
15 tahun berlalu
Waktu bergulir begitu cepat. Tidak terasa, ini sudah lima belas tahun berlalu. Selama lima belas tahun ini pula, pernikahan Salsa dan Nino benar-benar pernikahan yang sangat membahagiakan untuk keduanya. Mereka melalui hari-harinya dengan penuh cinta dan juga kasih sayang setiap hari.
Lima belas tahun berlalu, tidak ada yang berubah dari Nino, dia tetap menyayangi Salsa, begitupun dengan Alona dan Kalindra. Awalnya, memang Alona terlihat tidak menyukainya, bahkan awal-awal pernikahan Alona selalu menjauh darinya, tapi seiring berjalannya waktu Alona mampu merasakan ketulusan Nino hingga pada akhirnya, Alona benar-benar menganggap Nino sebagai ayahnya sendiri.
Sementara Kevin dan Davika, banyak sekali hal yang terjadi dengan pernikahan mereka. Dua tahun setelah dia menikah dengan Nino, Kevin berusaha untuk mengadu domba Salsa dan juga Nino, berharap Salsa dan juga Nino berpisah, dia bahkan juga menghasut Alona agar Alona membenci Nino, tapi apapun yang dilakukan oleh Kevin sama sekali tidak berpengaruh. Cinta Salsa dan Nino tetap kuat, hingga pada akhirnya Kevin menyerah dengan sendirinya.
Sekarang, Kalindra sudah berumur dua puluh tujuh tahun, sedangkan Alona sudah berusia tujuh belas tahun, tentu saja Salsa pun juga mempunyai anak dari Nino yang kini berusia tiga belas tahun. Empat belas tahun lalu, Salsa melahirkan seorang anak laki-laki yang dia beri nama Leonard. Wajah Leonard benar-benar mirip dengan Nino. Walaupun Kalindra, Alona serta Leonard berbeda ayah, tapi ketiga anak Nino dan Salsa benar-benar kompak, keluarga itu benar-benar terlihat sangat harmonis.
Waktu menunjukkan pukul empat sore. Alona turun dari mobil, dia berlari masuk ke dalam sebelum Kalindra datang. Rasanya, jantung Alona berdetak dua kali lebih cepat, dia pasti akan dimarahi lagi oleh kakaknya.
Bagaimana tidak, untuk ketiga kalinya Alona menabrakkan mobil Kalindra tanpa sengaja. Mobil yang tabrakan adalah mobil Kalindra dengan keluaran terbaru. Mobil Kalindra baru saja datang, dia sudah memesan mobil itu satu tahun lalu, apalagi mobil itu dikirim dari luar negeri dan karena Alona penasaran, dia pun langsung mencobanya. Namun, ternyata saat dia akan keluar dari gerbang, dia malah menabrak kolam ikan dan tentu saja bagian depan mobil Kalindra hancur. Sekarang, Alona dilanda kepanikan.
"Daddy!" Alona berteriak ketika masuk ke dalam rumah, dia langsung mencari Nino hingga Nino yang sedang berada di dapur dan sedang membuat cake, langsung melepaskan apron kemudian keluar dari arah dapur.
"Alona, ada apa?" tanya Nino. Alona langsung berlari ke arah Nino kemudian dia langsung menggenggam tangan ayahnya.
"Daddy, Daddy berjanji padaku akan melindungiku?" tanya Alona dengan panik.
"Tunggu, jangan bilang kau menghancurkan mobil Kakak lagi?" Nino pun juga ikut panik. Sebab dia tau, bagaimana amukan Kalindra pada Alona. Kalindra adalah tipe lelaki yang sangat penyabar. Tapi, jika sudah amarah, amukan lelaki itu sangat menakutkan.
"Dad, aku benar-benar tidak sengaja. Jadi sekarang aku harus bagaimana? Dia pasti akan mengamuk lagi," ucap Alona dengan panik, wajah gadis remaja itu benar benar sudah pucat.
"Oke, tarik napas, tenang." Nino berusaha untuk menenangkan Alona, padahal dia sendiri juga panik. Dia tidak pernah mau melihat ketiga anaknya berdebat, itu sebabnya dia ikutan bingung. Bagaimana jika Kalindra tahu bahwa mobilnya kembali dirusakkan oleh Alona?
"Ada apa ini?" Tiba-Tiba, terdengar suara Salsa.
"Mommy," panggil Alona.
Salsa menyipitkan matanya saat melihat wajah Alona yang terlihat sangat kacau. Dia pernah melihat Alona seperti ini di mana saat itu Alona merusakkan mobil Kalindra.
"Alona, jangan bilang kau merusakkan lagi mobil kakakmu?" tebak Salsa.
“Se-sepertinya begitu," jawab Alona dengan terbata.
“Alona, bagaimana mungkin kau ...”
