Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 16



Gengs mau update dari kemarin tapi komenya belum 100 😭. Aku sekarang up 5 bab, like stiap bab ya, sama bab terakhir komen terakhir 100 komem ya biar bisa crazy up lagi bsok.


"Sayang, apa maksudmu?" tanya Kevin ketika Salsa mengatakan bahwa dia sedang mengandung anak orang lain.


"Apa salahnya? Kita sudah bercerai." Sayangnya, Salsa hanya mengatakan itu dalam hati, belum waktunya dia membongkar semua. Dia tidak akan membiarkan Kevin dan semua orang yang mengusik hidupnya tenang. Salsa mungkin orang yang terlihat tidak peduli dengan hal-hal seperti apa yang Kevin lakukan, tapi dalam hati Salsa tentu saja berbeda. Dia sudah memikirkan langkah demi langkah yang akan diambil.


"hmm, pada faktanya aku mengandung anak lelak lain?" Balas Salsa.


Setelah tamparan Kevin pada saat itu, Salsa mulai menyadari ternyata suaminya benar-benar red flag. Dari wajah Kevin saja Salsa sudah mengetahui bahwa ucapan Kevin barusan adalah kebohongan. Salsa tahu betul bagaimana sikap suaminya, dia bisa membedakan ucapan Kevin yang berbohong dan juga yang jujur.


Barusan ketika Kevin mengatakan akan berubah seperti dulu dan tidak akan bertemu Davika lagi, dan ketika mendengar itu, rasanya Salsa ingin sekali mencabik wajah lelaki yang ada di depannya ini.


"Sayang, kau bercanda, 'kan? Kau tidak mungkin melakukan itu,?" tanya Kevin yang berusaha untuk membujuk agar Salsa menarik kembali ucapannya. Sebenarnya Kevin tidak perduli jika Salsa hamil anak orang lain. Sekarang, dia hanya ingin posisinya aman.


Setelah mendengar Salsa hamil anak orang lain, Kevin merasa posisinya sudah tidak aman lagi, Tidak masalah harus membesarkan anak orang lain, yang penting kondisinya tetap seperti sedia kala.


Salsa bangkit dari duduknya membuat Kevin yang sedang berlutut juga ikut bangkit.


"Salsa," panggil Kevin.


"Katakan, kau bercanda, 'kan? Itu adalah anakku, 'kan?" tanya Kevin, dia berusaha untuk meyakinkan Salsa bahwa dia terlihat terkejut. Sebab, jika dia berekpresi biasa saja, salsa akan curiga.


"Sudah kubilang ini anak orang lain, aku sudah tidur bersama lelaki lain karena kau tidak pulang dua bulan. Jadi, tidak usah bertanya lagi," ucap Salsa dengan tegas.


"Tidak apa-apa, aku akan mengurus anak itu, menganggapnya seperti Wilona dan Kalindra," jawab Kevin. Lagi-Lagi, hati Salsa berdenyut nyeri.


'Tuhan, kenapa aku baru sadar bahwa selama ini aku menikahi monster?' Salsa membatin ketika mendengar ucapan Kevin. Dari kata-kata lelaki itu saja, sudah dipastikan bahwa Kevin sangat ambisius dan tentu saja ini semua tentang harta. Mana ada lelaki yang mau membesarkan anak orang lain


"Oh, ya? Maukah kau menganggap anak ini sebagai anakmu?" tanya Salsa.


Kevin dengan cepat Kevin mengangguk dan lagi-lagi, Salsa mengepalkan tangannya.


"Aku akan kembali mengambil keuanganmu dan aku yang mengatur semuanya. Kau hanya boleh menggunakan satu kartu kredit," ucap Salsa dengan tegas.


Mata Kevin membulat saat mendengar itu, tentu saja tujuannya adalah agar Kevin meminta dana pada Davika. Kevin sedang dekat dengan Davia, dan Salsa yakin, ketika dana Kevin terbatas, Kevin akan memanfaatkan wanita itu.


"Maksudmu, Salsa?" tanya Kevin, tentu saja dia ingin memanjakan Davika agar Davika mau menuruti semua perintahnya, tapi sekarang semuanya diambil oleh Salsa.


"Jika tidak mau, ya sudah. Aku tinggal datang ke pengadilan, menceraikanmu dan semua selesai. Kau bukan lagi berurusan denganku, tapi dengan seluruh keluargaku. Jadi, kau lebih memilih mana?" tanya Salsa membuat Kevin tergagap.