Oh My Salsa

Oh My Salsa
Bab 48



Gengs mau up dari kemarin tapi belum 100 komentar. Yuks lah gas 100 komentar. biar bsok gas update


Salsa dan Adrian saling diam, sepasang ayah dan anak itu tidak ada yang bersuara. Adrian bingung harus berbicara dari mana, begitupun dengan Salsa.


“Ada apa?" tanya Salsa. Setelah beberapa saat berlalu akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara.


Adrian berdehem “Daddy hanya ingin menanyakan bagaimana kabarmu. Apa kau baik-baik saja?” tanya Adrian. Selama ini, dia sudah mencoba berbagai cara untuk mendekati Salsa dari mulai saat Selasa remaja sampai saat ini. Tapi usahanya selalu gagal. Salsa tidak pernah mau dekat dengannya. Mungkin ini karma Adrian di masa lalu karena dulu dia menyia-nyiakan Maira hingga sekarang Salsa tidak pernah mau melihat ke arahnya. Sepertinya di mata putrinya hanya ada nama Tomi Tomi dan Tommy.


”Hmm, aku baik-baik saja," Jawab Salsa. Adrian menoleh kemudian dia menggenggam tangan Salsa, hingga Salsa refleks melepaskan tangannya.


“Maaf," jawab Salsa.


“Tak bisakah kau berbagi rasa sedihmu pada Daddy?"


“ Semua sudah berakhir, aku sudah baik-baik saja. Terima kasih sudah memikirkanku,” jawab Salsa.


“ Mommy ....” tiba-tiba terdengar suara Alona hingga Salsa menghela nafas, setidaknya hadirnya Alona tidak harus memperpanjang pembicaraannya dengan sang ayah. Entah kenapa Salsa tidak pernah bisa dekat dengan Adrian Walaupun Adrian sudah sering berusaha mendekat padanya.


”Oh ada kakek,” ucap Alona, dia langsung menghampiri Adrian.


“Kalau begitu aku masuk,” ucap Salsa yang pamit pada Adrian meninggalkan Putri dan ayahnya hingga Adrian hanya bisa menghela nafas. Dia bingung harus bagaimana caranya mengambil hati Salsa, dia merasa menjadi lelaki tak berguna ketika dia tidak bisa membantu putrinya dan lagi-lagi Tommy mengambil alih tugasnya.


“Kenapa kau begitu gugup?” tanya Tommy ketika Nino terlihat tertunduk. Sedari tadi masuk, Nino sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya. Tentu saja dia merasa canggung dan juga dia merasa aneh ketika berhadapan dengan Tommy lelaki yang sempat dia takuti.


“Ma-maaf, Paman," kata Nino yang langsung mengangkat kepalanya.


“Sesayang apa kau pada kalindra dan Alona?” tanya Tommy, walau bagaimanapun Tommy harus memastikan. Sebab dia tidak mau Nino hanya menerima Salsa saja, karena walau bagaimanapun sekarang Salsa sudah memiliki Alona dan kalindra yang bukan darah daging Nino.


Nino menatap Tomi dengan tegas, kali ini tidak ada raut takut dalam wajah lelaki itu. “Paman, jauh sebelum semuanya terbongkar, aku sudah menyayangi Kalindra dan Alona. Saat itu aku berpikir aku tidak akan pernah bisa mendapatkan Salsa jadi aku ingin dengan anak-anak Salsa dan aku tidak menyangka hari ini akan datang, hari di mana aku akan mendapatkan Salsa kembali. Paman tidak usah khawatir, walaupun aku tidak sekaya Paman, walaupun hartaku tidak sebanyak paman, atau uangku juga tidak sebanyak Salsa tapi aku akan berusaha bertanggung jawab. Aku akan bekerja lebih keras agar bisa tetap memberikan Salsa dan kedua anak kami kehidupan yang layak, aku berjanji tidak akan ada kehidupan Salsa yang berkurang, dalam artian kata Salsa atau Kaliandra dan Alona tidak harus mengirit ataupun menahan keinginan karena aku akan berusaha mengabulkan apapun yang mereka mau."


Jika awalnya Nino sempat ragu untuk berbicara pada Tommy. Tapi ketika diajukan pertanyaan seperti itu, Nino menjawab dengan tegas tidak ada keraguan dalam dirinya hingga Tommy mengangguk-anggukan kepalanya.


