OH MY DUDA

OH MY DUDA
Menikah



WARNING!!


Dibaca setelah buka puasa, ya ..


Satu bulan berikutnya.


Hari ini Haxel dan Alena resmi menjadi sepasang suami istri. Raut wajah keduanya tampak bahagia sekali. Termasuk kedua orang tua mereka masing-masing.


Satu minggu ke belakang, Alena mendengar kabar jika sepupunya yaitu Olive mengalami gangguan mental lantaran harus menerima kenyataan jika Glen menceraikannya. Tidak hanya itu, Glen harus berurusan dengan hukum berkat laporan tuan Azel dengan kasus percobaan pemerkaosan.


Tidak hanya itu, Haxel pun mendapat kabar duka yaitu mantan istrinya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.


Di acara yang berbahagia ini, semua anggota keluarga Xiazella berkumpul. Kecuali tante Wika, yakni ibunda Olive.


Setelah acara selesai, pria itu membawa istrinya ke kamar dengan cara membopong. Lalu menjatuhkannya ke atas tempat tidur.


Alena melihat suaminya membuka jas hitam yang di kenakan. Ia pun lekas menelan ludah.


"Apa harus melakukannya saat ini juga?" tanya wanita itu sedikit takut.


Haxel mengulas senyum yang berbeda dari sebelumnya.


"Apa kita harus menundanya sampai esok?" Haxel balik bertanya dan Alena pun terdiam lantaran ia sadar jika posisinya saat ini sudah menjadi istri pria itu.


"Aku bahkan sudah tidak sabar untuk melakukannya dengan istriku yang cantik ini," imbuh pria itu.


Haxel mulai membuka kancing kemeja putihnya satu persatu hingga menampakan dada bidang yang di tumbuhi banyak bulu. Kedua mata Alena melotot seketika, melihat otot-otot perut yang gagah dan kekar itu.


Haxel melempar kemejanya yang berhasil ia buka ke sembarang arah. Lalu berjalan mendekat ke arah istrinya. Tanpa aba-aba, ia menindih tubuh istrinya dengan memberi ciuman sebagai pemanasan.


"Mmhh .." Alena terdengar mengeluarkan dessahhan kecil pada saat tangan Haxel mulai nakal mengguliri setiap permukaan kulit tubuh istrinya.


Seketika Alena melepaskan tautan bibirnya.


"Apa kita benar-benar akan melakukannya?" tanya wanita itu memastikan.


"Iya, sayang," jawab Haxel.


Alena hendak melayangkan protes jika ia sejujurnya belum begitu siap. Tapi lagi-lagi yang keluar dari mulutnya adalah dessahhan manja yang membuat Haxel kian bersemangat.


Tanpa melepaskan tautan bibirnya, tangan Haxel mulai bergerak untuk melepaskan gaun yang masih terpasang di tubuh Alena. Melucutinya hingga menyisakan pakaian dallam atas dan bawah. Jujur, di sana Alena masih malu-malu sekali. Apalagi belahan gunung kembarnya yang mungil berisi menyembul terlihat cukup jelas.


"Tidak apa-apa, aku sudah menjadi suamimu. Dan tubuhmu adalah hak milikku sepenuhnya. Nanti, kau akan terbiasa. Bahkan kau sendiri yang akan memulainya."


Alena mengangguk. Ini merupakan kali pertama ia akan melakukan hubungan dewasa. Jadi, ia belum memiliki cukup keahlian untuk melakukannya.


"Aahh .." Alena merintih saat Haxel membenamkan wajahnya di bellahan dada miliknya. Tidak hanya itu, pria itu juga menggesekkan hidung runcing nya di sana dan mulai bermain-main dengan boba pink miliknya.


"Aahh .. Mmhh .."


Alena menggigit bibir bawahnya seraya menahan perasaan geli yang mengumpul di perut dan menjalar di sekujur tubuhnya, ini reaksi ketika Haxel mengemmutt serta memberi gigitan kecil di boba kembarnya.


Haxel mendongakan wajahnya. Melihat ekspresi Alena yang tampak lucu dan tentunya menggoda. Kedua mata wanita itu terpejam seraya menggigit bibir.


"Ini tidak terlalu buruk bukan?"


Pertanyaan Haxel membuat Alena membuka mantanya. Wanita itu mengangguk.


"Iya. Kenapa berhenti?"


"Hm?"


Usai mempertanyakan hal barusan Alena merasa sangat boddoh. Mungkin karena dia sudah merasakan betapa nikmatnya.


_Bersambung_