Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 42



gengs satu bab dulu ya, bsok up 4 bab kalau like komen kenceng


Kevin menatap tidak percaya pada layar di depannya, di mana menampilkan dia yang sedang bercinta dengan Davika dan sekarang, slide berganti. Jika tadi menampilkan Kevin dan Davika sedang bercinta di ruangan Kevin, sekarang menampilkan Davika dan Kevin yang sedang bercinta di apartemen Davika membuat mata Kevin membulat saat melihat tayangan di depannya.


Sama seperti rekaman sebelumya, kini berganti dengan adegan lain di mana Gavin melakukan pesta **** bersama beberapa orang rekan bisnisnya. Dia juga dikelilingi oleh para wanita cantik. Seketika, semua orang saling tatap. Mereka menatap tak percaya pada layar di depannya dan tiba-tiba, satu layar lagi menyala menampilkan Aurel yang sedang berada di meja Kasino. Rupanya, selama ini Aurel terlibat judi, itu sebabnya dia gampang sekali menghabiskan uang Kevin dan sering meminjam uang pada Mayra.


Kevin langsung menoleh ke arah Salsa.


"Sayang, aku bisa menjelaskan," ucap Kevin dengan panik, bahkan sekarang wajahnya lebih dari sekedar memucat. Sayangnya Kevin tidak menyadari bahwa Salsa Di balik semua ini, dan dia masih menganggap bahwa Salsa tidak tahu apa-apa, padahal tentu saja Salsa merencanakan semua ini dengan bantuan Darren. Dia menyimpan CCTV di seluruh area, termasuk di ruang kerja Kevin, sehingga sekarang dia bisa mengumpulkan semuanya. Dia juga menyuruh orang untuk mengikuti ibu Kevin, dan ternyata ibu Kevin sering berjudi. Sementara Gavin, ayah Kevin selalu menghabiskan waktunya dengan bercinta dengan wanita muda.


Tubuh Aurel membeku ketika melihat tayangan di depannya, terlebih lagi dia melihat suaminya bercinta dengan wanita lain. Jantung wanita paruh baya itu berdebar dengan kencang dan setelah melihat rekaman itu, dia kembali disadarkan oleh rekaman dirinya yang sedang berjudi di kasino. Seketika, Aurel dilanda kepanikan. Dia pun langsung berjalan menghampiri Kevin.


"Kevin, tolong matikan itu!" teriak Aurel karena tentu saja Aurel berpikir Kevin mempunyai kuasa atas terjadinya acara.


Kevin langsung menoleh ke arah Salsa.


"Salsa, tolong matikan itu," ucap Kevin dengan suara pelan, tatapan matanya menatap Salsa dengan tatapan memohon.


Salsa tidak menjawab. "Aku tidak percaya kau melakukan ini di belakangku," ucap Salsa, dia masih berpura-pura tidak tahu hingga Kevin semakin panik.


"Matikan!" teriak Kevin, tapi tidak ada yang mendengar. Semua tamu malah berfokus padanya. Beruntung, Salsa tidak memperbolehkan para tamu membawa anak-anak hingga sekarang tayangan itu aman ditonton oleh orang dewasa.


Gavin berjalan ke belakang panggung, berusaha untuk menghentikan semua tayangan itu, tapi para penyelenggara tidak tahu tentang hal ini.


Slide demi slide berganti di mana adegan demi adegan berubah dengan Kevin dan Davika yang selalu mengatakan hal yang menjijikan, begitu pun dengan Gavin yang selalu bergunta-ganti wanita dan lebih sering bercinta dengan wanita muda. Jangan ditanyakan betapa paniknya Kevin dan Gavin saat ini, yang pasti keluarga mereka benar-benar panik, semua kebusukan terbongkar secara bersamaan.


Karena Salsa tidak kunjung menjawab, Kevin berusaha bangkit. Dia berencana untuk menghentikan itu walaupun dia tidak tahu bagaimana cara menghentikan rekaman tersebut.


"Ah!" Tiba-Tiba, Kevin terjatuh ke lantai ketika dia berusaha untuk bangkit hingga sekarang, kondisi Kevin terlihat sangat menyedihkan, ditatap oleh semua rekan bisnis yang hadir. Ini adalah pesta ulang tahun perusahaannya. Semua rekan bisnis, kolega dan lain-lain hadir dalam pesta ulang tahun yang sudah dirancang oleh Salsa. Ini adalah awal dari kehancuran Kevin.


Beberapa saat berlalu, selain rekaman tidak senonoh antara Kevin, Davika dan juga ayah Kevin berhenti, membuat Kevin sedikit menghela napas. Namun tak lama, terdengar suara Kevin sedang berbicara dengan rekan bisnisnya berniat untuk menyabogas perusahaan seseorang dan ternyata, orang yang berusaha Kevin sabotase ada di pesta tersebut.


Tiba-Tiba, tubuh Kevin terpental ketika orang yang akan dia curangi melihat rekaman itu.


