
"Lihatkan reaksi Salsa? Cepat pergi dari sini," ucap Nino, dia langsung kembali berbalik kemudian menghadap Salsa, tanpa memperdulikan Kevin.
Sedari semalam, entah kenapa walaupun jiwanya seperti terenggut, tapi Salsa merasa aman ketika dekat dengan Nino.
Sementara Kevin, dia tidak ingin membuat Salsa membencinya, hingga lelaki itu pun langsung berbalik kemudian keluar dari ruang rawat Salsa.
"Tidak apa-apa, dia sudah pergi," ucap Nino. Entah kenapa, Nino merasakan bahwa Salsa sedang ketakutan, apalagi tangan Salsa mencengkram erat kausnya hingga dia langsung memeluk Nino kembali.
Satu bulan kemudian.
Waktu bergulir begitu cepat. Ini sudah satu bulan berlalu semenjak Salsa kehilangan anaknya, dan satu bulan ini pula Salsa di rawat di rumah sakit. Nino hanya menemaninya selama satu minggu dan setelah satu minggu berlalu, Salsa tidak ingin ditemani oleh siapapun kecuali kalindra dan Alona, begitupun dengan Kevin. Dia juga melarang Kevin untuk masuk. Dia butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan semuanya dari lukanya dan juga traumanya, karena dia juga mengetahui satu hal yang luar biasa menyakitkan hingga Salsa harus terus bertahan dan menguatkan dirinya sendiri, yaitu dengan cara menyendiri hingga dia bisa berpikir dengan jernih.
Waktu menunjukan pukul 4 sore, Sedari tadi, Salsa berdiri di depan jendela, tatapannya menerawang ke depan, seolah sedang memikirkan sesuatu.
Ketika Salsa melamun, tiba-tiba pintu terbuka membuat Salsa menoleh, ternyata sosok Kevin yang masuk hingga Salsa tersenyum. Ya, tiga hari lalu Salsa sudah mulai mengizinkan Kevin untuk masuk. Tentu saja Kevin senang, terlebih lagi sikap Salsa terlihat seperti semula, tidak pernah lagi menatapnya dengan tatapan benci.
Kevin pikir Salsa mulai ingin berhubungan seperti dulu lagi, hingga dia merasa tenang, apalagi saat itu Salsa terang-terangan menyuruh Nino untuk tidak datang lagi ke rumah sakit, dan selama tiga hari ini Kevin menemani Salsa tanpa beranjak sedikit pun, lelaki itu memberikan perhatian pada Salsa seperti dulu.
"Kau sudah siap, Sayang?" tanya Kevin karena hari ini mereka akan pulang.
Salsa diam-diam mengepalkan tangannya kemudian tersenyum, setelah itu dia mengangguk.
Kevin merangkul pundak Salsa, kemudian mereka pun berjalan dari ruang rawat yang selama ini ditempati oleh Salsa. Tapi sayang, Kevin tidak tau, bahwa sebenarnya Salsa bersikap seperti ini hanya untuk mengambil waktu untuk membalas Kevin.
***
Kevin mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Selama tiga hari ini, Kevin begitu tenang karena Salsa sudah kembali seperti dulu lagi dan ancaman terberat sudah pergi karena bayi Salsa tidak selaman.Sekarang, rasanya Kevin bisa hidup tenang lagi, apalagi kemarin malam Salsa mengatakan bahwa tidak akan mengatur keuangan Kevin lagi, tentu saja Kevin semakin berada di atas awan.
Salsa yang sedang duduk di belakang, diam-diam menyeringai ketika Kevin baru saja melihat ke arahnya.
'Kau harus membayar semuanya, aku tidak akan pernah memberi ampun setelah kau melenyapkan anakku. Aku akan menghancurkanmu dengan tanganku sendiri.' batin Salsa.
Jika ditanya apakah Salsa tahu tentang Kevin penyebab kematian anaknya? Ya, Salsa tahu. Saat Kevin mengantarnya ke rumah sakit dan saat Kevin mengemudikan mobilnya ke rumah sakit sambil menelepon Davika, Salsa mendengar semuanya. Walaupun saat itu kondisi Salsa tidak sadarkan diri, tapi telingnya bisa mendengar percakapan antara Davika dan juga Kevin.
Saat sadarkan diri, Salsa bertanya-tanya kenapa dia bisa jatuh di tangga. Lalu di tengah rasa sakitnya yang menderanya, Salsa mulai memikirkan teka-teki yang terjadi di mana tiba-tiba lift mati, tidak ada pelayan yang ada di rumahnya padahal biasanya pelayan akan mondar-mandir untuk mengerjakan tugas hingga pada akhirnya Salsa mengingat semuanya.
Ketika Nino datang dia baru mengingat semuanya. Tentang apa yang dia dengar ketika Kevin berbicara di mobil sambil menelpon Davika. Salsa menyuruh Nino untuk pergi tidak datang lagi, karena takut Kevin mencelakai Nino dan selama sebulan, Salsa tidak ingin dikunjungi Kevin karena dia berusaha menguatkan dirinya, dan menepis rasa takutnya.
Ternyata, Kevin lebih mengerikan dari yang dia duga dan sekarang setelah dia pulih, Salsa tidak akan menunda apapun lagi. Dia akan memberikan pembalasan yang nyata dan begitu pedih pada mantan suaminya.