OH MY DUDA

OH MY DUDA
Fakta Baru



Lagi-lagi Alena mendapat ajakan makan siang dari Haxel. Ia bingung harus menerima ajakannya atau tidak. Dan ia tidak tahu harus menolak ajakannya dengan alasan bagaimana.


Saat tengah memikirkan alasan untuk menolak ajakan makan siang tersebut, Alena mendapat chat lagi dari pria itu.


Tuan Haxel:


Alena, maaf. Sepertinya makan siang hari ini batal karena aku ada meeting mendadak.


Alena menghela napas lega. "Hahh .. Syukurlah jika tidak jadi," ujarnya.


Ia lekas makan siang ke restoran dimana ia dan Catherine sering makan siang di sana.


Haxel bersama sekretarisnya lekas pergi menuju tempat dimana ia akan bertemu di tempat yang sudah mereka sepakati untuk meeting di sebuah kafe. Lima belas menit berikutnya mereka sampai.


"Selamat siang, tuan Glen," sapa Haxel.


"Selamat siang, tuan Haxel. Silahkan duduk."


Keduanya saling berjabatan tangan sebelum kemudian Haxel duduk di kursi sebrang bersama sekretarisnya. Glen pun duduk bersebelahan di kursi sebrang meja bersama sekretarisnya juga.


Sebelum tubuhnya mendarat di kursi, perhatian Haxel tersita pada layar ponsel Glen yang menyala. Menampilkan sebuah foto wanita di wallpaper hp nya.


"Silahkan duduk, tuan Haxel." Glen mempersilahkan pria itu untuk segera duduk.


"Iya, tuan Glen. Terima kasih," ucap Haxel lalu duduk di kursi tersebut.


Glen memanggil waiters yang berdiri tidak jauh dari mejanya, lalu memesan empat minuman. Waiters tersebut pun pergi setelah Glen memesan minumannya.


"Okay, jadi kita akan membahas tentang kerja sama antara perusahaan yang sudah sempat kita bahas kemarin. Dan ada beberapa poin yang masih harus di bahas," ucap Glen mengawali pembicaraan.


"Baik, di sini sekretaris saya pun ingin menyampaikan ide-ide yang menurut saya itu bagus. Tapi semua kembali lagi apakah kau menyetujuinya atau tidak," sahut Haxel.


"Baik. Itu bagus. Siapa tahu ide kalian ini bisa membuat rencana yang kita buat berhasil dan perusahaan kita semakin jaya."


Haxel pun meminta sekretarisnya untuk menyampaikan apa ide-ide tersebut. Dan sekretarisnya pun menyampaikan ide yang di setujui oleh Glen. Itu sebuah ide brilian yang Glen sendiri merasa kagum.


Setelah satu jam lamanya, pertemuan hari ini selesai. Mereka akan membahas lagi di lain waktu. Haxel dan sekretarisnya meminum minuman yang sebelumnya sudah di pesan oleh Glen, sebelum kemudian mereka pamit lebih dulu untuk kembali ke kantor. Sementara Glen dan sekretarisnya masih ada di sana.


"Jes, nanti kau atur pertemuan selanjutnya."


"Baik, tuan," jawab sekretarisnya menurut.


"Ah iya, kau belum memberitahuku nama perusahaan tuan Haxel sebelumnya."


"Sudah, tuan. Waktu itu saya sudah chat via whatsapp di hari sebelum tuan menikah. Bahwa kita akan bekerja sama dengan perusahaan Gilbert Atarna yang di pimpin oleh tuan Haxel Gilbert Atarna sendiri."


Ekspresi wajah Glen seketika berubah terkejut mendengar nama perusahaan itu.


"Gilbert Atarna?"


"Iya, tuan. Di berkas juga ada."


Glen tidak membaca berkas-berkas kerja sama tersebut karena ia serahkan penuh pada sekretarisnya.


Glen terdiam sejenak.


Gilbert Atarna? Itu perusahaan tempat dimana Alena bekerja. Jadi selama ini Alena bekerja di perusahaan tuan Haxel?


Sementara di dalam perjalanan menuju kembali ke kantor, fokus menyetir Haxel sebagian hilang. Ia teringat akan foto yang di jadikan wallpaper di hp Glen.


Kenapa foto Alena bisa ada di hp nya? Bahkan sampai di jadikan wallpaper. Bukankah tuan Glen sudah menikah? Apa mungkin Glen mantan kekasih Alena itu memang Glen yang sama? Alena bilang jika mantan kekasih nya menikah karena selingkuh sampai menghamili sepupunya. Tapi kenapa dia masih menjadikan foto Alena wallpaper hp nya? Aku perlu bicara dengan Alena.


_Bersambung_