Oh My Salsa

Oh My Salsa
bab 17



"Bagaimana, kau mau tidak?" tanya Salsa, menyadarkan Kevin dari lamunannya.


"Tidak usah khawatir, aku akan mentransfer seperti biasa pada ibumu, jadi, serahkan semuanya seperti sedia kala," ucap Salsa karena memang sebelum berubah, Kevin menyerahkan semuanya, dia hanya memegang satu kredit card dan itu pun diawasi oleh Salsa. Sekarang pun, Salsa ingin kembali seperti dulu.


Kevin menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


"Baiklah." Kevin pun langsung merogoh saku kemudian mengambil dompet lalu mengeluarkan beberapa kartu kredit, dan memberikannya ke hadapan Salsa. Saat ini, yang terpenting adalah membuat Salsa percaya


Salsa menerima kartu kredit itu, tapi dia juga mengambil dompet Kevin lalu setelah itu dia menarik black card membuat mata Kevin membulat.


"Itu, 'kan, untuk peganganku," ucap Kevin.


"Kau pakai yang ini saja." Salsa menukar kartu kredit Kevin dengan limit yang tidak sebesar black card, dan itu membuat Kevin kesal karena black card yang barusan diambil oleh Salsa dari dompetnya. Dan black card itu tidak terdeteksi di laporan ponsel Salsa, sedangkan yang satunya tentu terdeteksi dan dia tidak bisa bebas menggunakan dana.


"Kau keberatan?" tanya Salsa ketika Kevin tampak melamun setelah dia mengambil semuanya.


"Tidak," jawab Kevin dengan cepat.


"Baguslah jika kau tidak keberatan." Salsa memberikan kembali dompetnya pada lelaki itu.


"Jangan bertanya, itu urusanku. Sekarang, bekerja saja yang benar karena aku akan melihat semuanya, dan aku juga akan meminta data-data perusahaan uang yang masuk dan uang yang keluar," ucap Salsa.


"Salsa, haruskah kamu melakukan sejauh ini?" protes Kevin.


"Kenapa, apa kau ing—"


"Iya, iya, terserah saja," jawab Kevin, dia langsung berbicara ketika Salsa seperti akan mengancamnya.


"Baguslah kalau begitu. Aku ingin ke kamar mandi, kau bisa temui Alona dan ajak dia main," ucap Salsa. Setelah mengatakan itu, Salsa berbalik membuat Kevin mengusap wajah kasar. Dia pun langsung mendudukan diri di sofa seraya menjambak rambutnya ke belakang. Sungguh, kali ini kepalanya benar-benar berputar-putar.


Semenjak merasakan puber kedua, Kevin seolah haus pujian dari teman-temannya dan juga rekan bisnisnya, itu sebabnya dia senantiasa royal dengan mentraktir teman-temannya, selalu memberikan teman-temannya hadiah yang mewah agar teman-temannya memujinya. Namun sekarang, ketika keuangan sudah di tangan Salsa, Kevin tidak bisa berbuat apapun, menggelapkan dana perusahaan pun tidak mungkin karena semua diawasi oleh Salsa.


Tak lama, ponselnya berbunyi, satu pesan masuk. Kevin pun langsung merogoh saku kemudian mengambil ponselnya lalu mengutak-atiknya dan ternyata, itu adalah pesan dari Davika. Sialnya, Kevin malah tersenyum ketika Davika mengirimkan foto yang sedang memakai pakaian yang super tipis dengan kata-kata menggoda dan sekarang, rasanya Kevin ingin sekali pergi menemui wanita itu, tapi tentu saja dia tidak bisa.


***


Salsa mendudukkan diri di toilet. Tangan wanita itu gemetar. Sedari tadi saat berbicara dengan Kevin, Salsa memang terlihat kuat, Salsa memperlihatkan sisi lain hingga Kevin tidak berkutik, tapi sebenarnya dia merasakan rasa sedih yang luar biasa hebat.