
Gengs Karna komennya belum 100, akh up satu bab dulu ya. yuk bisa yu komen 100, bsok dobel up
Nino menatap Salsa dengan bingung, dia berharap Salsa segera menjawab ucapannya. Tapi Salsa terus terdiam.
“Masudmu apa?” tanya Salsa. Seketika tubuh Nino terasa lemas ketika mendengar jawaban Salsa. Dia pikir Salsa sudah mengetahui semuanya yang terjadi di masa lalu, agar dia tidak harus menjelaskan lagi dan tidak harus mencari bukti. tapi ternyata salah.
“Aku tidak tahu apa?” tanya Salsa.
“Apa ada yang kau sembunyikan dariku?” tanyanya lagi. Dengan cepat, Nino menggeleng.
“Tidak, lupakan saja,” Jawab Nino. Hingga Salsa langsung masuk ke dalam mobil Nino, begitupun Nino yang juga ikut masuk ke dalam.
Nino mengendarakan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dia melihat ke arah kaca untuk melihat Salsa dan Kalindra di belakang. Hati Nino menghangat saat melihat celotehan Salsa dan juga kalindra. ‘Akan sempurna sekali Jika aku yang memiliki kalian.” batin Nino, sedangkan Salsa berpura-pura terus berbicara dengan Kalindra. Padahal dia tahu Nino sedang memperhatikannya.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Nino sampai di cafe miliknya, lelaki itu pun langsung turun diikuti Salsa dan kalindra yang juga ikut turun.
“Wah, Paman apa ini cafe milik Paman?" tanya Kalindra, dia berdecak kagum karena konsep cafe Nino benar-benar sangat estetik.
“Hmm, Ayo masuk.” Nino berjalan terlebih dahulu, disusul Kalindra dan juga salsa.
“Salsa kau ingin memesan apa?" Tanya Nino.
“Seperti kemarin,” balas Salsa.
“Kalindra, kau ingin memakan apa?" tanya Nino yang menoleh ke arah Kalindra.
“Samakan saja,” jawabnya. Nino pun berbalik kemudian lelaki itu langsung berjalan ke arah dapur. Lalu setelah itu, dia langsung menyiapkan makanan untuk keduanya.
Akhirnya acara makan pun selesai, Nino dan Salsa pun bangkit dari duduknya mereka berniat untuk pulang.
“Paman, Terima kasih atas jamuannya," ucap Kalindra hingga Nino langsung mengelus rambut lelaki itu.
“Terima kasih Nino,” ucap Salsa. Nino bisa melihat jelas raut kesedihan dari wajah mantan kekasihnya, walau bagaimanapun dulu dia berpacaran dengan Salsa sangat lama dan dia tahu mana ekspresi Salsa jika sedang sedih marah ceria dan lain-lain.
“Salsa, jika kau butuh bantuan, atau kau mengidam ingin datang padaku datanglah," ucap Nino. Mata Salsa mengembun, dia tidak menjawab dan lebih memilih untuk berbalik. Lalu setelah itu, Salsa keluar bersama Kalindra dan Nino hanya mampu menatap punggung Salsa.
Tadi, Nino sudah menawarkan Salsa untuk mengantarkan pulang ke rumah, karena mobil Salsa ada di sekolah Kalindra. Tapi Salsa menolak dan lebih memilih untuk memakai taksi.
“Mommy, apa Mommy dekat dengan paman Nino?” tanya Kalindra ketika mereka sudah duduk di taksi.
“Hmm, dulu kami berteman."
“Lalu, kenapa Paman Nino bohong dan mengatakan kalian tidak saling mengenal." Ucap Kalindra lagi yang mengingat bahwa saat itu Nino mengatakan tidak mengenal ibunya.
“Kalian dari mana?” tanya Alona yang menghampiri ibu dan kakaknya.
”Aku baru saja makan di cafe Paman Nino.” tiba-tiba sendok yang di pakai oleh Kevin langsung terjatuh ketika putranya menyebutkan nama Nino dia langsung menoleh ke arah Salsa sedangkan Salsa yang ditatap sama sekali terlihat tidak peduli.
