Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 53



gengs Sepeti biasa 100 komen dan gas like aku up dua bab.


Nino mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dari tadi, seperti biasa Salsa terus menggenggam tangan Nino ketika Nino mengemudi. Nino tersenyum ketika melihat wajah Salsa yang sangat ceria, dan dia tahu calon istrinya ini baru saja merasakan lega yang luar biasa. Akhirnya, semuanya selesai, pembalasannya berakhir dengan indah. Apa yang dilakukan Salsa pada Kevin mungkin sedikit keterlaluan, tapi jika mengingat ke belakang, di mana Kevin membunuh anaknya tentu saja ini adalah hal sepadan untuk Kevin.


Awalnya, Salsa memang membenci lelaki itu, tapi jika dipikir banyak sekali hikmah yang Salsa dapatkan. Pertama, semua masa lalu bisa terbongkar termasuk masa lalu Nino. Jika Kevin tidak berbuat seperti kemarin, mungkin sampai saat ini dia dan Nino tidak akan bersama dan juga nama baik ayah Nino tidak akan dibersihkan, tapi intinya Salsa tidak ingin mengeluh tentang apapun lagi. Baginya, semua adalah pembelajaran dan tidak harus disesali. Sekarang, masa depannya dengan Nino dan juga anak-anak.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Nino sampai di rumah Salsa. Hari ini Nino ingin mengajak Alona untuk bermain bersama. Alona begitu susah untuk didekati, berbeda dengan Kalindra yang selalu menempel padanya.


"Alona," panggil Nino ketika Alona sedang berada di taman belakang. Saat masuk, dia langsung menyusul calon anak tirinya, sedangkan Salsa pergi ke kamar untuk mengganti pakaian.


Alona menoleh, dia menatap Nino dengan datar, tidak ada raut senang sedikit pun.


“Kau sedang sedih?” tanya Nino, lelaki itu menyetarakan dirinya dengan Alona.


"Hmm, Aku sedang sedih, Daddy tidak akan lagi tinggal bersama kami," ucapnya.


Semalam, Kalindra sudah memberitahu bahwa mereka tidak akan lagi tinggal bersama dengan ayahnya, dan itu sebabnya Alona sedikit murung. Walau bagaimanapun, dia begitu dekat dengan ayahnya dan tentu saja ini terlalu tiba-tiba.


"Suatu saat kau bisa bertemu lagi dengan Daddy, tapi sekarang daddy-mu sedang banyak kegiatan," ucap Nino, dia mengusap rambut Alona dengan lembut.


"Apa nanti posisi Daddy akan digantikan oleh Paman?" tanyanya, dia menatap Nino dengan mata yang membasah.


Nino mengangkat tubuh Alona kemudian dia menundukkan Alona di pangkuannya.


"Mungkin Paman akan bisa menggantikan posisi Daddy untuk Mommy, tapi Paman tidak akan bisa menggantikan posisi Daddy untuk kalian, karena walau bagaimanapun Kevin adalah Daddy kalian, jadi kau tidak perlu khawatir. Kelak kau bisa bertemu Daddy Kevin kapan saja," ucap Nino, dia membawa Alona ke dalam pelukannya.


***


Kevin, Aurel dan Davika baru saja sampai di apartemen Davika, tentu saja mereka baru saja pulang dari gereja. Semuanya larut dalam pikiran masing-masing. Davika memikirkan bagaimana hidupnya dengan Kevin dan Aurel, Aurel yang memikirkan ingin hidup mewah lagi, sedangkan Kevin yang berpikir bagaimana caranya agar cepat sembuh, agar dia bisa bangkit dan kembali mengejar Salsa dan kedua anaknya, karena tentu saja Kevin akan kembali merebut Salsa dan juga anak mereka.


Selama berpisah dengan Salsa, Kevin benar-benar merasakan perasaan menyesal yang luar biasa. Dia mengingat kenangan demi kenangan bersama Salsa dan kedua anaknya, di mana dia hidup nyaman bahkan Salsa selalu menghormatinya waalaupun harta Salsa lebih banyak darinya, tapi tidak dengan Davika. Jangankan dihargai, bahkan dia seperti tidak terlihat di mata wanita itu.


