Oh My Salsa

Oh My Salsa
Bab 13



"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Davika membuat Kevin tersadar, dia menggeleng pelan.


"Tidak, tidak apa-apa." Davika diam-diam tersenyum, dia sengaja memakai pakaian seperti ini untuk menggoda Kevin dan benar saja, dari tatapan Kevin dapat diketahui bahwa lelaki itu terpesona padanya. Davika maju kemudian dia malah mendudukkan diri di samping Kevin membuat mata Kevin membulat, tentu saja dia terkejut karena untuk pertama kalinya setelah mereka dekat, Davika berani duduk di sampingnya.


"Tidak apa-apa, 'kan, aku duduk di sini?" tanya Davika, dia sengaja mengibaskan rambutnya menampilkan leher jenjang membuat Kevin menelan saliva.


"I-iya, tidak apa-apa," jawab Kevin dengan terbata.


"Oh ya, aku memberikan ini untukmu." Davika membuka paper bag kemudian dia memberikan sebuah minuman yang tak lain minuman stamina yang terbuat dari ginseng, karena dia tahu Kevin menyukai aroma yang mengandung ginseng hingga Kevin pun mengambilnya.


"Terima kasih," jawab Kevin.


"Oke, boleh aku buka sekarang?" tanyanya lagi hingga Davika mengangguk. Kevin membuka kaleng tersebut.


Saat Kevin membuka kaleng itu, isi dari kaleng tersebut langsung menyembur hingga mengenai pakaian Davika. Tentu saja Davika sudah mengocok kaleng itu terlebih dahulu agar ketika dibuka isi dari kaleng tersebut menyembur dan dia sengaja mendekatkan tubuhnya agar minuman itu terkena pakaiannya. Tentu saja dia gunakan ini untuk menggoda Kevin. Secepatnya, dia harus mendapatkan lelaki itu, begitulah pikir Davika.


"Maaf, maaf." Kevin pun mengambil tisu yang ada di meja kemudian wanita lelaki itu langsung melakukan tisu pada pakaian Davika hingga tanpa sengaja dia menyentuh sesuatu yang berada di dalam tubuh wanita itu dan ketika menyentuh itu, Kevin menghentikan gerakannya lalu dia menatap ke arah Davika. Isyarat mata keduanya tampak mengerti satu sama lain seolah memikirkan perasaan yang sama.


***


Salsa menunduk, dia berusaha untuk tetap tegar. Saat ini dia sedang berada di kantor firma hukum yang dikelola oleh Jonathan, di mana hari ini dia akan menerima surat tentang perceraiannya dengan Kevin. Dia datang ke kantor ini dengan hati yang hancur, sebab kejadiannya masih membekas di diri Salsa, ditambah lagi dia harus menerima bahwasanya pernikahannya dan Kevin sekarang berakhir. Tidak ada jalan lagi, mereka benar-benar selesai dan ini adalah hal yang tidak Salsa bayangkan sebelumnya bahwa semua kandas diakhiri dengan luka yang luar biasa hebat.


Tak lama, terdengar suara derap langkah dan sedetik kemudian pintu terbuka, ternyata Jonathan yang masuk. Jonathan berjalan ke arah Salsa kemudian dia tersenyum. Di tangannya sudah ada map coklat berisi surat pengadilan yang mengatakan bahwa Salsa dan Kevin sekarang bukan lagi suami istri.


"Maaf membuatmu menunggu lama, Salsa," ucap Jonathan yang mendudukan diri di sebelah Salsa karena dia tahu keponakannya ini sedang menahan tangis.


"Bagaimana Paman Jonathan? Apa sudah selesai?" tanya Salsa.


Jonathan membuka map itu kemudian dia memberikannya pada Salsa hingga Salsa langsung membuka map coklat tersebut. Salsa mengelus kertas di mana menyatakan bahwa sekarang statusnya sudah menjadi seorang janda, dan tanpa sadar bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya.


"Pada akhirnya kita benar-benar selesai," lirihnya, sedangkan Jonatan yang berada di sebelah Salsa, langsung mengelus punggung Salsa.


"Kau pasti akan baik-baik saja, ini hanya sakit sementar," ucap Jonathan dan sedetik kemudian, tangisan


***


Salsa turun dari mobil, dia baru saja sampai di rumah. Setelah menerima surat cerai dari Jonathan. Salsa tidak pergi kemana pun lagi, dia memutuskan untuk langsung pulang dan beristirahat. Saat dia berjalan ke arah rumah, tiba-tiba terdengar suara mesin mobil hingga Salsa menoleh dan ternyata itu mobil yang menjemput Kalindra.


