
Di tempat lain, seorang wanita tengah senyum bahagia. Lantaran setelah ia mengunggah fotonya di akun media sosial, lalu pas ia cek followers nya berkurang satu. Dan dugaannya benar, misinya berhasil. Orang yang sudah un-follow dirinya adalah Alena. Itu artinya Alena sudah melihat postingannya. Ia sengaja melakukan itu lantaran sikap Glen berubah semenjak acara makan malam keluarga dan bertemu kembali dengan Alena. Dan foto yang ia unggah sebenarnya foto lama. Sekitar dua minggu lalu sebelum menikah.
Olive segera meletakkan ponselnya begitu Glen sudah kembali dari kamar mandi.
"Sayang, kita tidur sekarang, ya. Aku sudah ngantuk," ajak wanita itu.
Glen duduk di sisi kosong sebelah Olive. Pria itu menatap wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya. Tatapan yang sulit untuk di artikan dan membuat Olive merasa bingung sendiri.
"Sayang .. Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Olive, ia merasa takut sendiri.
Glen diam. Namun, ia sama sekali tidak melepaskan pandangannya.
"Oh iya aku tahu, kau pasti menginginkan aku lagi untuk malam ini. Benar kan? Mari kita lakukan dengan senang hati."
Olive menggeser posisinya mendekat. Ia mengalungkan tangannya di leher Glen dan duduk di pangkuan pria itu yang kebetulan duduk berselonjor.
"Tunggu!" cegah Glen ketika Olive hendak menyosor menciumnya.
Terpaksa Olive menarik wajahnya ke belakang. Padahal ia sudah bersiap-siap.
"Kenapa?" tanya wanita itu sedikit kecewa lantaran aksinya di hentikan bahkan sebelum permainan di mulai.
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu."
Nada bicara Glen terdengar serius. Itu membuat Olive merasa sedikit panik. Namun ia berusaha untuk tetap tenang.
"Ingin bertanya apa, sayang? Kenapa sikapmu seperti mencurigai aku?"
Glen melingkarkan tangannya di pinggang Olive yang masih duduk di pangkuannya.
"Aku harap menjawab pertanyaanku dengan jujur," pinta pria itu.
"Okay, sayang. Sekarang katakan apa yang ingin kau tanyakan padaku."
"Apa kau hamil sungguhan? Atau hanya pura-pura untuk mendapatkan aku?"
Wajah Olive seketika menegang mendapati pertanyaan demikian. Ia bahkan sampai melepaskan lingkaran tangannya di leher Glen.
"Apa kau pikir aku membohongimu?" Olive balik bertanya.
"Bukan seperti itu. Aku hanya memastikan saja."
"Memastikan apa, Glen? Bukankah kita sering melakukannya? Dan sekarang kau meragukan kehamilan ku? Kenapa kau tidak akui sekalian anak ini ketika kita belum menikah? Kenapa kau mau menikah dan bertanggung jawab atas ini? Karena kau merasa jika ini memang anakmu bukan? Lalu kenapa kau tiba-tiba mempertanyakan sesuatu seolah-olah kau meragukanku?"
Olive hendak pergi, namun Glen segera mengeratkan pelukannya di pinggang wanita itu.
"Tentang, Olive. Tenang."
"Bagaimana aku bisa tenang? Sementara kau meragukan kehamilanku."
"Ok, aku minta maaf. Aku bilang dari awal aku hanya ingin memastikan saja. Karena jujur, aku masih mencintai Alena."
Seketika suasana berubah hening. Olive manatap Glen dengan tatapan penuh kekecewaan. Ternyata pria itu masih menyimpan perasaan untuk Alena. Ia pikir selama ini sepenuhnya hati Glen sudah menjadi miliknya.
"Aku benci mendengar nama dia keluar dari mulutmu, Glen!" seru Olive dengan penuh penekanan.
Wanita lantas beranjak keluar kamar. Glen sama sekali tidak mengejarnya. Dia membiarkan Olive pergi begitu saja.
Glen mengusap wajahnya di sertai dengan hembusan napas kasar.
"Aku tidak mencintai, Olive. Aku hanya tertarik padamu karena sekkss. Kau mampu memberi apa yang aku inginkan, sesuatu yang tidak bisa aku dapatkan dari Alena. Kau memberiku kepuasan yang candu. Tapi perasaanku tetap hanya untuk Alena."
Glen kemudian termenung. Barusan ia tidak hanya memeluk Olive, melainkan meraba perut wanita itu secara diam-diam. Dan bagian perut bawah Olive terasa seperti perut normal pada umumnya. Sebelumnya ia sudah banyak bicara dengan momy nya, jika orang hamil itu perut bagian bawahnya akan mengeras. Sementara perut Olive tidak. Bahkan selama ia menikah dan tinggal satu rumah dengan wanita itu, ia tidak pernah melihat Olive mual ataupun muntah seperti orang ngidam pada umumnya. Tapi jika dia menginginkan sesuatu secara tiba-tiba memang iya. Dan entah kenapa ia memang perlu memastikan kehamilan Olive.
_Bersambung_