
Berapa hari kemudian
Salsa terdiam di depan sebuah kantor yang tak lain firma hukum yang juga milik keluarganya, atau tepatnya firma hukum ini dibangun oleh adik dari kakeknya yang sudah meninggal. Namun sampai sekarang masih tetap berjalan.
Pada akhirnya, setelah beberapa hari berperang dengan perasaannya, setelah beberapa hari Kevin pulang ke rumah dan kembali tinggal bersama, Salsa memutuskan untuk bercerai.
Banyak sekali hal yang Salsa pertimbangkan, dia masih mencintai Kevin.Tapi, hatinya sudah tidak kuat untuk menerima apapun yang Kevin lakukan.
Dia percaya awalnya memang berat, tapi seiring berjalannya waktu dia pasti akan terbiasa tanpa kehadiran suaminya. Setidaknya jika dia bercerai dengan Kevin, dia tidak akan merana walaupun pasti rasa sakit itu tetap ada.
Setelah cukup lama terdiam, Salsa menegarkan hatinya, lalu masuk ke dalam. “Salsa!” panggil Jonathan, hingga Salsa menoleh.
Tubuh Salsa langsung menegang ketika Jonathan yang tak lain adik sepupu ibunya memanggilnya, karena ternyata sekarang firma hukum ini di kelola oleh Jonathan.
” Salsa Kau sedang apa di sini?” tanya Jonathan. Salsa tampak terdiam, dia tidak menyangka akan bertemu Jonathan. Salsa datang ke kantor ini untuk bertemu salah satu pengacara terbaik yang ada di sini, tapi ternyata dia malah bertemu dengan Jonathan.
“Salsa, kau ingin bertemu siapa kemari? Apa ada masalah, apa kau butuh bantuan hukum?” Tanya Jonathan bertubi-tubi, ditanya seperti itu Salsa hanya bisa menunduk. Jonathan langsung menarik lembut tangan Salsa, hingga kini mereka ada di ruangan Jonathan
” Paman, mana bibi Shakira?” tanya Salsa dia mengalihkan pembicaraan, dia semakim gugup ketika Jonathan menatapnya dengan menyelidik.
“Salsa!” panggil Jonathan, hingga Salsa menunduk. Jonathan mengambil minum kemudian memberikannya pada Salsa.
“Pelan-pelan saja, kau boleh menceritakan pada paman.” Salsa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, seandainya tadi dia datang lebih awal, pasti dia tidak akan bertemu dengan Jonathan. Sedangkan dia tidak bisa mempercayai firman hukum lain, karena ini berkaitan dengan banyak hal dan pada akhirnya Salsa pun menceritakan semuanya dan Jonatan hanya bisa mengelus tangan Salsa menguatkan Salsa untuk bercerita.
Jonathan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya Sepertinya dia mulai mengerti permasalahan apa yang Salsa alami. “Kau ingin mengikuti cara mendiang nenek Gabby?” tanya Jonathan.
“Masud Paman?” Salsa menghapus air matanya kemudian menatap Jonathan dengan bingung.
”Nenek Gaby juga bercerai dengan kakek arsen secara diam-diam, tidak ada yang tahu perceraian mereka hanya nenek Gaby yang tahu dan juga ....”
”Memangnya paman Joshua tahu dari mana, apa nenek Gaby pernah bercerita?” Tanya Salsa.
”Oh, ayolah Salsa itu bukan rahasia umum lagi, Jadi bagaimana kau ingin mengikuti cara paman? Mjika Kevin tau kan akan menceraikannya, Kevin akan berpura-pura berubah, dan dia akan tetap bermain gila di belakangmu. Jadi sebaiknya, kau ambil langkah ini, kau terbebas dari rasa sakit, Kevin tidak akan curiga dan akan terus bersama anak-anak. Jika Kevin tahu kau menggugatnya, dia akan menggunakan anak-anak untuk menekanmu Belum lagi jika dia tau kau sedang mengandung. Paman harap kau mengerti. Dan selagi Kevin tidak tau kalian sudah, bercerai gunakan waktu sebaik mungkin untuk memberi pengertian pada anak-anak bahwa kalian tidak bisa bersama dan ketika anak-anak mengerti Kevin tidak bisa lagi menekanmu dengan alasan anak-anak.
