OH MY DUDA

OH MY DUDA
Penjelasan Alena



"Ketika aku bertemu dengan Glen, aku hampir bernasib buruk hari ini."


Penjelasan Alena membuat nyonya Alfi dan tuan Azel kian khawatir.


"Apa maksudnya, Alena?" tanya nyonya Alfi dengan tidak sabar.


"Awalnya Glen menceritakan tentang Olive yang pura-pura hamil agar bisa di nikahi olehnya."


"Olive pura-pura hamil?" Nyonya Alfi memotong kalimat Alena yang belum sempat selesai menjelaskan. Jujur, dia sangat terkejut mendengar berita tersebut.


Alena mengangguk membenarkan. "Iya, aku tidak tahu dia mengatakan yang sejujurnya atau memang hanya akal-akalannya saja agar bisa kembali lagi padaku. Tapi yang jelas dia mengatakan itu cara Olive agar bisa menikah dengannya. Lalu dia berpikir cara Olive merupakan ide bagus agar dia bisa kembali bersamaku."


Iris mata nyonya Alfi dan tuan Azel melebar seketika mendengar kalimat terakhir Alena. Meski putrinya tidak mengatakan secara jelas, tapi keduanya mengerti apa maksudnya.


"Kurang ajar!" umpat tuan Azel seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Dia sudah tidak waras, Alena."


"Iya, ma. Beruntung aku berhasil pergi dan begitu meloloskan diri darinya, ada tuan Haxel yang menolong aku. Dia menyelamatkan aku dari kejaran Glen."


Seketika kening tuan Azel berkerut.


"Pemimpin perusahaan tempatmu bekerja itu?" tanya pria paruh baya itu memastikan karena sebelumnya Alena sudah pernah menyebut nama itu.


Alena mengangguk. "Iya, pa."


"Yang waktu itu pernah datang ke sini malam-malam bukan?"


"Iya, ma. Sebelum aku pergi bersama Catherine menuju kafe tempat dimana aku bertemu dengan Glen, ponsel aku sempat terjatuh ketika naik mobil. Dan kebetulan tuan Haxel yang menemukannya. Dia tidak sengaja membaca pesan masuk dari Glen dan menyusul aku ke kafe. Dan sekarang dia ada di rumah kita."


"Iya. Dia yang antar aku pulang karena mobil aku di tinggal di kafe. Sebagai bentuk rasa terima kasih, aku mengajaknya untuk makan malam di rumah kita dan dia mau."


Nyonya Alfi dan suaminya kemudian saling melempar tatapan yang tidak dapat di artikan.


"Dimana dia sekarang?" tanya nyonya Alfi usai saling melempar tatapan dengan tuan Azel suaminya.


"Di ruang tamu, ma," jawab Alena.


"Kalau begitu kita ke sana. Mama dan papa akan mengucapkan terima kasih juga padanya karena sudah menyelamatkan putri semata wayang kesayangan kami dari bahaya besar yang mengancam."


Kemudian mereka bertiga beranjak pergi guna menghampiri Haxel yang sudah Alena tinggal selama kurang lebih sepuluh menit.


Haxel terus melirik jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah hampir sepuluh menit Alena meninggalkannya sendiri di ruang tamu rumah tersebut. Bahkan kopi yang di suguhkan oleh asisten rumah pun hampir tandas dan dingin. Wanita itu belum kunjung kembali juga.


"Apa dia langsung ke kamarnya dan istirahat, ya? Sampai lupa jika dia meninggalkan aku di sini?" pikirnya.


Semakin lama Haxel semakin gelisah. Jika perkiraannya benar, lalu datang salah satu orang tua Alena dan menanyakan siapa dirinya sebelum Alena memberi tahu, maka ia harus jawab apa?


"Jika lima menit lagi Alena belum juga kembali, maka aku akan pamit pulang saja pada asisten rumah yang tadi," ujar pria itu.


Tidak berapa lama kemudian, Alena kembali bersama dua orang yang ia pikir itu adalah kedua orang tuanya. Namun, perhatiannya tersita pada pria yang berjalan ke arahnya paling belakang.


"Kenapa wajahnya familiar sekali, ya?" batin Haxel seraya bangkit berdiri dari duduknya ketika tuan rumah datang.


_Bersambung_