Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 27



"A-anakku ... anakku," ucap Salsa dengan suara lirih ketika dia melihat perutnya sudah rata. Ya, pada akhirnya apa yang diinginkan Kevin terjadi, di mana Salsa kehilangan anaknya, terlebih lagi Salsa terjatuh dari anak tangga yang cukup curam hingga kandungannya tidak bisa diselamatkan.


"Anakku," lirih Salsa lagi. Dia menatap ke arah perutnya dengan tatapan tak percaya. Wanita cantik itu terus berharap bahwa ini hanya mimpi. Beberapa kali dia menampar pipinya sendiri karena tidak percaya dengan apa yang terjadi dan tak lama, pintu terbuka, muncul sosok suster yang sepertinya akan memeriksa kondisi Salsa, hingga akhirnya Salsa tersadar.


Salsa langsung menggenggam tangan suster.


"Sus, Katakan, apa yang terjadi dengan anakku?" tanya Salsa, dia tidak bisa berbicara dengan suara keras karena perutnya terasa nyeri.


Suster tampak terdiam, dia bingung harus menjawab apa hingga pada akhirnya suster melepaskan tangannya dari tangan Salsa, lalu membungkuk dan memeluk Salsa. Salsa tidak perlu lagi bertanya, karena pada akhirnya apa yang dia pikirkan tadi benar. Dia sudah kehilangan anaknya dan detik itu juga, Salsa menangis histeris. Kekuatannya mendadak bangkit hingga dia sanggup mengeluarkan tangisan yang sangat kencang.


Sementara Kevin yang berada di luar, sengaja tidak masuk terlebih dahulu padahal dia sudah mendengar jeritan Salsa. Seperti tadi, tidak ada empati dalam diri lelaki itu. Bahkan perasaanya begitu datar.


"Tidak, katakan anakku masih hidup, 'kan? Anakku masih bersamaku," ucap Salsa setelah bisa mulai menguasai diri. Dia langsung bertanya ketika suster melepaskan pelukannya.


"Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan kandungan anda." Suster bercicara seraya menahan tangis, bahkan karena tidak sanggup melihat wajah Salsa, suster malah memalingkan tatapannya ke arah lain.


Salsa kembali histeris hingga pada akhirnya, Kevin pun masuk ke dalam ruangan lalu berjalan dengan cepat ke arah brankar, seolah dia benar-benar peduli.


"Sayang, tenang," ucap Kevin yang memeluk Salsa, sedangkan Salsa sama sekali tidak bereaksi ketika dipeluk oleh Kevin. Dia malah menangis sejadi-jadinya.


Pada akhirnya, pemeriksaan pun selesai. Suster memilih pamit, sedangkan Salsa menatap lurus ke depan. Dia merasa syok dengan apa yang terjadi, sedangkan sedari tadi Kevin hanya membelai rambut Salsa dengan menggenggam tangan wanita itu. Berkali-kali dia menyebut kata sabar pada Salsa.


***


Nino menjalankan mobilnya dengan kecepatan kencang. Rasanya, dia ingin segera sampai di rumah sakit. Dia mendapat kabar dari adik sepupunya yang menjadi perawat di rumah sakit tempat Salsa berada, hingga dengan cepat Nino pun langsung menjalankan mobilnya. Tidak peduli di rumah sakit ada keluarga Salsa atau tidak, yang terpenting dia harus segera menemui Salsa, melihat kondisi wanita itu walaupun dia harus menghadapi keluarga Salsa yang mungkin masih murka padanya.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Nino pun sampai di rumah sakit. Lelaki itu pun bergegas turun kemudian berlari masuk ke dalam.


Setelah mendapatkan info di mana Salsa dirawat, Nino langsung berlari ke arah lift untuk naik ke atas dan ketika turun dari lift, Nino langsung berlari ke arah ruang rawat.


Ketika Nino akan membuka pintu, tiba-tiba Kevin membuka pintu dari dalam hingga kedua lelaki itu saling tatap.


"Untuk apa kau kemari?" tanya Kevin setelah sekian lama keduanya terdiam.


"Minggir, itu bukan urusanmu," jawab Nino. Dia sungguh tidak ada waktu untuk menghadapi lelaki ini.