
Jantung Nino seakan terbelah ketika melihat Salsa datang ke arahnya, dadanya terasa nyeri ketika Salsa tersenyum padanya, dan itu membuat perasaan Nino semakin tidak karuan
‘Salsa Maafkan aku harus mengambil langkah ini, Tapi percayalah aku akan terus mencintaimu dan tidak akan pernah menikah dengan siapapun. Aku hanya bisa mendoakan agar kau terus bahagia.’ Nino membatin ketika Salsa berjalan ke arahnya. setiap detik dilalui Nino dengan rasa sakit dia, terus mengabadikan wajah Salsa yang sekarang sedang tersenyum padanya.
Salsa menarik kursi kemudian dia mendudukkan diri di sebelah Nino. “Nino Kenapa 3 hari ini aku tidak bisa dihubungi, aku ke rumahmu juga semuanya tidak ada, kalian ke mana?” tanya Salsa, ketika dia duduk dia langsung bertanya bertubi-tubi pada Nino.
“Baru saja akan berbicara lagi tiba-tiba Salsa menghentikan ucapannya ketika melihat raut wajah Nino yang serius, karena saat Salsa duduk Nino berusaha untuk menampilkaklm raut wajah datarnya agar Salsa tidak curiga.
“Nino, Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Salsa, jari-jari Nino saling mengepal di bawah. sebelum berbicara dia mengepalkan tangannya karena jujur saja dia tidak sanggup untuk melihat reaksi Salsa.
“Salsa, kita batalkan saja pernikahan kita.”
Seketika bisa tertawa. “Nino Kenapa kau bercanda seperti ini, ulang tahunku masih lama,” kata Salsa yang menyangka bahwa Nino hanya mengerjainya.
Bukannya menjawab, Nino malah melepaskan cincin dari jari manisnya kemudian mengembalikan pada Salsa.
“Maaf Salsa, kekasihku mengandung jadi aku harus bertanggung jawab.”
Tiba-tiba tubuh Salsa dia mematung, dia menatap Nino dengan tatapan tak percaya.
“Ni-Nino!” panggil Salsa dengan terbata.
“Sebenarnya sebelum aku berpacaran denganmu aku sudah mempunyai kekasih dan dia sedang hamil anakku, jadi kita batalkan saja karena aku lebih memilih dia." Setelah mengatakan itu, Nino pun bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan Salsa dan keluar dari cafe.
Salsa masih dia mematung, dia menatap cincin Nino dengan tatapan tak percaya, lalu tak lama Salsa menampar-nampar pipinya sendiri berharap ini adalah mimpi hingga beberapa orang yang ada di sekitar Salsa langsung menenangkan Salsa karena setelah menampar pipinya, Salsa menangis dengan keras.
Sedangkan Nino, ketika sampai berada di mobil Nino langsung menangis sejadi-jadinya, dia membentur-benturkan kepalanya ke setir kemudi kala dia harus meninggalkan wanita yang dia cintai demi menyelamatkan keluarganya. seandainya Ayah Kevin tidak memitnah ayahnya mungkin saat ini dia masih bahagia bersama Salsa, tapi takdir tidak bisa diubah.
Dan pada akhirnya setelah memutuskan pernikahannya dengan Salsa, Nino dan keluarganya pergi ke luar negeri. Namun nasib buruk kembali menimpa keluarga Nino, kala beberapa bulan berlalu setelah pindah ke luar negeri, ayahnya dinyatakan mengidap komplikasi dan pada akhirnya semua harta benda yang mereka punya habis untuk perawatan Bastian, dan lagi-lagi duka tidak berhenti menerjang keluarga Nino. Setelah melewati pengobatan dan dinyatakan sedikit membaik, ternyata Bastian harus menghembuskan nafas terakhirnya.
Dan setelah ayahnya meninggal keuangan Nino dan ibunya benar-benar memburuk, mereka hidup di negara asing. Bahkan terkadang mereka tidak makan selama beberapa hari. Nino Hanya bekerja serabutan karena dia tidak terbiasa dengan pekerjaan di luar negeri.
Selama bertahun-tahun Nino berjuang untuk dirinya untuk ibunya dia tidak memperdulikan dirinya sendiri yang terpenting dia harus menghasilkan uang untuk ibunya, apalagi beberapa tahun setelah ayahnya meninggal kondisi ibunya juga drop bahkan tidak bisa berjalan.
