Oh My Salsa

Oh My Salsa
Bab 55



Gengs satu bab dulu ya otor lomba dulu 😂..yuk gas komen


"Gueen ayo masuk," ajak Nino ketika melihat Gueen kedinginan.


"Dad, tolong jangan bawa anak ini masuk ke dalam rumah," ucap Kalindra yang dengan tegas menolak keinginan ayahnya. Dia bahkan menatap Gueen dengan marah.


"Kalindra, di luar dingin," ucap Nino.


“Ah, terserah saja.” Kalindra dengan cepat berbalik, dia bahkan melupakan niatnya untuk mengecek mobilnya sendiri sebab mood-nya terlalu memburuk ketika melihat Gueen.


Walau bagaimanapun, dia membenci Davika, Kevin serta tentu saja dia juga membenci Gueen, itu sebabnya ketika melihat adik tirinya sekarang, dia meradang apalagi ayahnya mempersilahkan Gueen untuk masuk. Padahal Gueen sama sekali tidak tahu apa-apa, dia hanya gadis tiga belas tahun yang tiba-tiba ditinggalkan oleh kedua orang tuanya tanpa alasan dan tanpa sebab, bahkan salah satu alasan Gueen nekat pergi ke rumah Nino dan Salsa adalah karena listrik di rumahnya pun diputus, dia juga tidak ditinggalkan oleh semua pelayan.


"Ayo masuk," ajak Nino pada Gueen hingga Gueen mengangguk, lalu di setelah itu dia masuk. Gadis yang kini menginjak tiga belas tahun itu pun mengikuti langkah Nino.


Setelah mempersilahkan Gueen duduk, Nino langsung memanggil Salsa.


***


"Kakak, ada apa?" tanya Alona ketika dia berpapasan dengan Kalindra, dia tadi sudah masuk ke dalam kamar karena takut, tapi entah kenapa dia mendadak penasaran lalu ketika sekarang dia berpapasan dengan kakaknya, jantung Alona seperti akan melompat dari rongga dadanya apalagi sekarang dia melihat wajah Kalindra kesal.


"Ada apa?" tanya Alona lagi, dia mengepalkan kedua tangannya karena ketakutan.


"Ada anak itu di bawah," jawab Kalindra dengan sewot.


"Anak itu? Maksud Kakak, Gueen?" tanya Alona.


"Berhenti menyebut namanya." Kalindra pun langsung masuk ke dalam kamar membuat Alona langsung bisa bernapas lega.


"Ah, terima kasih Gueen, kau menyelamatkanku," lirih Alona karena jika tidak ada Gueen mungkin saja dia yang akan terkena masalah.


***


Salsa dan Nino turun kemudian mereka menghampiri Gueen yang sedang berada di ruang tamu.


"Gueen," panggil Salsa.


Gueen bangkit dari duduknya kemudian dia menunduk hormat pada Salsa.


"Bibi," panggilnya dengan suara pelan.


"Ayo duduk," jawab Salsa.


Salsa dan Nino tahu bahwa Gueen tidak bersalah dan Salsa juga sama sekali tidak membenci anak itu, hingga sekarang dia bersikap biasa saja, berbeda dengan Kalindra.


"Ada apa? Kenapa kau ke sini malam-malam? Kau diantar oleh sopir?" tanya Salsa.


Gueen menggigit bibirnya kemudian menunduk.


"Bibi aku tidak tahu aku harus ke mana, jadi aku pergi ke sini," ucap Gueen dengan suara pelan.


Salsa mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Gueen. "Maksudmu?


Salsa menutup mulut tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gueen. Selama ini hubungan Salsa dan Kevin biasa saja, dengan artian kata Salsa tidak menyimpan dendam, bahkan dia juga kerap menyuruh Kalindra bertemu dengan Gueen karena mereka berhubungan darah.


Alona masih mau bertemu dengan Gueen, berbeda dengan Kalindra yang selalu menolak dan dia tidak menyangka, Kevin dan Davika akan tega meninggalkan Gueen seperti ini, dan selama ini Salsa tidak tahu bagaimana hubungan Davika dan Kevin. Apakah hubungan mereka baik atau buruk, yang dia tahu adalah hubungan Gueen dan juga Aurel, di mana Aurel selalu berlaku buruk pada Gueen karena beberapa kali Salsa melihat Gueen sedang dimarahi oleh wanita paruh baya itu yang sekarang sudah meninggal.


