Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 26



Gengs mata baru update, tiap hari Senin aku libur ya, karena sibuk sama anaku sekolah. Tapi hari ini aku update 4 bab ya. jangan lupa gas komen biar update banyak


Salsa turun dari mobil, wanita itu baru aja mengantarkan Kalindra untuk pergi les. Dia tahu Kalindra tidak mau diantarkan oleh Kevin, sedangkan sopir sedang mengantarkan Alona untuk pergi ke rumah orang tuanya.


Saat masuk ke dalam rumah, Salsa mengerutkan keningnya kala rumah tampak sepi, tidak ada siapa pun karena tanpa Salsa tahu sebelum Kevin menuangkan minyak goreng ke tangga, Kevin sengaja menyuruh seluruh pelayan untuk membereskan gudang belakang dengan alasan akan ada patung yang akan disimpan di gudang hingga tentu saja sekarang suasana tampak sepi.


Perlahan, Salsa pun berjalan ke arah lift, lalu dia menekan tombol lift, tapi tak lama dia mengerutkan keningnya kala lift tidak tidak bergerak, bahkan lampu yang berada di atas lift pun padam.


Salsa mengutak-atik ponselnya kemudian dia menelepon seseorang yang tak lain teknisi yang akan membenarkan lift.


"Apa? Kau sedang di luar?" tanya Salsa pada teknisi yang biasa mengecek lift ketika dia mengatakan sedang di luar, membuat Salsa memejamkan matanya, tentu saja itu karena perintah Kevin.


"Ya sudah kalau begitu, cepat pulang," ucap Salsa pada orang tersebut dan setelah itu, Salsa pun langsung mematikan panggilannya. Salsa berjalan ke arah tangga, rasanya dia ingin segera berbaring karena perutnya begitu kram.


Saat Salsa akan berjalan ke arah tangga, Salsa menghentikan langkahnya ketika mendengar suara ponselnya berbunyi, ternyata itu adalah telepon dari Alona.


"Alona," panggil Salsa.


"Mommy, nanti tolong Mommy kirimkan beberapa mainanku yang ada di kamar yang aku taruh di box hijau, aku ingin bermain itu bersama Theresia," ucap Alona.


Salsa mengangguk. "Mommy akan membawakannya dan jug—ah!" Tiba-Tiba, Salsa berteriak, karena tubuh wanita itu menggilinding ke bawah . Rupanya, barusan Salsa menerima telepon sambil berjalan menaiki anak tangga hingga dia tidak menyadari bahwa tangga begitu licin karena minyak yang dioleskan oleh Kevin.


Salsa berteriak dengan kencang, sebab Kevin menuangkan minyak di anak tangga terakhir sebelum naik agar Salsa benar-benar sampai jatuh ke bawah.


"Tolong!" Salsa berteriak dengan keras, meminta bantuan dan sama sekali tidak ada yang mendengar teriakan Salsa. Dia meringis ketika melihat ada darah yang mengalir di kedua pahanya, ditambah rasa sakit yang menimpa tubuhnya.


Salsa berusaha menguatkan diri untuk meminta tolong. "Tolong! Tolong!" Suara Salsa mulai melemah dan seiring berjalannya waktu, rasa sakit di kepala Salsa semakin menjadi-jadi, apalagi barusan kepala Salsa juga membentur anak tangga.


***


Kevin yang sedang berada di kamar, langsung beruforia ketika mendengar suara teriakan Salsa dari bawah. Awal Salsa jatuh, teriakan Salsa masih terdengar, tapi sekarang teriakan istrinya sudah tidak terdengar lagi dan Kevin berpikir mungkin istrinya sudah tidak sadarkan diri.


Sementara Kevin, sengaja tidak langsung keluar agar tidak dicurigai. Dia mengutak-atik ponselnya kemudian menelepon seseorang.


"Iya Tuan," jawabnya.


