Oh My Salsa

Oh My Salsa
Bab 15



Setelah beberapa saat berlalu, Salsa akhirnya bisa menikmati kegiatannya, menikmati secangkir kopi dan juga sepotong cake, dia menikmati waktunya dengan tenang. Sebenarnya bukan dengan tenang, hanya saja dia berusaha untuk tidak memikirkan apapun. Barusan mood-nya sempat memburuk karena kedatangan dua wanita itu, tapi setelah makanannya datang dan Salsa berusaha untuk tetap tenang, akhirnya Salsa kembali mendapatkan ketenangannya.


***


Kevin turun dari mobil, dia berjalan ke dalam rumah. Hari ini dia sengaja pulang lebih cepat karena dia ingin berbicara dengan Salsa. Ini sudah beberapa hari berlalu semenjak dia menampar istrinya dan dia belum lagi berbicara dengan wanita itu dan sekarang, dia benar-benar ingin meminta maaf. Sialnya, dia meminta maaf karena ketakutan, bukan karena merasa bersalah. Dia juga harus tetap berhati-hati, apalagi dia sudah menjalin hubungan dengan Davika, bahkan sebelum dia pulang ke rumah ini dia baru saja memadu kasih dengan wanita itu.


Saat dia akan masuk ke dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara mobil hingga Kevin menoleh dan ternyata, itu mobil istrinya.


Salsa satu turun dari mobil, dia baru saja sampai ke rumah dan ketika dia keluar dari mobil, dia mengembuskan napas kasar kala melihat Kevin yang baru saja akan masuk ke dalam rumahnya. Sungguh ketika melihat Kevin, Salsa benar-benar terasa sesak. Tamparan Kevin terjadi beberapa hari yang lalu, tapi rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang.


Salsa menghela napas kemudian mengembuskannya. Wanita itu langsung berjalan masuk ke dalam.


"Salsa," panggil Kevin, kali ini nadanya terdengar lemah lembut, tapi Salsa tidak menggubris ucapan Kevin hingga Kevin langsung mengikuti langkah Salsa.


"Kau akan benar-benar selesai jika kau berani mengikuti aku," ucap Salsa lagi ketika Kevin akan mengikutinya. Namun, tentu saja Kevin tidak menyerah, dia yakin Salsa seperti ini karena ingin dibujuk. Biasanya memang Salsa bersikap seperti ini ketika merajuk, tidak ingin diikuti dan tidak ingin dibujuk, tapi sebenarnya Salsa ingin sekali dirayu. Namun, sekarang berbeda, dia benar-benar muak dengan suaminya atau yang sekarang lebih tepatnya menjadi mantan suaminya.


Saat masuk ke dalam, Salsa langsung mengunci pintu. Namun, tentu saja Kevin tidak hilang akal, dia langsung menempelkan sidik jari untuk masuk dalam kamar dan beruntung, Salsa belum mengubah alat fingerprint yang tertempel di depan kamar.


Kevin berjalan ke arah Salsa yang sedang duduk di sofa. Sepertinya, wanita itu mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Sementara Salsa yang malas untuk berdebat dengan mantan suaminya, memilih mengabaikan.


Kevin berlutut di hadapan Salsa, sedangkan Salsa bergeming. Dia sama sekali tidak terpengaruh dengan apapun yang Kevin lakukan.


"Salsa, aku mohon, aku minta maaf atas semua kesalahanku, aku berjanji aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku juga minta maaf atas kesalahanku yang mengabaikan kalian selama dua bulan. Aku berjanji aku akan selalu mengikuti kemauanmu. Aku juga tidak akan berkumpul dengan teman-temanku dan aku juga tidak akan lagi bertemu Davika," ucap Kevin, berharap Salsa percaya kebohongannya. Tentu saja dia dan Davika sudah setuju untuk berkencan secara diam-diam. Tanpa Kevin tahu, sebenarnya Davika akan memberitahukan hubungan mereka pada Salsa.


Salsa tidak terpengaruh. Biasanya ketika Kevin berbicara seperti ini, dia akan langsung luluh, tapi sekarang tidak. Dia hanya muak, muak dan muak.


"Sayang, kau sedang mengandung?" tanya Kevin.


"Aku sedang mengandung, tapi ini bukan anakmu," jawab Salsa dengan enteng membuat mata Kevin membulat


“Sa-Sayang, kau bercanda, kan?” Kevin menatap Salsa dengan tatapan tak percaya


“Tidak, aku tidak bercanda. Dan kau harus tau, aku bukan lagi istrimu.”


***.


“Nino, kenapa kau melamun?" Tanya Nana ketika melihat putranya melamun. Nino tersadar.


“Aku memikirkan Salsa, Mom,” jawab Nino dengan helaan nafas berat.


“Nino, selama ini kau sudah terlalu banyak menyimpan semua sendiri. Jika kau merasa pernikahan Salsa sedang tidak baik-baik saja. Kenapa kau tidak beritau saja yang sebenarnya pada Salsa.”


“Aku ingin Mom. Tapi, aku takut Salsa tidak percaya.”


.“Bagaimana jika kau datangi Tuan Tommy, atau tidak datangi Dareen dan minta mereka untuk menyelidiki semuanya." Nino tampak terdiam, dia baru mengingat nama Dareen yang tak lain adik Salsa, dulu hubungan mereka cukup dekat.


“Ya, Bu. Sepertinya ibu ada benarnya juga. Mungkin aku harus berbicara dengan Dareen.” balas Nino, walaupun dia sendiri tidak yakin.