Dan 9 tahun berjuang. Perlahan Nino berhasil memperbaiki ekonomi sedikit demi sedikit hingga setelah 9 tahun tinggal di luar negeri, Nino kembali ke Rusia. Dia memberanikan diri pulang berharap keluarga Tommy tidak dendam lagi padanya..
Jika ditanya apa Nino masih mencintai Salsa jawabannya. Ya, Sampai detik ini setelah 12 tahun berlalu, Nino masih mencintai Salsa. Setahun setelah pindah ke Rusia, Nino dipertemukan kembali melihat Salsa. Dia melihat Salsa ketika Salsa makan di restoran bersama Kevin dan kedua anak mereka.
Walaupun sesak tapi Nino turut senang ketika melihat Salsa terlihat bahagia bersama keluarga barunya. Dan setelah melihat Salsa, Nino perlahan mulai mencari tahu tentang Salsa. Dan ketika tau di mana Alona dan kalindra bersekolah, Nino langsung datang ke sekolah tersebut menawarkan untuk mengisi cake di kantin tempat tempat Alona dan kalindra sekolah. Setidaknya walaupun tidak bisa dekat lagi dengan Salsa, Nino ingin dekat dengan Kalindra dan Alona.
Nino tersadar ketika bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya. Dia tersenyum ketika mengingat perjalanannya selama 12 tahun ke belakang yang sangat tidak mudah. Setelah cukup lama terdiam, Nino pun bangkit dari duduknya dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.
Beberapa hari kemudian
Pada akhirnya, Salsa sudah bisa keluar dari rumah sakit. Kondisi kandungannya juga sudah membaik hingga Kini dia dibolehkan untuk pulang. Selama beberapa hari ini, Salsa melewati harinya seorang diri di rumah sakit,.hanya sekali-kali, Kalindra datang untuk menjenguknya.
Setelah memastikan tampilannya sudah rapi Salsa langsung berjalan keluar dari ruangannya, dia berencana untuk langsung pulang karena dia begitu rindu dengan Alona. Selama beberapa hari ini pula, Kevin sepertinya tidak pernah mencari dirinya, Karena kemarin dia bertanya pada Kalindra apakah Kevin mencarinya atau tidak. Tapi jawaban Kalindra, Kevin hanya mencarinya satu kali itu itu pun saat hari di mana dia masuk ke dalam rumah sakit.
Dan sekarang Salsa tidak mau memikirkan apapun lagi, dia hanya ingin kandungannya sehat apalagi dia tidak ingin berurusan lagi dengan mertuanya yang telah membuatnya seperti ini.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang akhirnya siang dikendarai yang ditumpangi oleh Salsa sampai di rumah wanita itu mengerutkan keningnya ketika melihat Kevin ada di rumah padahal ini hari masih siang. Itu berarti Kevin tidak pergi ke kantor.
“Salsa dari mana saja kau!”
Salsa yang baru saja masuk langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Kevin.
“Bukan urusanmu!” Salsa menjawab dengan ketus, dan itu memetik kekesalan di diri Kevin. Awalnya Kevin memang percaya bahwa Salsa menginap di rumah Alice seperti apa yang Kalindra ucapkan. namun tadi pagi Alice mengirimnya pesan padanya bertanya tentang keberadaan Salsa.
Tapi, untungnya Alice tidak mengatakan bahwa Salsa sedang berada di rumah sakit, karena Kevin terlebih dahulu menjawab bahwa Salsa ada di rumah dan ketika Salsa masuk, Kevin langsung bertanya.
Saat Salsa berbalik, Kevin dengan cepat menarik tangan Salsa, dia menarik dengan keras hingga Selasa sedikit meringis. Lalu, wanita itu berbalik dan menghempaskan tangan Kevin.
“Kemana saja kau selama beberapa hari ini?” tanya Kevin nada suaranya menggeram, dipenuhi dengan amarah.
Salsa langsung menghempaskan tangan Kevin “Bukan urusanmu!”
Plak! Satu tamparan mendarat di pipi Salsa rupanya, Kevin tidak bisa menahan amarahnya