
Semua sudah duduk di ruang tamu, di sana ada Tommy Salsa Aurel dan juga tentunya Kevin. sedangkan Nino dia sengaja tidak ikut menimbrung dia lebih memilih mendekatkan diri pada Alona, walaupun pada awalnya Alona menolak kehadiran Nino. Tapi pada akhirnya Alona Mau ditemani oleh lelaki itu. Sedangkan Adrian memutuskan untuk pamit.
Di tengah rasa sakit yang menderanya karena terjatuh dari mobil, Kevin hanya bisa tertunduk dia tidak berani menatap Salsa maupun mantan Ayah mertuanya. Sedangkan Aurel tetap dengan gaya pongahnya, dia menatap Salsa dengan tatapan menantang, tapi ketika Tommy yang menatapnya, Aurel langsung menunduk.
Salsa menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Tadi pagi dia sudah berbicara pada Nino. awalnya Salsa memang ingin melakukan hal lebih pada Kevin, dengan cara membuat Kevin tidak mempunyai apa-apa. Tapi ternyata, semalam Nino menasehati Salsa dan Nino mengatakan, cukuplah membuat Kevin lumpuh Jangan membuat lelaki itu kehilangan sumber keuangannya.
Pada awalnya Salsa tidak terima dengan dengan nasehat Nino, tapi ketika melihat Alona barusan Salsa terpikirkan sesuatu. Kevin adalah Ayah dari anaknya, dan selama 12 tahun Kevin sudah hidup dengan menjadi suami yang baik dan ayah yang baik dan Sekarang Salsa sudah memikirkan sesuatu.
“Sebagai mantan istrimu. Aku mengakui 12 tahun hidup denganmu kau menjadi ayah dan suami yang baik dan sayangnya itu tercoret dengan kelakuanmu selama beberapa bulan ini. Awalnya aku ingin membangkrutkanmu, tapi aku berpikir rasanya tidak etis karena ini akan berdampak pada mental Alona dan juga Kalindra. Jadi aku memutuskan untuk mengembalikan perusahaanmu. Tapi tentu saja ada syaratnya.”
Mata Aurel berbinar ketika mendengar itu, tatapan pada Salsa berubah ketika mantan menantunya mengatakan hal seperti itu.
“Syarat apa?” tanya Aurel dengan antusias.
“ Kevin harus tetap menikahi Davika, dia harus bertanggung jawab karena Davika mengandung anak Kevin, dan juga walaupun perusahaan dikembalikan, tapi kalian tidak bisa hidup dengan mewah seperti dulu. Karena semua keuntungan akan diberikan pada pemilik perusahaan yang sudah mengambil alih dari tangan Kevin, dengan arti kata, harta kalian tidak kembali sepenuhnya tapi hanya 1/4 saja dan itu akan berlangsung selama bertahun-tahun sampai Kevin berhasil melunasi semua hutangnya dan juga ada satu hal yang harus kau tahu Kevin, kau memang akan mengurus perusahaan itu, tapi kau bukan CEO utamanya. Seperti apa yang aku bilang barusan, perusahanmu sudah bukan milikmu, Jadi dengan kata lain bukan kau pemiliknya tapi kau bekerja untuk orang lain.”
Tubuh Kevin terasa melemas saat mendengar itu, Dia sudah membangun perusahaan itu mati-matian dan sekarang Salsa malah mengatakan hal seperti itu. “Ini bukan ulahku, ini ulahmu. Kau mencurangi beberapa pemegang saham kau juga menyabotase beberapa proyek lain, ada orang yang membeli perusahaanmu saja seharusnya kau bersyukur, jika tidak mau Tidak apa-apa kok bisa hengkang dan juga ...."
“Tidak apa-apa, aku akan melanjutkannya," jawab Kevin. Sekarang Kevin sadar hidupnya bukan tentang kekuasaan lagi, tapi sekarang dia harus tetap bertahan hidup. Dia akan kembali menggapai kesuksesan dan akan merebut Salsa dan anak-anaknya, begitulah pikir Kevin. Sedangkan Aurel Tentu saja tidak terima.
“Anakku sudah membangun perusahaan itu secara mati-matian bahkan ....”