"Aku sudah membantumu saat itu dan kau berniat untuk menjatuhkan perusahaanku?!" teriak Misa, dia menatap Kevin dengan amarah yang membara karena dulu saat Kevin membutuhkan bantuannya, dia senantiasa membantu lelaki ini, tapi ternyata Kevin malah berniat menusuknya dari belakang.


sedangkan Salsa hanya menikmati pertunjukan itu. Sesekali, dia melihat ke arah ayahnya yang tampak santai dan tenang menikmati secangkir teh.


Tommy belum bergerak, tentu saja ini belum selesai karena Tommy akan memberikan pelajaran untuk Gavin, di mana Gavin sudah menghancurkan nama baik Bastian yang tak lain ayah Nino.


Ketika tubuh Kevin terhuyung ke belakang, dia menatap ke sekelilingnya. Semua tatapan menatapnya dengan tatapan mencemooh. Kevin bagaikan pecundang yang tidak berdaya.


Kevin melihat ke arah Salsa yang juga melihat ke arahnya. Tatapan mata Kevin memohon pada Salsa, meminta Salsa untuk membantunya bangkit. Namun, Salsa memalingkan tatapannya ke arah lain.


"Maaf atas semua kegaduhan yang terjadi," ucap Salsa ketika sudah menyalakan microphone.


"Acara ditunda, terima kasih semuanya sudah hadir," kata Salsa hingga para tamu langsung berbalik dan keluar dari gedung, dan sekarang hanya menyisakan keluarganya dan juga keluarga Kevin.


Tommy bangkit dari duduknya kemudian dia berjalan ke arah Kevin, Aurel dan juga Gavin. Wajah Gavin memucat ketika melihat raut wajah Tommy, dengan cepat dia pun menghampiri besannya lalu berlutut di hadapan Tommy, apalagi wajah Tommy begitu tidak bersahabat.


"Tuan Tommy, tolong ampuni anakku. Aku berjanji akan menghukumnya," ucap Gavin. Selain takut didepak oleh Tommy, dia juga takut Kevin didepak oleh Salsa. Dia tidak yakin Salsa mau memaafkan putranya setelah apa yang terjadi.


"Maaf untuk yang mana?" tanya Tommy, dia menjawab dengan nada biasa saja, tapi jawaban Tommy begitu menakutkan di telinga Gavin.


"Maaf untuk yang mana?" tanya Tommy lagi.


"Aku minta maaf atas kelakuan Kevin," ucap Gavin, ia membalas dengan cepat.


"Lalu, kau tidak meminta maaf dengan apa yang terjadi dua belas tahun lalu?" tanyanya Tommy lagi.


Mendengar itu, tiba-tiba menatap wajah Gavin memucat."Bangun kau!" perintah Tommy hingga Gavin pun langsung bangkit dari berlututnya.


"Nino." Tiba-Tiba, Tommy memanggil Nino hingga Nino keluar dari tirai dan setelah itu, Nino berjalan dengan cepat.


Bug! Satu tendangan Nino luncurkan ke dada Gavin hingga Gavin langsung tersungkur ke lantai. Ketika itu juga, Nino menghajar Gavin secara membabi buta, tidak perduli lelaki itu lebih tua darinya tapi sekarang Nino hanya ingin memberi pelajaran pada lelaki tua ini.


"Cukup!" Aurel berteriak ketika Nino terus menghajar. Dia berusaha menghentikan Nino, tapi dia sendiri malah yang terjatuh ke lantai dan ketika dia jatuh ke lantai. Mayra menghampiri Aurel.


"Sekarang, rumahmu aku sita. Kalian tidak boleh lagi masuk ke dalam rumah yang kalian tempati," ucap Mayra. Sungguh semua keluarga Kevin sedang menikmati apa yang mereka tanam.


"Nyonya Mayra," panggil Aurel, dia menatap Mayra dengan tatapan tak percaya.


"Rumahmu aku sita untuk memggantikan hutang-hutang yang kau pinjam." Setelah mengatakan itu, Mayra pun menegakan tubuhnya, di susul Aurel yang ikut bangkit, kemudian Aurel langsung berjalan ke arah Salsa.


"Salsa, tolong selamatkan kami. Kevin masih suamimu, 'kan?" Aurel menarik lengan Salsa kemudian menggenggamnya, menatap Salsa dengan tatapan memohon, berharap menantunya mau menyelamatkan mereka.


Salsa menarik lengannya dari lengan Aurel.


"Dulu, Kau bukannya lebih membela Davika? Kenapa kau tidak meminta tolong saja padanya?" tanya Salsa dan kali ini, Kevin sudah tidak bisa menahan diri. Dia berjalan sambil mengesot ke arah Salsa kemudian berlutut di hadapan istrinya, hingga kini Salsa dihadapkan dengan dua orang yang sangat menjijikkan.


"Sayang, aku mohon maafkan aku, ampuni aku," ucap Kevin yang memeluk kaki Salsa.


"Bahkan itu tidak masalah untukku, kau melakukan apapun bebas karena kita bukan lagi suami istri," jawab Salsa.


“Sa-sayang, apa maksudmu?” Kevin bertanya dengan bingung. Namun, belum Salsa menjawab tiba-tiba polisi datang dari luar..