Davika membuka kode apartemen dan tak lama dia menghentikan langkahnya, ketika banyak sekali paperbag di apartemennya.


Aurel menatap tak percaya pada barang-barang yang ada di depan mereka. Rupanya, inilah hadiah yang dimaksud oleh Salsa, di mana banyak sekali barang-barang milik Kevin dan juga Aurel.


Seketika, Aurel bersorak saat melihat tas-tas kesayangannya ada di sana, begitupun dengan Kevin yang langsung memajukan kursi rodanya. Dia menghirup oksigen, dia menghela napas lega ketika Salsa masih berbaik hati mengirimkan pakaian-pakaian miliknya, sebab tentu saja dia membutuhkan pakaian yang selalu dia kenakan ketika dia akan kembali memimpin perusahaan, walaupun perusahaannya bukan miliknya lagi.


"Mommy lihat ini!” ucap Kevin


Aurel langsung terpekik saat melihat lima koper yang ada di belakang sofa. Dia pikir Salsa hanya memberikan separuh pakaian dan barang-barang miliknya serta Kevin, tapi ternyata di belakang sofa masih ada lima koper besar itu masih berisi semua milik Kevin dan Aurel, karena Salsa benar-benar memberikan semua barang-barang Aurel dan Kevin tanpa terlewat.


***


Beberapa hari kemudian.


Tidak terasa hari yang mendebarkan bagi Nino dan Salsa tiba, di mana saat ini mereka akan melakukan pemberkatan. Awalnya, Nino begitu sulit mendekati Alona, tapi beberapa hari ini, dia selalu memperlihatkan ketulusannya dan pada akhirnya, Alona pun luluh. Dia sudah mau mendekat padanya, sama seperti Kalindra, dan akhirnya hari yang membahagiakan bagi Nino dan Salsa pun benar-benar akan terjadi sebentar lagi,


Seperti keinginan Salsa. Dia tidak ingin pesta mewah atau megah, dia hanya ingin merayakan pernikahannya bersama keluarga dan sekarang, mereka sudah berdiri di depan pendeta, bersiap untuk mengucapkan janji suci sehidup semati, hingga pada akhirnya Salsa kembali resmi menjadi miliknya. Kesabaran Nino berbuah manis, Salsa sekarang menjadi istrinya.


Acara pemberkatan pun selesai, mereka memutuskan untuk mengajak keluarga mereka makan bersama, hingga pada akhirnya setelah semua acara selesai, Salsa memutuskan untuk pergi ke villa, mereka akan menghabiskan waktu selama beberapa hari di sana, tentu saja untuk berbulan madu.


***


"Are you happy?" tanya Nino, dia menuangkan sabun ke tangannya kemudian meratakannya pada tubuh Salsa. Saat ini, mereka sedang berendam di bathtub, tentu saja mereka baru saja melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.


Salsa menyandarkan tubuhnya ke belakang, kemudian wanita cantik itu menolehkan kepalanya. Nino langsung mencium bibir istrinya, memeluk pinggang Salsa. Dia memeluk pinggang istrinya dengan erat.


"Aku tidak menyangka ada titik ini. Aku pikir kita tidak akan lagi kembali bersama, tapi ternyata doaku benar, aku yang menang. Tentu saja itu campur tangan Tuhan," ucap Nino.


Salsa mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Nino. “Memangnya kau selalu berdoa apa?”


“Aku selalu berdoa, meminta tuhan akan menjadikanmu sebagai Janda.”


Seketika, Salsa tertawa mendengar ucapan Nino. Wanita itu pun langsung bangkit dari duduknya, kemudian mengubah posisinya menghadap Nino.


“Aku mencintaimu, terimakasih sudah menungguku.” Pada akhirnya Salsa pun mengucapkan perasaanya.