,” ucap lelaki itu hingga Salsa yang sedang merasakan pusing langsung menoleh.


“Kau siapa, berani sekali kau menyapaku?” kata Salsa membuat lelaki itu terkekeh.


“Kau ingin menghilangkan rasa pusingmu?” tanya lelaki tersebut, dia menatap Salsa dengan tatapan lapar.


“ berhenti menggodaku Aku tidak akan tergoda jawab Salsa dia mengambil alkohol di depannya kemudian menenggaknya lagi Hingga 1 botol alkohol itu pun langsung kandas di minum olehnya.


Setelah meminum alkohol itu, Kepala Salsa semakin berputar-putar hingga pada akhirnya wanita itu pun memutuskan untuk bangkit dari duduknya, lalu dia berniat untuk kembali berjoget bersama teman-temannya, tapi saat akan berjalan, tiba-tiba tubuh Salsa ambruk dan menimpa tubuh lelaki yang barusan menggodanya.


"Nona, aku rasa kita butuh waktu untuk bersenang-senang," ucap lelaki tersebut.


"Tutup mulutmu," kata Salsa yang berusaha bangkit. Namun karena merasa pusing, Salsa seperti tidak mampu untuk bergerak.


"Oh Nona, ayolah." Lelaki itu memeluk Salsa.


Salsa yang merasakan kepalanya berputar-putar, tidak sempat untuk melawan dan pada akhirnya lelaki itu pun membopong tubuhnya.


"Turunkan dia!" Tiba-Tiba, Nino datang ketika pria tersebut akan masuk ke dalam kamar. Rupanya, Nino barusan mendapat kabar dari Tommy, Salsa ada di club. , Tommy menyuruh anak buahnya untuk menelepon semua teman Salsa, dan pada akhirnya ada satu teman Salsa yang mengangkat panggilan, dan mengabarkan bahwa Salsa sedang berada di club, hingga pada akhirnya, Nino pun menyusul dan beruntung ketika lelaki yang membawa Salsa tadi akan berbelok ke sebuah kamar, Nino melihatnya hingga sekarang dia langsung menghadang langkah lelaki itu.


"Aku calon suaminya, turunkan dia," ucap Nino dengan tatapan amarah yang membara. Rasanya, dia ingin menarik tubuh Salsa. Tapi, pasti Salsa akan kesakitan.


"Apa kamu mengenalnya?" tanya lelaki tersebut.


"Oh, kau Nino?" tanyanya sambil tertawa, layaknya orang mabuk.Salsa berusaha turun dari gendongan lelaki tersebut, dan setelah berhasil turun, Salsa berjalan dengan sempoyongan ke arah Nino, dan dengan cepat Nino langsung menangkap tubuh Salsa. Karena tidak ingin membuat keributan, Nino pun langsung membopong tubuh Salsa dan keluar dari club', hingga sekarang mereka sudah berada di dalam mobil.


Salsa sudah duduk di kursi depan, begitu pun juga dengan Nino. "Aku mencarimu, ternyata kau di sini," ucap Nino walaupun Salsa tidak akan mendengar ucapannya.


"Untuk apa kau mencariku? Pergi saja sana dengan tamumu!" teriak Salsa.


Nino tertawa ketika mendengar itu. Rasanya, menyenangkan ketika melihat Salsa cemburu.


"Apa kau pikir itu lucu?!" teriak Salsa lagi, nadanya seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Maaf, maaf, aku tidak sengaja," jawab Nino.


"Ayo cepat bawa aku pulang, aku mengantuk, kepalaku sakit!" teriak Salsa dan pada akhirnya, Nino pun langsung menyalakan dan menjalankan mobilnya. Sepanjang perjalanan, Salsa terus meracau, wanita cantik itu terus mengumpat Nino, mengungkit kejadian tadi di kafe di mana Nino begitu ramah pada pelanggannya, dan mungkin jika Salsa terbangun, Salsa akan menyesali apa yang dia katakan.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Nino sampai di apartemen Salsa. Nino sengaja mengajak Salsa ke apartemennya, karena tidak mungkin membawa Salsa pulang dalam keadaan seperti ini dan ketika sampai di apartemea, Nino langsung membulatkan matanya ketika Salsa mendorong tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Nino. Bukannya menjawab, Salsa malah mendorong tubuh Nino dan ketika Nino terjatuh di sofa, Salsa langsung memaksa membuka kemeja lelaki itu membuat Nino ketakutan.


Cuplikan kisah Kalindra setelah Salsa tamat. Aku ga tau judul baru atau tteep di sini. Jadi ikutin terus ya.


“Gueen ... Gueen!” kaliandra berteriak dengan kencang memanggil adiknya. Lelaki itu merasakan emosi yang membara saat membuka laptopnya dan ternyata data-datanya sudah hilang.


“Ia-ia, Kak,” kawab Guen dengan terbata.


“Sudah Kakak bilang bukan, jangan mengutak-atik laptop Kakak!” teriak Kalindra lagi, hingga Gueen langsung menunduk, gadis 18 tahun itu begitu ketakutan ketika melihat amarah Kalindra.


“Ta- tapi, aku tidak mau tidak membuka laptop Kakak,” jawab Gueen yang memberanikan diri untuk berbicara.


“Tutup mulutmu!” teriak Kalindra lagi. “Pergi sana!" Dengan cepat, Gueen pun langsung berbalik lalu berlari ke arah kamarnya, dan ketika sampai di kamar tubuh Gueen ambruk di lantai


Ini sudah 3 tahun dia tinggal bersama Kalindra. Tapi, Kalindra tidak pernah mau berbaik hati padanya. Kalindra selalu bersikap baik pada Alona. Tapi tidak padanya dan Gueen selalu berpikir mungkin karena dia dan Kalindra berbeda ibu, hingga Kalindra begitu membencinya.


Ya, Gueen adalah anak dari Davika dan juga Kevin. banyak hal yang terjadi pada Devika dan Kevin, hingga 3 tahun lalu, mau tak mau Kalindra mengijinkan Gueen tinggal di apartemennya dan itu juga perintah Salsa, hingga Kalindra tidak bisa menolak.


Semenjak tinggal bersama Gueen, rasanya Kalindra benar-benar muak, dia membenci adiknya. Tentu saja karena mereka berbeda ibu, al


Apalagi Kalindra masih ingat masa lalu ayahnya dan Davika, itu sebabnya dia melampiaskan amarahnya pada Gueen.


tapi berbeda dengan Gueen. Walaupun kakanya terlihat membencinya. Tapi anehnya, Gueen merasakan perasaan yang lain, semacam cinta tapi di sisi lain, Gueen juga sadar bahwa Kalindra adalah kakanya. Dan dia sadar dia tidak boleh jatuh cinta dengan kakanya sendiri.