Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 23



"Ya sudah kalau begitu, belikan aku besok, aku akan mengirim link tokonya ke ponselmu," jawab Salsa hingga Kevin mengangguk. Setidaknya, Kevin berpikir dengan melakukan hal ini dia berusaha mengambil hati Salsa, tanpa dia tahu Salsa sedang membuat permainan dengan mereka berdua.


Setelah berbicara dengan Salsa, kevin langsung berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya, Hingga setelah acara mandi selesai, Kevin langsung berjalan ke walk in closet untuk mengganti pakaian.


Kevin mondar-mandir di walk-in closet. Dia berencana untuk menelepon Davika, tapi dia ragu. Dia akan menanyakan uang yang Davika janjikan untuk bisnis bersama teman-temannya. Pada awalnya dia memang ingin berbisnis bersama teman-temannya, tapi ketika mendengar keinginan Salsa tentang tas itu, Kevin berubah pikiran apalagi setelah dilihat harga tas yang Salsa inginkan benar-benar fantastis. Dia akan berbohong pada Davika bahwa uang itu untuk bisnis. Tapi, tentu saja Kevin akan memakai uang Davika untuk membelikan tas yang Salsa mau.


Kevin mengotak-atik ponselnya kemudian lelaki itu langsung menelepon Davika.


"Iya, Sayang," panggil Davika di seberang sana.


"Sayang, apa uang yang kau janjikan bisa transferkan serang ke rekeningku? Aku akan mulai dengan teman-temanku," ucap Kevin dengan suara pelan.beruntung tadi dia sudah berbicara pada teman-temannya agar berbohong pada Davika, apalagi Davika mulai sering berkumpul dengan teman-temannya juga.


"Oh baiklah, tunggu sebentar." Bodohnya, gadis itu malah dengan riang memberikan uang yang dia janjikan membuat Kevin menghela napas, dan tanpa Kevin sadari diam-diam Salsa menguping dan mendengar semuanya.


"Hancurlah kalian berdua," ucap Salsa, setelah itu dia pun langsung kembali duduk di sofa.


Beberapa hari kemudian.


Kevin datang dengan sumringah, tentu saja dia sudah membelikan tas yang dimau oleh Salsa, dan ini adalah langkah agar dia bisa kembali mengambil hati istrinya. Lelaki itu langsung masuk ke dalam rumah kemudian dia berjalan ke arah kamar karena Salsa sedang menunggunya di kamar.


"Sayang," panggil Kevin. Salsa tersenyum membuat Kevin menghela napas karena untuk pertama kalinya lagi setelah konflik yang terjadi di antara mereka, Salsa tersenyum padanya.


"Mana tasku?" tanya Salsa.


"Sayang, kau Mau ke mana?" tanya Kevin ketika Salsa pergi keluar dari kamar sambil memakai tas yang dia berikan.


"Aku ingin pergi. Kau tidak akan pergi ke kantor lagi, 'kan? Tolong temani Alona" ucap Salsa dan tanpa mendengar lagi jawaban Kevin, Salsa langsung pergi begitu saja membuat mata Kevin membulat. Kevin pikir, Salsa akan kembali bersikap manis seperti semula hingga dia bisa mengendalika salsa , tapi ternyata dia salah, Salsa sekarang malah pergi.


Sekarang di sinilah Salsa berada, dia berada di sekolah Kalindra. Hari ini dia sengaja datang, dan tak lama dia melihat ke arah stand di mana Nino sedang memberikan cake pada siswa yang sedang berjajar, hingga Salsa pun langsung berjalan ke arah stand tersebut.


Ketika anak-anak sudah selesai mengantre, kini Salsa berdiri di depan stand membuat Nino langsung terkejut.


"Salsa," panggil Nino dengan terkejut


.


"Aku ingin itu," ucap Salsa yang menunjuk sepotong cake yang sudah Nino bungkus, cake itu untuk Kalindra yang akan dia berikan ketika istirahat.


"Tapi ini milik Kalindra," balas Nino.


Salsa terdiam. "Ya sudah kalau begitu, aku ingin pergi ke cafemu saja.”


"Oh baiklah, sampai jumpa," kata Nino, hingga Salsa menatap Nino dengan aneh.