Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 31



"Kenapa Lisia?" tanya Salsa, jari tangannya berjalan di atas perut Lisia hingga sekarang tangan Salsa berada di dekat leher wanita itu.


"No-Na," panggil Lisia, tubuhnya tidak bisa digerakkan ketika tangan Salsa ada di atas tubuhnya. Dia tidak menyangka bahwa ternyata Salsa mengetahui apa yang dia lakukan, padahal dia benar-benar sudah yakin mematikan semua CCTV yang ada di rumah utama.


"Setelah kau keluar dari rumah sakit, kau benar-benar akan menerima akibatnya," ucap Salsa dengan penuh penekanan.


Bukannya menjawab, Lisia malah berteriak ketika Salsa memukul perut wanita itu yang baru saja kehilangan anaknya.


"Ingat, nyawa dibayar nyawa," ucap Salsa sebelum dia berbalik. Setelah mengatakan itu, Salsa pun berjalan keluar dari ruang rawat Lisia, kemudian dia memutuskan untuk pergi. Barusan, dia meminta izin pada Kevin, dia ingin melihat Alona di rumah orang tuanya agar Kevin tidak curiga.


Salsa turun dari mobil, wanita itu baru saja sampai di rumahnya. Setelah mobil berhenti, Salsa langsung turun dan tepat ketika Salsa turun, Kevin keluar dari rumah.


"Kau mau ke mana?" tanya Salsa ketika Kevin keluar dari rumah.


"Oh, aku menunggumu, Sayang," dusta Kevin, padahal tadinya dia berniat untuk pergi menemui Davika karena berpikir Salsa masih pergi lama, tapi sepertinya niatnya harus terbuang karena ternyata Salsa sudah berada di depannya.


"Ya sudah, ayo masuk," jawab Salsa, mereka pun masuk ke dalam.


"Sebentar, aku ingin mengambil minuman," ucap Salsa lagi, wanita itupun langsung berjalan ke arah dapur.


Beberapa Saat berlalu, Salsa datang kembali membawa segelas minuman untuk Kevin.


"Tumben sekali, Sayang? Aku, 'kan, bisa menyuruh pelayan," ucap Kevin hingga Salsa langsung memberikan minuman itu pada Kevin dan tanpa rasa curiga, Kevin langsung meminum minuman itu yang sudah dicampur sesuatu oleh Salsa.


Waktu menunjukkan pukul delapan malam Kevin keluar dari kamar. Dia sudah pamit pada Salsa akan mengunjungi ibunya yang sedang sakit, tentu saja Itu hanya alasan karena faktanya dia ingin bertemu dengan Davika. Rasanya, dia sudah merindukan kehangatan wanita itu.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Kevin sampai di apartemen Davika dan ketika sampai, Kevin langsung membuka pintu dan ketika pintu terbuka, Davika langsung menyerang Kevin mencium bibir lelaki itu tidak lupa Kevin pun membalas apapun dilakukan Davika hingga pemanasan demi pemanasan pun dimulai.


Namun saat akan memulai, Kevin merasa ada yang aneh dengan dirinya, padahal Davika sudah tampil menggoda tapi anehnya senjatanya tidak berfungsi dan tidak tegak sedikit pun.


"Kenapa?" tanya Davika ketika milik Kevin tidak mau menegak begitu pun dengan Kevin yang masih bingung. Padahal barusan hasratnya begitu menggebu-gebu. Tanpa Kevin sadari, sebenarnya tadi Salsa mencampurkan obat pelemah syahwat pada minuman Kevin.


Kevin mendudukan diri di sofa kemudian dia berusaha mengurut senjata miliknya tapi tidak bisa. Devika juga langsung membungkuk memainkan milik Kevin dengan lidahnya namun senjata Kevin tidak bereaksi membuat keduanya melamun.


Kevin bingung kenapa dia seperti ini, padahal jika berurusan dengan Davika apalagi soal ini, dialah yang paling bersemangat, begitupun dengan Davika. Kenapa sekarang Kevin seperti ini?


