OH MY DUDA

OH MY DUDA
Pertemuan Kembali



Pandangan Alena berhenti pada wanita yang duduk di kursi paling kiri. Wanita itu merupakan ibu dari sepupunya yang hamil oleh Glen. Wanita itu melemparkan tatapan yang membuatnya merasa tidak nyaman. Seolah dia merasa puas lantaran putrinya berhasil menikahi kekasihnya. Wanita itu bernama Wika, istri adik papanya dan jadilah bagian dari keluarga Xiazella.


"Oh iya, usia kehamilanmu sekarang berapa bulan?" tanya wanita bernama Wika pada adik iparnya, yakni adik perempuan papanya Alena yang terakhir.


"Menginjak usia lima bulan, sudah mulai aktif," jawab wanita itu, tantenya Alena.


"Ah iya, bagus ya aktif. Olive juga bilang katanya sekarang janin nya sudah mulai aktif. Padahal baru dua bulan mau ke tiga bulan. Apalagi kalau lagi di elus-elus sama ayahnya, makin aktif katanya."


"Wah, bagus itu. Sekarang Olive sama Glen mana? Belum datang."


"Sebentar lagi datang. Tadi di jalan Olive ngidam mau beli sesuatu. Ya kan namanya juga suaminya sayang banget sama istri, pasti di turutin lah kemauan istri. Apalagi saat masa-masa hamil seperti ini. Lagi sayang-sayangnya."


"Iya, syukurlah kalau begitu. Semoga sehat-sehat janin nya."


"Iya, pasti."


Alena hanya bisa diam mendengar pembicaraan antara tantenya dengan istri pamannya itu. Seakan-akan sengaja bicara demikian guna memanasi dirinya.


"Sudah, abaikan saja," bisik mamanya.


"Iya, ma," jawab Alena.


Mereka mengobrol dengan yang lainnya, sementara wanita bernama Wika terus saja membicarakan tentang kehamilan Olive dan hubungannya dengan Glen selama menikah pada tante Leoly.


"Halo, semaunya. Maaf terlambat datang," ujar seseorang yang suaranya tidak asing di telinga Alena.


Begitu di lihat, ternyata tebakannya benar. Itu Olive, sepupunya yang hamil dan di nikahi oleh kekasihnya. Bersama pria yang berdiri di sampingnya, yaitu Glen.


Sepasang mata Alena dan Glen bertemu. Ia menatap Glen penuh dengan kebencian. Sementara tatapan Glen pada Alena sulit di artikan.


"Ayo duduk, sayang." Olive menarik salah satu kursi untuk suaminya, lantaran ini pertama kalinya Glen berkumpul di acara keluarga Xiazella selain acara pernikahan kemarin.


Glen duduk, tapi tidak sekalipun melepaskan pandangannya dari wanita yang saat ini duduk bersebrangan dengannya.


Kenapa dia harus duduk di depanku? batin Alena seraya melihat ke arah lain.


"Sayang .. Semua yang ada di sini adalah keluarga besar Xiazella. Kau sudah bertemu dengan mereka sebagian di acara pernikahan kita kemarin."


Glen mengangguk. Kemudian menyapa semua orang yang ada di sana. Termasuk Alena.


"Hai .."


Alena sama sekali tidak menanggapi Glen. Tujuan acara ini di buat memang supaya keluarga rukun dan damai. Tapi bagaimana bisa ia damai dengan luka yang masih basah oleh anggota baru keluarga ini.


Acara makan malam pun di mulai setelah semua anggota keluarga datang dan berkumpul. Meja panjang itu penuh dengan hidangan yang mewah. Meski rasanya enak, selera makan Alena yang hilang. Apalagi saat Olive dengan sengaja menyuapi Glen dan meminta di suapi balik di depan mata kepalanya sendiri. Membuat makanan enak ini berubah jadi enek.


"Sayang, pelan-pelan makannya. Itu makanannya berantakan di mulutmu, sayang," ujar Olive seraya menyeka sisa makanan di sudut bibir Glen, lalu mengecup ujung jari jempol yang ia gunakan untuk menyeka sisa makanan tersebut.


Alena merasa seperti sedang dikhianati secara terang-terangan. Selera makannya benar-benar hilang. Ia memutuskan untuk pamit ke toilet sebentar.


Olive tersenyum merasa puas karena apa yang ia lakukan barusan berhasil membuat Alena cemburu dan terbakar.


"Aku ke belakang sebentar, ya," pamit Glen sedikit terburu-buru.


"Sayang, mau kemana?" Olive gagal mencegah Glen pergi, kini ia yang jadi takut jika Glen akan menyusul Alena.


_Bersambung_