“Kalindra ... Alona Mommy pergi ke kamar dulu, oke," pamit Salsa yang begitu muak melihat Kevin, wanita itu pun langsung berjalan ke arah lift untuk naik ke atas begitupun dengan Kalindra yang masih marah pada Kevin, karena Kevin menampar Salsa hingga Kalindra langsung ke pergi ke kamarnya.
“Kakak!” panggil Alona.
“Ayo ikut ke kamar kakak," balas Kalindra lagi Hingga Alona pun langsung mengangguk. Lalu, meninggalkan Kevin begitu saja. Padahal tadi dia sedang disuapi oleh ayahnya, dan karena Alona pergi, Kevin pun langsung mengikuti Salsa dia harus memastikan apakah yang dia dengar benar, bahwa yang dimaksud oleh putranya adalah Nino mantan kekasih istrinya.
“Sayang!” panggil Kevin. Walaupun dia ingin bertanya secara langsung. Tapi tentu saja dia tidak bisa gegabah dan harus bertanya secara perlahan
“Apa?" tanya Salsa dengan acuh.
“Apa Nino yang kau maksud tadi adalah mantan kekasihmu?” tanyanya lagi.
“Hmm, memangnya kenapa, apa ada masalah?” tanya Salsa. Setelah mengatakan itu, Salsa langsung berjalan ke arah kamar mandi sedangkan tubuh Kevin diam mematung.
Belum hilang ketakutannya karena tahu Salsa mengandung anak orang lain, dia dibuat ketakutan lagi ketika mengetahui bahwa Nino sudah kembali. Sekarang, bagaimana jika semuanya terbongkar.
Jika ditanya apakah Kevin tahu tentang rencana ayahnya. Ya, Kevin sangat tahu apa yang di lakukan oleh ayahnya. Saat pernikahannya dan Salsa menginjak 3 tahun, dan saat hubungan mereka sudah membaik.
Kevin tidak sengaja mendengar pembicaraan ayahnya berbicara dengan seseorang. Dan saat itu, Kevin murka dia marah pada ayahnya. Tapi, Kevin berhasil meyakinkan Kevin dengan mengatakan bahwa semuanya sudah berlalu, dan Salsa menjadi istri Kevin dan kehidupan Salsa dan Kevin sudah bahagia.
Dan setelah mendapat pencerahan dari ayahnya, Kevin berpikir, dia juga sudah mencintai Salsa dan juga hubungannya dengan Salsa semakin harmonis itu sebabnya dia tidak mempermasalahkan lagi apa yang dilakukan oleh ayahnya.
Saat hubungannya dengan Salsa membaik, Kevin tidak pernah menakutkan apapun dia juga tidak pernah takut jika Salsa mengetahui semuanya, karena mereka sudah bersama dengan waktu yang lama. Tapi ketika sudah berubah dan posisi kondisi rumah tangga mereka seperti ini, Kevin mendadak ketakutan. Bagaimana jika semuanya terbongkar di saat posisinya sedang di ujung tanduk
.
1 bulan kemudian
Kevin keluar dari kamar, dia memastikan suasana sepi. Lelaki itu juga sudah memastikan semua CCTV mati agar tidak ada yang tahu kelakuannya. Saat tidak ada siapapun, Kevin berjalan ke arah tangga kemudian dia langsung menuangkan minyak goreng di anak tangga.
Kevin melakukan ini karena dia ingin Salsa jatuh dan agar anak dalam kandungan Salsa matii. Selama sebulan ini, Kevin terus dihantui ketakutan apalagi Salsa mengandung anak orang lain dan itu akan menjadi ancaman untuk Kevin. Hingga tiba-tiba semalam, Kevin memikirkan sebuah cara yaitu dia harus membuat Salsa celaka agar anak yang dikandung oleh wanita itu lenyap dan satu ancaman berkurang.
Setelah selesai menuangkan minyak di anak tangga, Kevin pun langsung naik perlahan dan sepertinya otak lelaki itu sudah benar-benar jahat. di mana dia sengaja mematikan lift, agar Salsa turun dan naik menaiki tangga.
“Maafkan aku istriku, sepertinya kau harus merasakan sekali lagi rasa sakit." Kevin berbicara lirih ketika sudah berada di atas, lelaki itu menyeringai, tidak ada empati sama sekali, bahkan Kevin sudah benar-benar mengerikan.