OH MY DUDA

OH MY DUDA
Salah Dugaan



Alena cantik, memiliki tubuh yang indah, tapi alasan kenapa Glen bisa berpaling mungkin memang karena Alena tidak dengan mudahnya memberikan kehormatannya. Dan mungkin karena dia mau tidur juga jadi memakai pakaian seperti itu. Tentunya karena ia datang tidak tahu waktu, disaat jam orang lain hendak beristirahat.


"Maaf .." Haxel pun mengaku salah jika ia sudah berpikiran yang tidak-tidak.


"Iya, tidak apa-apa," jawab Alena namun di lihat dari mimik wajahnya sepertinya dia merasa sedikit kecewa.


"Aku benar-benar minta maaf, Alena .."


"Aku memaafkanmu, tuan. Tapi lain kali jika bukan hal yang penting, kita bisa bicarakan di kantor saja. Atau di jam makan siang."


Haxel mengangguk. "Iya. Maaf sudah menganggu waktu istirahatmu."


"Iya. Kalau begitu aku sudah bisa pergi?"


Haxel mengangguk lagi.


Alena hendak keluar dari mobil. Tapi ia teringat akan sesuatu.


"Ah iya, terima kasih untuk pizza mozarella nya kemarin siang. Lain kali tidak perlu memesan apapun dengan mengatasnamakan namaku."


"Pizza Mozarella?" tanya pria itu merasa sedikit kebingungan.


"Iya, kau yang sudah memesan pizza mozarella untukku memakai akun mengatasnamakan namaku bukan? Bahkan profilnya sampai menggunakan fotoku. Kau sengaja melakukannya karena aku menolak ajakan makan siang denganmu kemarin."


Haxel menggeleng. "Maaf, tapi aku sama sekali tidak melakukan hal itu."


Alena mengangkat sebelah sudut bibirnya.


"Aku tahu pasti kau yang melakukannya bukan? Karena pada saat itu kau mengirim pesan agar aku tidak melewatkan makan siang agar aku tidak sakit. Aku bilang aku sedang tidak selera makan. Oleh karena itu kau mengirim aku pizza karena itu makanan favoritku dengan cara membuat akun dan mengatasnamakan namaku juga fotoku di profil akunnya."


"Iya, aku memang sempat berusaha untuk mengembalikan mood dan selera makan siangmu. Karena aku merasa bersalah pada saat itu sudah menegurmu pagi-pagi di depan para karyawan lain ketika kau melamun tanpa tahu apa penyebab kau melamun di jam kerja. Aku berpikir untuk membeli seekor kelinci, karena aku pikir kau akan senang. Tapi sayangnya kelincinya kebetulan sedang kosong usai di borong oleh seseorang sebelum aku datang," jelas Haxel.


"Jadi bukan kau yang melakukan itu?" tanya Alena sekali lagi untuk memastikan.


Haxel menggeleng. "Bukan. Lagipula darimana aku tahu kau menyukai fizza?"


"Bukankah kau dengan mudahnha mengetahui beberapa hal tentangku? Tentang dimana aku tinggal, nomer telepon ku, nama mantan kekasihku. Dan itu tidak menutup kemungkinan kau bisa mengetahui makanan favoritku. Bukan begitu?"


"Alena, jika aku melakukannya maka aku akan kayakan iya. Tapi aku sama sekali tidak melakukan hal itu."


Alena bergeming. Dalam hati ia bertanya-tanya.


Jika bukan dia yang melakukannya, lalu siapa? Siapa yang memesan pizza mozarella untukku menggunakan akun yang mengatasnamakan diriku?


Sejauh ini, orang-orang yang mengetahui tentang makanan favoritnya selain keluarganya dan sahabatnya adalah Glen. Karena pria itu pernah menjadi bagian dalam hidupnya. Tapi apakah Glen yang melakukan hal itu? Apalagi Haxel baru saja membicarakan tentang foto dirinya yang di jadikan wallpaper oleh Glen.


"Tuan, apa kau ingat foto aku yang di jadikan oleh wallpaper oleh Glen seperti apa?"


Haxel diam seraya mengingat-ingat.


"Kalau tidak salah, kau memakai dress hitam. Aku hanya melihat bagian lengannya saja, soalnya foto itu hanya sebatas dada."


Foto yang kurir makanan itu tunjukan padanya pun sama dengan ciri-ciri yang Haxel sebutkan barusan. Foto dirinya yang memakai dress hitam dan hanya di crop sebatas dada saja.


Jadi, pengiriman pizza itu bukanlah Haxel. Melainkan Glen. Mana pizzanya enak lagi.


_Bersambung_