Oh My Salsa

Oh My Salsa
Bab 11



“Sa-Salsa!” Kevin langsung tersedar ketika dia menampar dia tidak menyangka dia bisa saya emosional ini hingga bisa menampar istrinya.


Salsa memegang pipinya kemudian dia menatap Kevin dengan tatapan tak percaya.


Sekarang Salsa seperti orang linglung untuk pertama kalinya dia ditampar oleh Kevin bahkan untuk pertama kalinya ada yang melakukan kekerasan padanya.


“Salsa aku minta maaf,” lirih Kevin dengan suara pelan seolah benar-benar ku merasa bersalah.


“Apa yang Daddy lakukan." iba-tiba terdengar suara kalindra dari arah tangga lelaki itu melihat Kevin sedang menampar Salsa.


Kalindra langsung berlari, kemudian mendorong tubuh Kevin. “Kenapa Daddy menampar Mommy!" Teriakan Kalindra begitu menggema. Lelaki itu menatap Kevin dengan amarah yang membara.


“Ka-Kalindra ....” Belum cukup keterkejutan Kevin karena dia menampar Salsa, dia di buat terkejut lagi oleh Kalindra yang memergoki apa yang dia lakukan.


Anak itu langsung berdiri di depan Salsa membuat Kevin langsung kelabakan, apalagi untuk pertama kalinya dia melihat Kalindra menatapnya seperti ini. Sedangkan Salsa masih terdiam di tempat sambil memegangi pipinya d,


ia benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang Kevin lakukan dan jangan ditanyakan betapa sakitnya Salsa saat ini yang pasti dia benar-benar sakit, ni lebih tamparan Kevin lebih dari lebih menyakitkan daripada apa yang terjadi saat ini.


Salsa tersadar dia tidak ingin menangis di depan Kalindra kemudian wanita itu langsung berbalik dan kembali ke kamarnya, hingga kini hanya ada Kevin dan Kalindra saja di sana.


“Kalindra Daddy bisa menjelaskan." Dengan cepat, Kevin langung menyetarakan diri dengan Kalindra.


“Maafkan Daddy Kalindra, Daddy tid ....”


"Cukup, akan ku adukan Daddy pada kakek karena Daddy menampar Mommy.” Saat mendengar itu, mata Kevin benar-benar terbelalak, baru saja dia akan menarik tangan Kalindra tiba-tiba Kalindra sudah berbalik dan berjalan dengan kencang ke arah kamar membuat Kevin mengusap wajah kasar.


“Kenapa aku bisa menampar Salsa.” Sungguh kali ini Kevin benar-benar menyesal dia tidak menyangka tangannya bisa bergerak untuk berayun menampar pipi istrinya.


Salsa masuk ke dalam kamar, wanita itu berjalan dengan tertatih-tatih ke arah ranjang. Rasanya kepala Salsa berputar-putar, tangis tidak berhenti membasahi wanita itu. Kenapa cobaan begitu berputar-putar, dia baru saja keluar dari rumah sakit tapi karena mertuanya dan dia harus kembali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan lagi dari suaminya.


Pada akhirnya ketika sampai di ranjang, Salsa langsung mendudukkan dirinya kemudian mengangkat kakinya ke ranjang lalu membaringkan tubuhnya dengan posisi menyamping, sesekali dia mengelus perutnya yang keram bahwa wanita itu bergetar dia menangis tersedu-sedu sungguh ini lebih menyakitkan dari apapun dan demi apa pun, Salsa benar benar tidak akan memaafkan Kevin.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka hingga Salsa menoleh dan itu adalah Kalindra, dengan cepat Salsa langsung menghapus air matanya dia tidak ingin Kalindra melihatnya menangis, walaupun tentu saja Kalindra tahu bahwa dia baru saja menangis


“Mommy ... mommy tidak apa-apa apa, di mana kotak obat?” tanya Kalindra bertubi-tubi. Mendengar Kalindra bertanya tentang kotak obat, tiba-tiba tangis sempat terjeda kembali terurai dia tidak menyangka Kalindra harus menyaksikan hal semacam ini


"Mommy, di mana kotak obat?” tanya Kalindra yang mengulangi pertanyaan yang sama.