Hati Salsa terasa terenyuh ketika mendengar itu, Karena sedari tadi Salsa mendengar pembicaraan Nino dan juga Tommy. Setelah itu, dia pun mendudukkan diri di sisi Nino membuat Nino tersenyum.


”Aku akan berusaha memberikan pesta pernikahan yang terbaik terbaik untukmu, yang mewah dan megah sama seperti impianmu dulu," ucap Nino. Namun, Salsa menggeleng.


“Aku sudah tidak ingin itu, aku hanya ingin menikah dengan pesta yang sederhana."


Tommy bangkit dari duduknya. “Ya sudah, kalau begitu Daddy akan pergi," jawab Tommy yang meninggalkan anak dan calon menantunya. Namun saat Tommy akan berbalik, tiba-tiba terdengar suara gebrakan dari arah luar hingga Tommy Nino dan Salsa saling tatap, hingga keduanya pun langsung keluar dari rumah.


“Oh baiklah. Suruh mereka masuk," kata Tomi.


“Ada apa Dad?” tanya Salsa.


“Ada Kevin dan Aurel di depan.”


“Alona kau masuk,” titah Salsa. Salsa tidak ingin mempertemukan Alona dan juga Kevin. Namun bukannya masuk, Alona malah berlari ke gerbang Sepertinya dia mendengar apa yang Tommy bicarakan sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan ayahnya dan sekarang ketika melihat mendengar ada Kevin Alona tidak pikir panjang lagi dia langsung berlari ke arah gerbang.


***


Mata Aurel membulat ketika melihat Kevin terjatuh, dan sepertinya kali rasa sakit yang oleh Kevin benar-benar luar biasa. Bagaimana tidak dia terlempar dari mobil dan tentu saja rasa sakitnya sama seperti dia saat itu terjatuh dari tangga.


Dengan cepat, Aurel pun langsung turun dari mobil, kemudian membantu Kevin untuk duduk.


“Mommy sakit sekali!” teriak Kevin, dia bahklan mengeluarkan air mata . kini kedua orang itu benar-benar terlihat sangat menyedihkan dan tak lama pintu gerbang terbuka muncul sosok Alona.


“Daddy!" Alona berteriak dengan kencang dia langsung berlari menghampiri ayahnya, begitupun dengan Kevin. Tasanya dia ingin berlari menghampiri putrinya. Tapi tentu saja dia tidak bisa, hingga pada akhirnya Alona langsung melompat ke dalam pelukannya.


Di tengah rasa sakitnya yang menderanya karena terjatuh, Kevin memeluk Alona begitu erat. Setelah penyesalan menimpanya, dia begitu merindukan putra dan putrinya.


Saat melihat Alona seperti ini, Aurel tiba-tiba terpikirkan sesuatu, dia mempunyai cara agar bisa hidup enak, tentu saja menggunakan cucunya.


Aurel melihat ke arah gerbang, belum ada siapapun yang menyusul Alona. “Aaaa!” tiba-tiba Alona berteriak ketika Aurel menarik tangannya ketika dia masih memeluk sang ayah


“Mom!” panggil Kevin ketika ibunya menarik tangan putrinya.


“Alona, kau ingin tinggal bersama Daddy bukan?” tanya Aurel dengan polosnya. Alona mengangguk semalam. Gadis kecil itu merasakan betul bagaimana beberapa bulan terakhir jauh dengan Kevin, entah Kevin terlalu sibuk bekerja ataupun fokus dengan Davika, hingga sekarang dia langsung mengangguk ketika Aurel mengatakan itu.


“Ya, sudah minta ibumu untuk terus tinggal bersama Daddy dan juga ...."


“Berhenti untuk menghasut putriku.” Tiba-tiba terdengar suara Salsa, hingga Aurel menggigit bibirnya.


Salsa maju ke hadapan Alona. Namun dengan refleks Alona langsung memeluk Kevin.


“Mommy, Aku ingin tinggal bersama Daddy!” teriak Alona. Salsa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dia sadar betul ada Alona yg harus dia pikirkan di tengah dendam yang menderanya.


“Ayo kita bicara di dalam kita selesaikan semuanya," ucap Salsa. Membuat mata Aurel berbinar.