
Gengs tembusin komen 100 ya, bsok update 3 bab
Satu jam kemudian lelaki itu sepertinya sudah tidak bergerak, dan Salsa tahu Kevin tidak sadarkan diri karena tidak kuasa menahan sakit hingga pada akhirnya Salsa pun berjalan meninggalkan ruang rawat Kevin.
Saat berjalan di lorong rumah sakit, Salsa menghentikan langkahnya sejenak kala melintas di ruang rawat tempat dia dirawat ketika dia kehilangan anaknya. Dan setelah itu Salsa menghentikan langkahnya di depan ruang rawat tersebut.
Salsa melihat ke arah jendela ruangan itu kosong belum dihuni siapapun, tak lama boleh bulir langsung terjatuh dari pelupuk mata Salsa ketika dia melihat bayangannya sendiri sedang merintih kesakitan karena perutnya nyeri karena kehilangan anaknya.
Tak lama ponsel Salsa berdering menyadarkan Salsa dari lamunannya, hingga Salsa langsung mengangkat panggilannya ternyata dari Nino.
”Hmm, aku turun sekarang,” ucap Salsa. Ya, Salsa sengaja menghubungi Nino untuk meminta bertemu. Tadinya Salsa ingin menghampiri Nino. Tapi, Nino malah mendatanginya di rumah sakit.
Dulu, setelah Nino menemaninya selama satu minggu di rawat karena kehilangan anaknya, Salsa mengusir Nino dengan sedikit kasar, karena Nino terus ingin dekat bersamanya sedangkan dia saat itu mengkhawatirkan kondisi Nino hingga dia harus bersikap keras agar Nino pergi dan sekarang dia baru sempat meminta maaf.
Dia pikir Nino akan marah, Karana dia benar-benar mengusir Nino dengan kasar dan dia pikir Nino tidak akan mengangkat panggilannya. tapi ternyata Nino malah mengangkat panggilannya dan bertanya keadaannya.
Setelah memasukkan ponselnya ke dalam tas, Salsa pun langsung melanjutkan langkahnya dan tepat dia keluar dari rumah sakit, ternyata Nino sedang ada di depannya.
Salsa berjalan sambil melamun hingga dia tidak sadar bahwasanya dari tadi Nino memperhatikannya. Jantung Salsa berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat Nino ada di depannya dan tersenyum padanya, dia pun berjalan melanjutkan langkahnya dan sekian detik tubuh Nino langsung dia mematung ketika tanpa aba-aba Salsa memeluknya dan tentu saja Nino membalas pelukan salah Salsa, dia tahu wanita ini sedang rapuh, wanita ini sedang hancur.
Nino terus memeluk Salsa mengelus punggung wanita itu. “Tidak apa-apa Kau pasti akan baik-baik saja,” ucap Nino. Hingga beberapa saat kemudian, Salsa langsung melepaskan pelukannya.
“ Terima kasih," jawab Salsa. “Aku memanggilmu kemari hanya ingin meminta maaf karena dulu ...."
“Mau menginap di apartemenku?” potong Nino ketika Salsa berbicara dengan suara pelan, gadis itu sepertinya benar-benar kelelahan. Belum
Salsa menjawab, Nino langsung menarik tangan wanita itu untuk berjalan ke arah mobilnya dan sekarang di sinilah mereka berada, di basement apartemen Nino dan ternyata ketika dia melihat ke ke arah samping Salsa tertidur.
Nino menyandarkan tubuhnya ke belakang,.dia terus melihat wajah Salsa. Terlihat raut wajah Salsa begitu lelah, dia juga melihat tubuh Salsa yang sangat kurus.
Salsa mengerjap dia membuka matanya ketika merasa ada yang mengawasinya, hingga dia terbangun. “Kita sudah sampai,” jawab Nino. Dia pikir Salsa akan menolak dan minta di antarkan pulang. Tapi ternyata tidak, Salsa malah turun dari mobil, membuat Nino merasa bersyukur.
***
Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam, ini sudah 2 jam mereka berada di apartemen Nino dan setelah makan malam Nino mengajak Salsa untuk berbaring. Saat berada di apartemen Nina, Salsa tidak berbicara sepatah kata pun.
