
Satu bulan kemudian
Tidak terasa Ini sudah 1 bulan berlalu, Kevin berada di rumah sakit dan selama satu bulan ini pula Kevin terus menjalani perawatan. Setiap hari Kevin melaluinya dengan penuh rasa sakit. Bagaimana Tidak, sedikit saja Kevin bergerak di bagian kakinya kakinya langsung terasa ngilu dan nyeri yang luar biasa.
Sebulan ini, Kevin tidak banyak bergerak dan satu minggu lalu kondisi Kevin mulai membaik, tentu saja Salsa sudah tidak menyuruh dokter untuk memberikan obat itu lagi pada Kevin, hingga kondisi Kevin sedikit pulih. Rasa sakit di kakinya semakin berkurang dan sekarang bagian tubuhnya sudah bisa digerakkan. Padahal sebelumnya, bergerak sedikit saja tubuh Kevin akan terasa nyeri. Tapi sudah seminggu ini semua berubah, dan bersyukur kondisinya kembali seperti sedia kala, walaupun rasa sakit di kakinya masih terus terasa. Tanpa Kevin sadari, kejutan akan menanti di depannya.
“ Bagaimana kondisi tulangku?" tanya Kevin ketika Salsa masuk membawa hasil Rontgen kondisi tulang Kevin.
“Tulangmu cukup buruk, kenapa kok bisa sampai jatuh dari tangga?” Tanya Salsa lagi. Selama sebulan ini, Salsa jarang sekali membahas kejadian Kevin jatuh, dan sekarang Salsa membahasnya.
Kevin tampak tergagap. Sebenarnya ada kecurigaan di diri Kevin bahwa Salsa dibalik semua ini. Tapi ketika melihat Salsa perhatian dan mengurusnya selama 1 bulan ini, rasa curiga Kevin hilang begitu saja.
“Entahlah, tiba-tiba kursi roda itu tidak bergerak dengan sendirinya. Apa sudah ada laporan dari kepolisian?” tanya Kevin karena satu minggu lalu dia meminta Salsa untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan membawa kursi roda untuk dibongkar, tentu saja Salsa mengiyakan ucapan Kevin tapi dia tidak melaporkan pihak kepolisian.
“Belum Nanti, akan aku tanyakan lagi,” ucap salsa.
“Ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Kevin, ketika Salsa terdiam.
Salsa menggangguk. ”Apa kau tetap ingin merayakan ulang tahun perusahaanmu?” Tanya Salsa.
“Tentu itu harus dilaksanakan,” jawab Kevin membuat Salsa menyeringai diam-diam, dia pikir aga sulit membuat Kevin menyetujui itu, Karena kondisi Kevin seperti ini. Tapi, ternyata Kevin setuju.
“Hmm, aku tidak apa-apa, aku yakin mereka mengerti,”jawab Kevin membuat Salsa mengagu-anggukan kepalanya. Setelah bersiap, akhirnya Salsa dan Kevin pun keluar dari ruang rawat yang selama ini Kevin tempati karena memang Kevin sudah di perbolehkan untuk pulang.
satu minggu kemudian
Salsa mematut diri di cermin. Wanita cantik itu memastikan tampilannya sudah rapi, sedangkan Kevin juga sudah memakai untuk tuksedo, tentu saja Kevin masih duduk di kursi roda.
Awalnya Kevin minder jika harus merayakan pesta ulang tahun perusahaannya dengan kondisi seperti ini, tapi dia harus menunjukkan pada Salsa bahwa dia baik-baik saja, berbeda dengan Salsa yang menunggu hari ini tiba, karena pembalasan terakhir akan segera dimulai.
Setelah mereka bersiap, Salsa dan Kevin pun langsung keluar dari kediaman mereka dan Sekarang, di sinilah Salsa dan Kevin berada di sebuah hotel yang menjadi tempat acara diselenggarakan.
Beberapa mobil mewah sudah terjajer dan tinggal hanya menunggu sang pemilik perusahaan yaitu Kevin. Semua rekan bisnis sudah hadir termasuk keluarga Salsa dan Kevin, karena memang setiap tahun Kevin selalu menggelar acara ulang tahun perusahaannya secara besar-besaran dan ini akan menjadi momentum yang tidak terlupakan oleh lelaki itu
Salsa mendorong kursi roda Kevin, dan ketika masuk ke dalam aula hotel, beberapa tamu langsung melihat ke arah Mereka kemudian menyapa Kevin dan juga Salsa.
Saat acara akan dimulai tiba-tiba terdengar yang aneh, hingga para tamu saling menatap satu sama lain,. begitupun dengan Kevin yang merasa tidak aneh dengan suara tersebut, dan tak lama layar menyala menampilkan hal yang menjijikan di mana menampilkan Kevin dan Davika yang sedang bercintaa, dan terdengar keduanya saling mengatakan hal yang yang tak kalah menjijikan.
Kejutan tidak cukup sampai di sana satu layar kembali menyala dan sekarang menampilkan Gavin, Ayah Kevin yang sedang bercinta dengan beberapa wanita mudaaa. Seketikaaa