
“Tuhan kenapa dia berubah jadi monster,” ucap Salsa dengan lirih, seraya memukul-mukul dadanya ketika menyadari bahwa Kevin benar-benar berubah. Kevin berubah hanya dalam hitungan bulan, 12 tahun bersama harus terbayar dengan perubahan Kevin yang luar biasa hebat dan sekarang Salsa tidak akan pernah membiarkan Kevin hidup dengan tenang setelah apa yang menimpanya.
Setelah beberapa saat berlalu, Salsa pun bangkit dari duduknya, kemudian wanita cantik itu langsung membersihkan tubuhnya dan ketika selesai dengan acara di kamar mandi. Salsa langsung keluar kemudian berjalan keluar ternyata Kevin masih mendudukan diri di sofa.
Dan setelah Salsa keluar, Kevin langsung bangkit dari duduknya, dia menghampiri Salsa. “Sayang, apa kau ingin sesuatu? Apa kau mengidam makanan?” tanya Kevin dia langsung bertanya untuk mengambil hati Salsa.
Sedangkan Salsa hanya mampu tersenyum getir, tidak perlu diragukan, Kevin melakukan seperti ini hanya agar posisinya aman. Sebab jika Kevin tidak licik, tentu saja dia akan marah ketika dia menyebutkan anak orang lain tapi mantan suaminya malah seolah tidak terjadi apa-apa bukankah itu mencirikan bahwa Kevin sama sekali tidak perduli dan hanya ingin posisinya tetap aman.
“Aku ingin sesuatu," balas Salsa.
“Kau ingin apa? biar aku belikan.” Kevin berharap Salsa mau menyuruhnya, agar dia bisa mengambil hati wanita itu.
Salsa menggangguk, tanpa dia Salsa menyeringai. “Belikan aku makanan yang di ..." Salsa pun menyebutkan makanan yang ada di restoran di luar kota, membuat mata Kevin membulat. Sebab Butuh Waktu 2 jam untuk sampai di sana.
"Kenapa? kau tidak mau?” Tanya Salsa Kevin dengan cepat menggeleng.
“Tidak, aku akan ke sana sekarang." Dengan cepat, Salsa pun berbalik. Lalu setelah itu dia langsung keluar dari kamar membuat Salsa menyeringai karena restoran itu sudah tutup 2 bulan lalu, dia ingin mengerjai mantan suaminya.
***
Kevin turun dari mobil, lelaki itu membulatkan matanya ketika restoran yang di tunjuk oleh Salsa tutup. Padahal,dia sudah mengendarai mobilnya dengan jarak tempuh yang sangat jauh. Bahkan dia juga menahan lelah dan menahan kantuk tapi lihatlah saat sampai di sini ternyata restorannya tutup.
Kevin mengutak-atik ponselnya, kemudian menelepon Salsa. “Hallo, Salsa panggil Kevin ketika Salsa mengangkat panggilannya.”
“Ada apa?” tanya Salsa
“Restoran yang kau mau tutup," Jawab Kevin
“apa kau ingin makan yang lain?" Tanya Kevin lagi.
“Tidak, tunggu di sana sampai restoran itu buka." Setelah mengatakan itu, Salsa pun langsung menutup panggilannya, membuat Kevin mengusap wajah kasar. Mau tak mau dia harus menunggu sampai restoran itu buka. Tapi tentu saja restoran itu tidak akan buka karena sudah tutup permanen.
Waktu menunjukkan pukul 02.00 malam, Kevin melihat ke sana kemari. Jalanan tampak sepi, sedari tadi dia sudah menunggu di depan restoran berharap restoran segera buka. Tapi seperti tidak ada kehidupan, sedangkan Kevin tidak berani pergi meninggalkan restoran itu karena takut restoran itu akan buka ketika dia pergi. Tapi setelah tengah malam kondisi jalan benar-benar sepi, hingga Kevin langsung mengotak-atik ponselnya dia berusaha mencari nomor telepon pemilik restoran itu di internet.