***
Waktu menunjukkan pukul 02.00 malam, Kevin membuka mata, lelaki tampan itu langsung meringis. Tadi Kevin sempat tidak sadarkan diri selama beberapa jam Karana merasakan rasa sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya. Tentu saja itu karena efek obat yang diberikan oleh Salsa dan ketika terbangun sakitnya memang hilang tapi dia merasakan lebih lemas dari sebelumnya.
Dan tak lama Kevin berusaha melihat ke arah jam, ternyata waktu menunjukkan pukul 02.00 malam. lalu dia berusaha melihat sekitarnya dan tidak ada Salsa di manapun. Padahal tadi Salsa pamit untuk pergi makan malam, lalu kenapa sekarang Salsa tidak ada.
Kevin terlalu lelah lemas untuk memikirkan Kenapa Salsa tidak datang lagi, hingga lelaki itu langsung memejamkan matanya dan berusaha terlelap.
***
Malam berganti pagi
Salsa terbangun dari tidurnya saat dia menoleh ke arah belakang, ternyata Nino sudah tidak ada di belakangnya. Padahal semalam, mereka tidur dengan posisi Nino yang memeluk Salsa dari belakang dan untuk pertama kalinya setelah permasalahan menerjang Salsa, Salsa bisa tidur dengan lelap, dia merasa aman di dekat Nino.
Salsa melihat ke arah jam, ternyata waktu mnunjukkan pukul 08.00 pagi. Wanita itu memutuskan untuk pulang, saat dia sudah pergi ke kamar mandi dan sudah memakai pakaiannya, Salsa langsung berjalan ke arah pintu, dan ternyata pintu di buka dari luar. Rupanya, Ninolah yang membuka pintu.
“Aku sudah menyiapkan sarapan. Ayo sarapan bersama,” ajak nino. Lagi-lagi, Salsa tidak menjawab Dia malah mengikuti langkah Nino ke ruang makan.
Sebenarnya Nino agak bingung dengan sikap Salsa yang berubah-rubah, ketika dia menemani salsa di rumah sakit Salsa mengusirnya tapi sekarang Salsa meneleponnya dan bahkan tidak menolak ketika Nino mengajaknya pulang ke apartemen, dia juga tidak berani bertanya. Sedangkan Salsa dia juga tidak mengatakan apapun, urusan dengan Kevin belum selesai dan ketika sudah selesai maka dia akan mengurus semuanya dengan Nino.
Satu bulan kemudian
Tidak terasa Ini sudah 1 bulan berlalu dan pada akhirnya Kevin di perbolehkan untuk pulang. Selama sebulan ini, Kevin dirawat intensif di rumah sakit kondisi Kevin sudah membaik. Namun tidak terlalu bugar hanya saja Kevin masih belum bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda, dan hari ini Kevin di nyatakan sudah boleh pulang.
“Terimakasih Sayang," ucap Kevin ketika Salsa membantunya turun dan mendudukan dirinya di kursi roda. Dan setelahnya Salsa pun langsung mendorong kursi roda Kevin.
Saat masuk ke dalam, Salsa langsung berjalan ke arah lift. “Kevin kau bisa kan naik sendiri, aku harus mengambil obat di mobil,” ucap Salsa hingga Kevin menggangguk. Lalu setelah itu Salsa berbalik sedangkan Kevin masuk ke dalam lift.
Kevin menekan tombol karena memang tombol mudah dijangkau hingga Kevin yang berada di kursi roda bisa menekan tombol tanpa harus bangkit dan tak lama saat lift mulai naik, Kevin merasa tersentak ketika ada goncangan hebat di dalam lift, dan sedetik kemudian lift berhenti, membuat Kevin di Landa kepanikan yang luar biasa. Dia berusaha menekan semua tombol tapi, lift tidak kunjung berjalan, dan sialnya lampu di lift juga ikut padam.
“Kau pernah mematikan lift ini agar aku celaka, dan sekarang rasakan berada di lift itu dengan penuh ketakutan.” Salsa bergumam. Dia pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan beristirahat.