"Tidak apa-apa, 'kan, Bibi, aku menginap di sini? Jika tidak boleh lama-lama, satu hari saja, besok aku akan datang ke dinas sosial," ucap Gueen dengan raut wajah memohon.


Salsa mendudukan diri di sebelah Gueen dan tanpa menjawab ucapan wanita itu, Salsa memeluk Gueen dan seketika tangis Gueen meledak. Hati Salsa merasa iba hingga dia menoleh ke arah Nino, dan Nino yang mengerti dengan itu langsung mengangguk.


"Ya sudah kau boleh tinggal di sini, Bibi dan Paman tidak keberatan," ucap Salsa. Tidak mungkin dia membiarkan Gueen tinggal di panti asuhan.


"Mom, bagaimana dengan Kalindra?" Tiba-Tiba, terdengar suara Alona. Rupanya, dia baru saja datang. Setidaknya, Alona bersikap lebih baik pada Gueen daripada Kalindra pada Gueen, terlebih lagi setelah Kevin dan Salsa berpisah, Alona juga masih dekat dengan Kevin, tapi tidak dengan Davika.


"Biar nanti Mommy yang bicara," ucap Salsa.


Gueen dengan cepat melepaskan pelukannya dari Salsa kemudian menggeleng. "Tidak, Bibi. Biarkan saja aku pergi ke panti asuhan, aku tidak mau membuat ka Kalindra marah," jawab Gueen hingga Salsa menggeleng.


"Tidak, kau diam di sini, itu yang terbaik dan jangan membantah." Salsa berucap dengan tegas hingga Gueen menunduk, antara senang dan sedih senang karena dia bisa mendapatkan tempat tinggal, tapi sedih dia harus menghadapi kebencian kakaknya.


"Sekarang kau tidur dulu di kamar tamu, biar besok Bibi suruh pelayan untuk merapikan kamarmu," kata Salsa.


"Bibi." Gueen sedikit ragu untuk berbicara.


"Kenapa, kau lapar?" tanya Salsa ketika Gueen meremas perutnya. Dari kemarin sampai malam ini, Gueen hanya meminum air putih karena di rumahnya benar-benar tidak ada apapun. Kevin benar-benar meninggalkan Gueen tanpa makanan sedikit pun hingga Gueen kelaparan.


"Dari kapan kau belum makan?" tanya Salsa.


"Dari kemarin, semua listrik mati, di kulkas juga tidak ada makanan dan aku pun meminum air keran," ucap Gueen. Sungguh, dia begitu malu harus meminta makan pada keluarga Salsa.


"Ya Tuhan, Kevin!" teriak Salsa dengan gemas.


"Ayo makan." Salsa dengan cepat mengajak Gueen untuk pergi ke meja makan.


***


"Apa kau yakin akan membiarkan Gueen tinggal di sini? Bagaimana dengan Kalindra?" tanya Alona ketika Salsa dan Gueen sudah pergi.


"Daddy juga bingung, tapi kita tidak bisa membiarkan Gueen begitu saja.”


“Tapi ada untungnya juga dia tinggal di sini, siapa tahu Kalindra pindah dari sini dan dia tidak akan mengurus tentang mobil," ucap Alona membuat Nino menggeleng.


"Daddy benar-benar akan menghukummu jika kau menggunakan barang Kalindra lagi," ucap Nino.


"Iya, iya aku tidak berjanji." Alona dengan cepat berlari membuat Nino menggeleng, lalu setelah itu Nino pun langsung menyusul Salsa dan juga Gueen yang ada di meja makan.


Cuplikan kisah Kalindra dan Rahasia tentang kelahiran Gueen.


Gueen yang sedang berjalan menghentikan langkahnya ketika mobil mewah berhenti di depannya. keluar beberapa pakaian berjas dan menatapnya dengan intens, membuat Gueen bingung dan tak lama salah satu orang berjas membukakan pintu, hingga keluar wanita yang sangat cantik dan terlihar glamor, terlihat jelas bahwa wanita itu sangat Kaya.


Mata Gueen membulat saat mengingat wanita itu, dia wanita yang pernah memarahi Gueen karena Gueen memecahkan barang. Tapi, anehnya, sekarang wanita itu tersenyum padanya dan tak lama Gueen terpekik saat wanita itu ada di depannya. Lalu Gueen menjatuhkan minuman di depannya, saat wanita itu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca seraya mengatakan hal yang mengejutkan.