Hingga Salsa tersadar, Salsa pun langsung menunjuk kotak obat hingga kalindra pun dengan cepat mengambil kotak obat tersebut. Lalu setelah itu berjalan lagi ke arah Salsa untuk mengoleskan salep karena pipi sang Ibu.


***


Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam, sedari tadi Kevin diam di ruang kerja karena dia tidak ingin Kalindra melihatnya, rasanya dia tidak sanggup melihat tatapan putra pertamanya. Itu sebabnya, dia memutuskan untuk tidak keluar.


Kevin masuk ke dalam kamar, dia melihat Salsa yang sedang berbaring ditutupi oleh selimut, lelaki itu langsung berjalan ke arah ranjang, kemudian menundukkan dirinya sedangkan Salsa yang sedang melamun tersadar wanita itu langsung berbalik dan membelakangi Kevin.


“Salsa, aku minta maaf,” kata Kevin nada suara Kevin terdengar hangat seperti saat itu, dimana Kevin belum berubah. Tapi Salsa sama sekali tidak berpengaruh yang ada dia malah muak dekat suaminya.


,


Karena Salsa tidak merespon ucapan Kevin, Kevin langsung membaringkan tubuhnya di sebelah Salsa, kemudian dia memeluk Salsa dari belakang.


" Salsa aku minta maaf. Sungguh, aku benar-benar tak sengaja." dalam pikiran Kevin saat ini, dia tidak ingin mengulangi sifatnya seperti kemarin dia tidak akan lagi bermain-main dan berhenti membeli pelajaran pada Salsa, dia ingin kembali seperti semula. Tentu saja dia melakukan itu agar posisinya aman, apalagi tadi Kalindra mergokinya bisa bahaya jika sampai Ayah mertuanya tahu


Salsa sama sekali tidak membalas ucapan Kevin, dan menghempaskan tangan lelaki itu. “Pergi dari sini sebelum aku mengamuk,” ucap Salsa tapi Kevin tidak menyerah dia terus memeluk Salsa.


“Salsa, aku minta maaf. Sungguh aku akan berubah, aku akan pulang tepat waktu dan aku akan berhenti bertemu dengan Davika aku akan menurut padamu lagi," ucap kevin, hanya inilah cara agar dia aman.


Harusnya Salsa senang, tapi tidak dia sama sekali tidak senang Entah kenapa sekarang Ucapan Kevin di telinga Salsa hanya bualan. Karena tidak ingin terus dipeluk, Salsa pun memutuskan untuk bangkit dari berbaringnya kemudian turun dari ranjang, wanita itu memutuskan untuk tidur di kamar tamu. Demi apapun, dia tidak akan lagi tergoda oleh Kevin apalagi Jonathan sudah mengiriminya pesan bahwa surat cerai Salsa akan keluar besok dan itu berarti besok mereka bukan lagi suami istri..


***


***


Kalindra menatap lurus ke depan, sebenarnyaBpdia tidak semangat untuk bersekolah, dia ingin tetap bersama ibunya. tapi Salsa terus menyuruhnya Kalindra untuk tetap pergi.


“Ekhemm ...." tiba-tiba seseorang berdahem membuat Kalindra menoleh, dia tersenyum ketika melihat Nino. Namun, Nino malah mengerutkan keningnya kalau melihat Kalindra melamun dan untuk pertama kalinya. Setelah dia dekat dengan Kalindra seperti ini.


“kau kenapa, Apa ada yang mengganggumu?” tanya Nino, Kalindra terdiam.


“Boleh aku bercerita padamu, paman?" tanya Kalindra.


“Hmm, boleh. Kau boleh bercerita, memangnya ada apa?”


“Ini berkaitan dengan Mommy.” wajah kaliandra terlihat sangat sedih tentu saja rasanya menyakitkan ketika melihat ibunya ditampar oleh orang lain sekalipun yang menapar ibunya adalah ayahnya sendiri.


“Kenapa Mommymu." jantung Nino berdetak dua kali lebih kencang ketika Kalindra akan membahas Salsa.


“Daddy menampar Mommy kemarin.”


“Apa!” Nina tanpa sadar berteriak ketika mendengar ucapan Kalindra, hingga Kalindra sedikit ketakutan.


“Pa-paman, paman, kenapa?" Tanya Kalindra, membuat Nino tersadar.