Salsa menunduk, dia juga sudah memikirkan ini bercerai lebih baik bercerai diam-diam, setidaknya walaupun mereka tinggal satu atap Tapi status mereka sudah berpisah, Salsa idak akan terlalu sesak Karena sudah menyadari betul Kevin bukan miliknya lagi.
“Jika kau setuju, Paman akan mengurus semuanya, tidak perlu lelah datang ke persidangan kau akan mendapatkan surat ceraimu dalam waktu dekat.”
“Paman tolong, jangan beritahukan Mommy dan Daddy tentang ini. Aku tidak ingin mereka terlibat dengan urusanku, aku ingin mereka menikmati hari tua dengan damai,” ucap Salsa.
“Kau tenang saja, Paman berjanji.”
***
Salsa keluar dari kantor firma hukum tempat barusan dia berkonsultasi, dia menghirup udara di lua. Entah kenapa beban yang dirasakan sedikit menghilang ketika dia sudah menceritakan keluh kesahnya.
Salsa masuk ke dalam mobil, dia berencana untuk makan di restoran favoritnya. Beberapa saat lalu dia kehilangan nafsu makan, dan sekarang setelah berkonsultasi dengan Jonathan dan menceritakan semua, Salsa bertekad untuk menjalani harinya dengan enjoy, dia tidak ingin lagi terpikirkan apapun dan akan mencoba masa bodoh dengan apapun yang terjadi.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Salsa sampai di restoran favoritnya, dan tepat ketika dia keluar dari mobil, Salsa diam mematung ketika melihat Davika keluar dari mobil bersama ibu mertuanya, bahkan Salsa bisa melihat Davika menatapnya dengan senyum sinis.
“Ah, Salsa kita bertemu di sini.” Aurel tampak puas ketika melihat Salsa dia bahkan menggandeng tangan Davika, seolah mendukung ucapan Kevin tentang Davika.
“Kalian ingin makan siang?” Tanya Salsa dia tidak ingin memperlihatkan sisi lemahnya.
” Bagaimana jika kita makan bersama, kau tidak keberatan, kan, Davika?” tanya Aurel yang ingin memanas-manasi Salsa.
“Baik, Ayo kita makan bersama,” jawab Salsa seperti biasa Salsa paling tidak bisa ditantang membuat mata Aurel membulat, dan sekarang mereka sudah duduk di meja yang sama.
“Salsa, lihat! bagus tidak. mommy baru saja dibelikan perhiasan oleh Davika,” kata Aurel yang memperlihatkan jari tangannya ke hadapan Salsa. sedangkan Davika tentu saja merasa bangga dipamerkan oleh Aurel, karena tentu saja dia pun berniat untuk merebut Kevin apalagi dari awal dia sudah tertarik pada lelaki itu, hingga sekarang dia gencar mendekati Aurel dan terus memberikan Aurel hadiah.
”Hmm, bagus juga," Jawab Salsa membuat Aurel langsung terdiam. Dia pikir raut wajah Salsa akan berubah tapi ternyata Sama saja.
Pesanan mereka pun datang, Salsa tidak banyak bicara sedangkan Aurel dari tadi terus berbincang dengan Davika seolah menegaskan bahwa Wanita itu sangat menyukai Davika.
Salsa? jangan ditanyakan tentu saja dalam diamnya wanita itu merasakan hancur, dia seperti diserang oleh dua orang secara bersamaan.
“Salsa, kau tidak menghabiskan makananmu?”! tanya Aurel ketika Salsa menghentikan makannya.
“Karena Mommy sudah memiliki berlian dari dia Jadi tolong kembalikan satu set berlian yang Mommy pinjam dari ibuku.” Karena gerah Aurel terus membahas berlian, Salsa langung berbicara.