.Kevin mengusap wajah kasar saat dia sudah mencari cara untuk membangkitkan senjatanya tapi tetap saja senjatanya tidak mau bangkit, bahkan sekarang Davika sudah memakai pakaian dan terlihat kesal padanya, padahal biasanya Davika tidak pernah seperti ini, wanita itu akan senantiasa menurut pada Kevin.


Rupanya, Davika kesal padahal tadi semangatnya sudah menggebu tapi malah seperti ini, hingga pada akhirnya bangkit dari duduknya lalu setelah itu dia langsung pergi ke arah sofa, di mana dia meninggalkan pakaiannya di sana.


"Ya sudah," jawab Davika dengan ketus.


Kevin langsung membungkuk kemudian mengelus rambut wanita itu dan setelah itu dia mencium kepala Davika dan setelah itu dia langsung keluar dari apartemen Davika dan berencana untuk pergi ke rumah sakit , menanyakan keadaan dirinya kenapa bisa sampai seperti ini padahal tentu saja senjatanya adalah aset untuknya.


Namun tak lama, saat ia akan membelokkan mobilnya ke rumah sakit, dia mendapatkan telepon dari Salsa menyuruh Kevin untuk pulang hingga pada akhirnya dia membatalkan niatnya untuk pergi ke rumah sakit dan setelah itu, dia pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan akan memeriksakan kondisinya besok.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Kevin sampai di rumah. Lelaki itu pun langsung turun kemudian berjalan masuk ke dalam.


Saat berjalan masuk ke dalam ternyata Salsa sedang berada di sofa, wanita itu menahan tawa saat melihat Kevin yang tampak gusar.


"Bagaimana, apa keadaan mommy baik-baik saja?" tanya Salsa ketika Kevin duduk di sebelahnya.


"Oh iya, keadaan Mommy baik-baik saja," jawab Kevin lagi, pikirannya melanglang buana memikirkan apa yang terjadi padanya dan kenapa dia bisa seperti ini.


"Oh ya, Sayang, mana Alona?" tanya Kevin.


"Dia sedang di kamar," jawab Salsa.


"Aku ingin istirahat dulu, boleh, 'k an? Aku akan menemui Alona nanti," jawabnya hingga Salsa mengangguk, dan setelah itu Kevin pun bangkit dari duduknya lalu setelah itu dia pergi ke arah kamar membuat Salsa menyeringai.


"Ini baru permulaan," kata Salsa di sertai seringai.


Kevin sudah menghancurkannya sedemikian rupa, maka Salsa juga akan memberikan pembalasan yang luar biasa hebat.


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Salsa masuk ke dalam kamar, wanita itu membawa sebuah minuman untuk Kevin, karena tadi saat masuk ke dalam kamar, Kevin mengeluhkan bahwa dia sedang demam, tentu saja itu efek obat yang Salsa berikan.


"Kau harus minum ini, aku membuat minuman ini dari rempah-rempah dan agar bisa menormalkan demammu," ucap Salsa hingga Kevin langsung berusaha bangkit dari berbaring, lalu setelah itu dia menerima minuman dari Salsa, lalu Kevin tidak curiga karena memang ada aroma rempah yang ditambahkan di minuman Kevin.


Setelah minum-minuman itu, Kevin langsung membaringkan tubuhnya. Dia benar-benar merasa tidak berdaya. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya Kevin tertidur membuat Salsa tersenyum.


***


Kevin terbangun ketika sinar matahari menusuk wajahnya. Saat Kevin membuka mata, kepala Kevin terasa berputar-putar. Dia merasakan seluruh tubuhnya lemas, dan pada akhirnya dia pun memutuskan untuk bangkit karena dia ingin pergi ke kamar mandi.


Saat akan turun dari ranjang, mata Kevin membulat ketika dia berusaha menggerakan kakinya, “A-ada apa ini,” lirih Kevin, sekuat tenaga dia berusaha untuk menggerakkan kakinya tapi tidak bisa. Belum cukup keterkejutan Kevin karena dia tidak bisa berjalan, Kevin di buat terkejut lagi saat kulitnya di penuhi bintik merah.