“ Sayang sudah,” jawab Nino. Sekarang ketiga orang itu benar-benar dilanda kebingungan. Sebab mereka tahu bagaimana kalindra, selama ini Kalindra adalah sosok Kakak dan anak yang sabar, tidak pernah mengeluh tentang apapun. Tapi Kalindra akan marah jika kesenangannya diusik, termasuk saat beberapa bulan lalu di mana Alona juga melakukan hal yang sama yaitu merusak mobilnya. Kalindra mengamuk. Bahkan dia tidak mau keluar dari kamar begitupun dengan sekarang, itulah yang sekarang mereka takuti.
Nino yang sedang membuat cake mendadak menghentikan kegiatannya, dia harus berpikir bagaimana caranya agar semua bisa terkendali.
Nino melihat jam di pergelangan tangannya, ”Kalindra akan sampai nanti malam, jadi Daddy akan mencoba memperbaikinya. pada teman Daddy," ucap Nino. Sepertinya dia harus membenarkan pada bengkel temannya, tapi yang jadi masalah mungkin saja tidak sama 100% dan Nino berharap Kalindra tidak menyadari perubahan mobil, apalagi Kalindra belum melihat mobil yang baru saja
“Mana kunci mobilnya?”
Waktu menunjukkan pukul 08.00 malam, sekarang Salsa dan Nino beserta anak-anak mereka sudah berada di meja makan, termasuk Kalindra yang juga bergabung di meja makan karena dia baru saja tiba.
Kalindra yang baru saja akan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya menghentikan niatnya, kala dia menyadari wajah keluarganya terlihat sangat tegang.
”Kenapa kalian begitu tegang?” tanya Kalindra seketika Alona tergagap.
”Alona kau baik-baik saja?” tanya Kalindra lagi.
“Hmm, aku baik-baik saja. Aku akan makan di kamar.” pamit Alona. Mata Salsa membulat, ketika melihat Alona pergi dari meja makan. Sepertinya ketakutan Alona pada Kalindra benar-benar luar biasa, hingga dia memilih untuk pamit.
“Tunggu apa ada yang kalian sembunyikan dariku?” tanya Kalindra, dengan cepat semua menggeleng.
“Tidak, memangnya apa yang kami sembunyikan?” tanya Nino, dia berpura-pura tenang. Padahal jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat. Mobil yang milik Kalindra sudah berhasil di perbaiki karena mobil itu hanya penyok di bagian depan dan Nino mengganti rangka bagian depan lalu mengganti warnanya hingga sekarang warna mobilnya berubah dan Nino hanya berharap Kalindra tidak menyadari perubahan di mobilnya.
“Lalu kenapa Alona pergi meninggalkan meja makan?”
“Tidak ada apa-apa, adikmu hanya sedang gugup melakukan ujian besok,” jawab Salsa Kalindra mengangguk-anggukkan kepalanya, hingga tak lama kalindra langsung berniat kembali menyuapkan makanannya.
Tapi tak lama, Kalindra menghentikan lagi niatnya, lalu dia terpikirkan sesuatu. Bahwa mobilnya datang hari ini. “Apa Alona melakukan sesuatu lagi dengan mobilku?”
tiba-tiba Salsa dan Nino tersedak hingga seketika Kalindra menyadari sesuatu, dia pun langsung bergegas bangkit dari duduknya kemudian keluar berlari untuk melihat mobil di garasi.
“Dad, bagaimana ini?" kata Salsa. “Ah, kau saja yang urus Kalindra. Aku ingin bersembunyi Aku tidak mau melihat dia murka.”
Mata Nino membulat Ketika istrinya juga kabur, dan sekarang dialah yang harus menghadapi putranya.
Saat Kalindra akan membuka pintu, tiba-tiba Kalindra menghentikan langkahnya ketika melihat ada seorang yang berdiri sambil memeluk tubuhnya seperti orang kedinginan.
“Untuk apa kau kemari?” tanya Kalindra, dia menatap adik tirinya dengan tatapan tak suka. Ya, ternyata yang datang adalah Gueen anak Kevin dan juga Davika yang kini berusia 14 tahun.
“ Kakak boleh aku masuk, di sini dingin,” ucap Gueen.
“Tidak boleh, pergi sana!” Hardik Kalindra.
Sepertinya, sampe saat ini di masih membenci ayahnya, Tentu saja dia juga membenci Davika dan juga Gueen adik tirinya, itu sebabnya ketika melihat Gueen di rumahnya dia langsung mengusir Gadis itu.
“Ada apa ini?” tiba-tiba terdengar suara Nino dari arah belakang.
“Gueen!” panggil Nino.
“Pa-paman, Mommy dan Daddyku pergi, mereka meninggalkanku di rumah sendiri. Jadi aku takut, boleh aku menginap di sini selama beberapa hari,” balas Gueen dengan bibir gemetar. Tadi, dia berjalan kaki dari rumahnya ke rumah Salsa karena dia benar-benar bingung harus pergi ke mana, sedangkan Davika menghilang satu minggu lalu begitupun juga Kevin menghilang dari kemarin. Bahkan Kevin memecat semua pelayan dan benar-benar meninggalkan Gueen seorang diri. Rupanya Kevin ....