"Ya sudah, bersihkan minyaknya sebelum aku turun," ucap Kevin. Rupanya, ada salah satu pelayan yang diajak Kevin untuk bekerja sama dan sedari tadi, pelayan itu memastikan dari dekat tangga dan sekarang, ketika Kevin sudah yakin bahwa Salsa tidak sadarkan diri, Kevin menyuruh pelayan tersebut untuk membersihkan tangga sebelum dia turun tentu saja karena dia akan berpura-pura berlari seolah terkejut.


Beberapa saat berlalu, akhirnya Kevin keluar dari kamar karena dia sudah mendapatkan panggilan lagi dari pelayan yang bekerja di rumah mereka, dan mengatakan bahwa lantai sudah bersih. Kevin juga menyuruh semua CCTV untuk dinyalakan agar terlihat dia terkejut ketika melihat Salsa terjatuh.


Saat sudah berada di dekat tangga dan saat CCTV sudah dinyalakan, Kevin berteriak, lelaki itu langsung berakting berpura-pura panik lalu dia berlari dengan kencang agar terlihat CCTV bahwa dia terkejut dengan kecelakaan yang menimpa Salsa.


"Sayang, Sayang," panggil Kevin yang menepuk-nepuk pipi Salsa, wajahnya benar-benar natural seolah dia sedang khawatir pada istrinya. Kevin dengan cepat langsung membopong tubuh istrinya, lalu membawa keluar.


Setelah berada di mobil, Kevin menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, bahkan terkesan leha-leha, tentu saja Kevin tidak ingin sampai di rumah sakit dengan cepat karena takut Salsa akan ditangani lebih cepat dan kandungannya bisa diselamatkan. Tak lama, ponsel Kevin berdering, satu panggilan masuk dari Davika membuat Kevin tersenyum.


"Ya, Sayang," panggil Kevin. "Ok, terima kasih," kata Kevin lagi ketika Davika mengatakan bahwa dia sudah mentransfer uang semalam. Kevin meminjam uang lagi pada Davika dengan alasan kekurangan bisnis, tapi dia menggunakan itu untuk membeli aset atas namanya. Dia harus tetap berjaga-jaga.


"Bagaimana, apa caramu berhasil?" tanya Davika. Ya, karena wanita itu tahu tentang rencana Kevin. Davika juga senang jika Salsa tidak mengandung, karena Kevin tidak akan terus dekat dengan Salsa ataupun terikat dengan wanita itu.


"Sekarang aku sedang berada di mobil untuk mengantarnya ke rumah sakit, tapi aku mengendarakan mobilku dengan pelan agar anaknya tidak bisa di selamatkan," jawab Kevin. Tanpa dia sadari, mungkin suatu saat paling menyesal dengan apa yang dilakukan saat ini.


Setengah jam kemudian.


Kevin mematikan panggilannya dari Salsa, kemudian Kevin melihat ke arah Salsa yang masih memejamkan mata, dan sialnya tidak ada iba sedikit pun di dalam diri lelaki itu. Kevin juga tidak merasa kasihan pada Salsa. Bahkan, tanpa empati mengobrol dengan Davika membahas hal yang tak patut, seperti masalah ranjang dan lain-lain.


Setelah sampai di rumah sakit, Kevin dengan cepat melepaskan sabuk pengamannya kemudian dia menyiapkan dirinya untuk berakting lagi di hadapan suster dan dokter, dan pada akhirnya Kevin pun turun kemudian dia langsung membopong tubuh Salsa lalu berlari ke arah rumah sakit seolah dia benar-benar panik.


Satu jam kemudian.


Salsa mengerjap kemudian dia membuka mata dan tepat ketika dia membuka matanya, Salsa merasakan rasa nyeri menjalar di seluruh tubuhnya. Dia juga merasa kepalanya terasa berat dan berputar-putar.


Salsa tidak mengingat apa yang terjadi, hingga dia kembali memejamkan mata dan tak lama, Salsa kembali membuka matanya saat dia mengingat teriakannya sendiri dan pada akhirnya, apa yang terjadi sebelum dia pingsan menubruk otak wanita itu hingga Salsa langsung mengangkat kepalanya lalu setelah itu dia melihat perutnya.