"Mommy!" Kalindra berteriak ketika turun dari mobil dan melihat Salsa berdiri, seperti sedang menunggunya hingga Salsa tersenyum ketika Kalindra berjalan ke arahnya.


Hati Salsa menghangat, dia begitu bersyukur mempunyai putra seperti Kalindra.


"Mommy dari teman Mommy," jawab Salsa.


"Oh ya, kau membawa apa itu?" tanya Salsa, melihat tangan Kalindra yang membawa paperbag kecil.


"Ayo Mommy, kita buka di dalam." Kalindra mengajak Salsa agar mempercepat langkahnya. Rasanya Kalindra tidak sabar untuk segera memperlihatkan isi paper bag itu pada Salsa hingga kini setelah mereka duduk di sofa, Kalindra dengan cepat membuka paper bag yang dia bawa, kemudian menyerahkan cake yang sudah dirapihkan oleh Nino ke tangan Salsa.


"Kalindra, dari mana kau mendapatkan cake ini?" tanya Salsa karena untuk pertama kalinya Kalindra membawa sesuatu ketika pulang sekolah.


"Ayo Mommy, makan dulu jangan ditunda agar mood Mommy membaik," ucap Kalindra.


Tiba-Tiba, tubuh Salsa mematung ketika Kalindra mengucapkan hal itu. Wajah Nino langsung melintas di otak Salsa karena biasanya Nino-lah yang selalu mengatakan hal seperti ini. Dulu ketika dia bad mood, Nino selalu memaksanya untuk memakan makanan manis karena Nino tahu ketika dia memakan makanan manis, moodnya membaik dan Nino juga selalu mengatakan apa yang Kalindra katakan barusan.


"Mommy," panggil Kalindra hingga Salsa tersadar.


"Kau mendapatkan ini dari mana?" tanya Salsa, entah kenapa dia mendadak penasaran ini.


"Ini dari Paman Nino," jawabnya.


"Paman Nino?" Salsa berbicara dengan terkejut membuat Kalindra juga ikut terkejut, pikiran anak itu mengembara. Tadi respon Nino juga aneh ketika dia mengatakan bahwa ibunya ditampar oleh ayahnya, dan sekarang respon ibunya juga aneh ketika dia membahas nama Nino.


"Mommy, apa Mommy dan Paman Nino saling mengenal?" tanya Klindra.


Salsa terdiam, dia langsung menatap Kalindra yang tidak menjawab melainkan langsung mengambil cake itu dan ketika menyuapkannya ke dalam mulut, Salsa bisa merasakan rasa cake yang sangat mirip dengan cake yang selalu dia beli di toko yang juga ternyata milik Nino.


Keesokan harinya.


Salsa satu turun dari mobil, wanita cantik itu sekarang sedang berada di sekolah Kalindra. Entah kenapa semenjak kemarin Kalindra membahas tentang Nino, Salsa tidak tenang, dia berusaha berpikir bahwa Nino yang Kalindra maksud adalah Nino yang lain, tapi entah kenapa dia tidak bisa menahan rasa penasarannya hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk datang ke sekolah Kalindra.


Jika Nino yang dimaksud Kalindra adalah Nino mantan kekasihnya, dia hanya ingin bertanya kenapa Nino bisa dekat dengan Kalindra, dan satu-satunya orang luar yang bisa dekat dengan Kalindra, sebab Kalindra tidak pernah dekat dengan siapa pun, bahkan dia juga tidak terlalu dekat dengan teman-temannya dan jika benar Nino yang dimaksud oleh Kalindra adalah mantan kekasihnya, dia hanya ingin bertanya, apa tujuan Nino mendekati Kalindra.


Saat sudah masuk ke dalam, Salsa menghentikan langkahnya. Tubuh wanita itu dia mematung kala melihat lelaki di balik stand yang sedang membagikan cake pada murid-murid dan ternyata benar saja dugaannya, itu adalah Nino mantan kekasihnya.


Cukup lama Salsa terdiam memperhatikan Nino, hingga tak lama Salsa tersadar ketika Nino melihat ke arahnya.


Jantung Nino berdebar dua kali lebih cepat ketika melihat Salsa ada di depannya. Dia langsung merasa sesak saat melihat tubuh Salsa yang kurus walaupun wanita itu sedang mengandung. Nino menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dia berpikir cepat atau lambat dia pasti akan bertemu dengan Salsa dan Salsa akan tau bahwa dia dekat dengan Kalindra.


Setelah cukup lama terdiam, Salsa maju untuk berjalan ke arah Nino, begitupun Nino yang juga keluar dari stand lalu berjalan ke arah Salsa. Hingga kini, mereka bertemu di tengah-tengah.