Mata Aurel membulat saat mendengar itu.
“Kenapa kau mengambil itu, kan milik ibumu, bukan milikmu?” tanya Aurel yang tidak terima
“ Oh baiklah, aku akan menelepon mommyku dan mengatakan agar Mommyku mengambil berlian itu, Mommyku pasti akan mengambilnya karena tau bahwa besannya sudah mendapatkan berlian dari wanita lain.”
Mata Aurel semakin membulat, Walaupun dia berani pada Salsa, tapi dia tidak berani pada Mayra.
“Ya sudah nanti Mommy kembalikan,” kata Aurel yang langsung berbicara ketika Salsa sudah mengangkat ponselnya. Dia memang berani pada Salsa tapi dia sangat takut pada Mayra apalagi Tommu
“Jika dipikir, berlian itu tidak ada apa-apanya dengan berlian yang Mommy pinjam dari ibuku. Apalagi harga berlian Mommyku lebih mahal dari rumah yang keluarga Mommy saat ini tempati. Jadi, Mommy mengerti poin pembicaraanku?” Salsa menekan kata demi kata yang keluar dari mulutnya. Kali ini Davika benar-benar tertunduk, apalagi soal mendengar tentang berlian Salsa yang sangat jauh dari berlian yang dia berikan pada Aurel.
Sedari tadi, Salsa sengaja diam agar sekarang dia bisa membalas Ibu mertuanya, akhirnya acara makan pun selesai. Salsa bangkit dari duduknya. “ “Biar aku yang membayar semuanya," ucap Salsa. Saat dia akan melangkah, Salsa menghentikan langkahnya.
“Mommy aku harap Mommy tidak melupakan bahwa perusahaam suami Mommy masih bekerja sama dengan perusaan keluargaku. Jadi Mommy mengerti maksudku?” Salsa memberi peringatan agar Aurel sadar bahwa keluarga mereka tidak ada apa-apanya. Dan setelah mengatakan itu, Salsa melihat ke arah Davika.
“Aku tidak tau siapa namamu. Tapi, aku rasa di ponselnya ada internet dan tolong cari tau keluarga Josepin.” Setelah mengatakan itu, Salsa pun keluar dari restoran.
Saat berada di mobil, Salsa langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Jantung wanita itu sedari tadi berpacu dengan cepat, selama makan bersama dengan Davika dan mertunya, Salsa merasakan amarah yang membara tapi tentu saja dia hanya bisa menahannya.
Dan sekarang, ketika di mobil, ketika di mobil, dia langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Setelah bisa menguasai diri, akhirnya Salsa menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Entah kenapa dia seperti orang yang hilang arah, Hari ini Salsa benar-benar mengalami kejadian yang sangat menyakitkan dari mulai dia yang datang ke kantor pengacara sampai dia yang harus dibandingkan oleh ibu mertuanya m
Saat perasaan Selasa semakin tidak menentu, Salsa merasakan nafasnya tidak beraturan, hingga dia pun langsung memarkirkam mobilnya di sisi, dan tepat ketika mobil berhenti, Salsa tidak sadarkan diri.
***
Salsa membuka mata, dia mengerjapkan pandangannya dan sedetik kemudian dia menyadari bahwa dia sedang berada di rumah sakit. Mata Salsa membulat, tadi seingatnya dia berada di mobil, lalu siapa menyelamatkannya.
Ehem Salsa Nino berdahak menyadarkan Salsa dari lamunannya rupanya yang menyelamatkan Salsa adalah Nino. Tadi, jalanan sempat padat karena mobil Salsa sedikit menghalangi jalan.
Beberapa orang mengklakson mobil Salsa. Namun mobil Salsa tidak kunjung bergerak, dan kebetulan Nino sedang melintas dan menyadari bahwa itu adalah mobil Salsa. Hingga Nino pun langsung turun dari mobilnya, dan ketika Dia mengintip dia melihat Salsa terkulai hingga lelaki itu langsung memecahkan kaca jendela dan membawa Salsa ke rumah sakit.