“Cukup, Mom." kevin kembali menahan ibunya untuk berbicara.
“Ya sudah kalau begitu, biarkan aku dan anakku menepati rumah yang kalian tempati. Bukankah kau akan menikah dengan laki-laki lain?” tanya Aurel, membuat Salsa tertawa.
“Memangnya, rumah itu rumah siapa. Itu rumah pemberian orang tuaku. Ia, kan Daddy.” Aurel tidak bertanya lagi ketika Salsa melibatkan Tommy dalam percakapan mereka.
“Davika juga punya apartemen Jadi kalian tinggal saja di sana. Oh ya Dan untuk pernikahan kau dan Davika, aku sendiri yang mengaturnya jadi siapkan saja dirimu, Kevin. dan juga bilang pada Davika dia juga harus mulai menyiapkan dirinya.”
“Salsa aku tahu di balik kondisiku ada campur tanganmu, dan sekarang aku ingin bertanya apa aku bisa sembuh?” tanya Kevin. “Kau pasti sudah memberikan beberapa obat kan ke dalam tubuhku?” Tanyanya lagi. Salsa terdiam, dia menatap Tommy. Sedangkan Tommy sama sekali tidak bereaksi, dia mengetahui betul bagaimana putrinya.
“Sekarang kalian bisa pergi. Oh ya, aku akan memberikan lagi kartu kreditmu. Tapi tidak dengan kartu kredit ibumu, Karena aku tahu aku butuh banyak biaya untuk Davika. Tapi jika ada pengeluaran tak terduga dan itu belanjaan ibumu maka aku akan langsung memblokirnya. Jadi, Aku harap kau mengerti dan juga untukmu, mantan ibu mertuaku. Berhenti menjadi orang Toxic, setidaknya perbaiki dirimu. Sekarang, kau sudah tidak mempunyai apa-apa. Jangan menyusahkan orang sekitarmu!”
“Kau berani menceramahiku!" Hardik Aurel.
“Apa kau ingin berurusan denganku?" tiba-tiba terdengar suara Tommy, dia langsung berbicara ketika Aurel berteriak pada Salsa.
“Baik terima kasih,” kata Kevin.
“Mommy, Ayo kita pergi.” Kevin tidak ingin terlihat semakin menyedihkan, hingga dia langsung mengajak ibunya untuk pergi.
Saat berada di luar Aurel menghentikan langkahnya, wajahnya langsung memucat ketika melihat kondisi mobilnya, dia baru menyadari sekarang kondisi mobilnya benar-benar sangat parah.
“Kevin bagaimana dengan nasib mobil Mommy?” tanya Aurel, rasanya dia ingin sekali menangis. Sedangkan Kevin mengusap wajah kasar.
***
Davika masuk ke dalam apartemen, dia berjalan dengan langkah gontai. Bagaimana tidak. Dia baru saja menemui teman Kevin dan ternyata hasilnya Zonk. Tadinya dia berniat kabur dan berencana untuk mengambil uang yang Kevin titipkan pada temannya. Karena selama ini, setiap Kevin minta uang padanya pasti beralasan untuk bisnis, tapi ternyata setelah ditemui , teman Kevin malah tidak tahu menahu hingga akhirnya niat Davika untuk kabur ke luar negeri pun gagal.
Tiba-tiba Davika terpikirkan sesuatu. tidak, dia tidak mau hidup dengan kedua orang itu. wanita itu pun memutuskan untuk pergi dan menjual apartemen ini, dia akan mengganti sandi dan juga mengganti kode agar Kevin dan Aurel tidak bisa masuk.
Satu jam kemudian
Akhrirnya, Davika selesai berkemas. Dia hanya membawa beberapa koper, saat dia akan keluar tiba-tiba Davika menghentikan langkahnya ketika melihat dua orang berjas ada di hadapannya.
“Si-siapa Kalian?" tanya Davika.
“ Nona ada tidak bisa melarikan diri, pernikahan anda dan Tuan Kevin akan dilaksanakan dua hari lagi.”
“Ka-kalian anak buah Salsa?" Tanya Davika dengan terbata. Sepetinya dia sudah tidak bisa lari.