Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 21



Gengs maaf baru update, tanganku yang kena minyak masih perih jadi ngetik pelan-pelan. Akh up 4 bab ya seperti biasa komen di atas 100 ya. Biar besok Crazy up


“Kau tidak mau melayaniku?" Tanya Salsa membuat Nino tersadar.


“Salsa kau benar-benar tidak apa-apa?” Dia malah mengajukan pertanyaan yang sama, ini benar-benar aneh untuknya. Bagaimana Salsa berubah hanya dalam hitungan hari?


"Jika kau tidak mau menurutiku, ya sudah aku bisa pergi ke cafe lain." Salsa dengan cepat bangkit dari duduknya, dan Nino dengan cepat menahan.


"Baik, baik, tunggu sebentar." Tidak ingin Salsa pergi, Nino pun segera berbalik kemudian dia langsung pergi ke dapur. Lalu saat berada di dapur, dia sendiri yang menyiapkan pesanan untuk Salsa.


Dua belas tahun berlalu, tapi Nino tidak pernah melupakan hal kecil apapun tentang wanita itu, bahkan semua menu yang ada di cafe miliknya adalah kesukaan Salsa. Namun beruntung, menu itu juga disukai banyak konsumen lain hingga kafe Nino selalu ramai.


Setengah jam kemudian.


Nino datang membawa nampan kemudian berjalan ke arah Salsa, lalu setelah itu dia langsung menyimpan semua pesanan Salsa di meja.


"Salsa, ini semua makanan kesukaanmu," ucap Nino.


Salsa tersenyum, tapi tak lama dia menormalkan ekspresinya lalu setelah itu dia mulai menyeruput teh matcha yang sangat dia sukai.


"Tidak ada lagi? Kalau begitu aku akan pergi ke dalam.” pamit Nino.


Nino langsung menatap Salsa dengan bingung. Sungguh, dia malah takut dengan Salsa yang seperti ini. Entah kenapa, dia lebih tenang jika Salsa marah ataupun mengutuknya seperti kemarin.


“Temani aku,” balas Salsa tiba-tiba.


"Kau ini cerewet sekali. Aku ini ingin makan bukan ingin mendengar pertanyaanmu. Mau temani aku tidak?" Nada suara Salsa mulai kesal hingga dia menarik kursi kemudian dia mendudukkan dirinya di sebelah Nino.


"Salsa," panggil Nino.


"Diam, jangan berbicara apapun, temani saja aku." Salsa memberi ultimatum sebelum Nino berbicara hingga Nino menggeleng.


Setelah itu, Salsa mulai menikmati semua, dia menikmati makanan itu dengan riang seperti orang yang tanpa beban padahal Nino tahu, beban yang ditanggung Salsa sangat luar biasa.


Pada akhirnya, semua menu pun habis dan jika dipikir, untuk pertama kalinya Salsa menghabiskan makanan sebanyak ini setelah dia mengandung. Biasanya, Salsa jarang sekali makan, tapi hari ini Salsa benar-benar menghabiskan makanannya.


"Kau ingin menambah lemon tea?" tanya Nino karena biasanya jika Salsa terlihat kenyang, Salsa selalu ingin menambah minuman lemon tea agar bisa memperbaiki pencernaannya.


"Boleh," ucap Salsa hingga Nino pun bangkit dari duduknya kemudian pergi lagi ke dapur untuk menyiapkan lemon tea, dan setelah itu dia kembali lagi ke luar lalu menyerahkan segelas lemon tea untuk Salsa.


Setengah jam berlalu.


Salsa bangkit dari duduknya, sedangkan Nino langsung menatap wanita itu. Sedari tadi, Salsa menikmati makanannya, Nino hanya diam melihatnya yang sedang menikmati makanannya.


"Kau mau ke mana?" tanya Nino. Entah kenapa, dia mendadak khawatir, dia takut Salsa melakukan sesuatu yang nekat.


"Kenapa kau bertanya? Itu bukan urusanmu," ucap Salsa, "terima kasih sudah mau menemaniku. Kalau begitu, aku pergi." Salsa pun langsung berjalan ke arah kasir kemudian dia langsung membayar pesanannya lalu keluar dari cafe milik Nino.


Ketika Salsa keluar, Nino langsung melepaskan apron, dia memilih untuk menyusul Salsa karena takut terjadi sesuatu dengan wanita itu. Namun, ketika dia akan keluar, Salsa sudah tidak ada di mana pun, bahkan mobil Salsa juga tidak ada di sekitar cafenya.